MANAGED BY:
RABU
28 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 19 Juni 2017 11:12
EDANNNNN!!! Masih Nekat Praktik Maksiat, Ada ASN Pasangan Mesum Pula
TERJARING: Sejumlah pasangan yang diduga mesum dan beberapa warga kembali terjaring dalam razia pekat yang digelar Sabtu (17/6) malam lalu.(RIKI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Razia yang kerap digelar petugas gabungan ternyata tak efektif meredam praktik maksiat di Kota Sampit. Meski beberapa kali banyak yang terjaring, pelakunya terus bermunculan. Tak perduli di bulan Ramadan. Sanksi sosial dan teguran petugas tak lagi mempan.

Fakta itu tergambar dalam beberapa kali razia yang digelar tim gabungan dari Satpol PP, Polres Kotim, TNI, dan sejumlah instansi terkait lainnya. Selama Ramadan ini, petugas tercatat melakukan razia pekat sebanyak tiga kali, yakni 3, 10, dan 17 Juni.

Dari pengamatan, pola dan jadwal razia sebenarnya selalu sama, yakni setiap akhir pekan. Mirisnya, selalu banyak yang terjaring, seolah tak gentar lagi dengan petugas yang mengobok-obok lokasi yang dinilai rawan maksiat. Disinyalir praktik maksiat yang dilakukan di hari-hari lain juga merajalela.

Radar Sampit mencatat, pada 3 Juni, sebanyak tujuh pasangan tidak sah terjaring. Selanjutnya, pada 10 Juni, 11 pasangan tidak sah digelandang petugas. Kondisi serupa terjadi lagi dalam razia akhir pekan lalu (17/6). Sebanyak 11 orang pasangan bukan muhrim kembali terjaring.

Ironisnya, dalam operasi Sabtu lalu, tim menjaring pasangan yang diduga oknum aparatur sipil negara (ASN). Sang wanita mengaku berprofesi sebagai guru, sementara pria pegawai puskesmas di Palangka Raya. Keduanya kedapatan berada dalam satu kamar hotel di Jalan Pramuka.

Keduanya mencoba berkilah dengan mengaku sudah menikah siri. Namun, petugas memeriksa kartu tanda penduduk (KTP) keduanya, statusnya sudah sama-sama menikah, namun dengan alamat berbeda. Keduanya pun diangkut ke kantor Satpol PP bersama pasangan lainnya yang terjaring di sejumlah lokasi berbeda.

”Kami masih mendalami ini dan melakukan penyelidikan. Jika terbukti ASN dan bukan pasangan suami istri, akan kami sampaikan pada atasan masing-masing untuk ditindaklanjuti dan disanksi sesuai aturan,” ujar Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding.

Punding menegaskan, operasi pekat akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadan. Hal tersebut untuk menjaga kesucian bulan puasa, serta menekan angka kenakalan remaja dan seks bebas.

Sanksi Lemah

Pengamat sosial di Kota Sampit Riduwan Kusuma mengatakan, kembali terjaringnya sejumlah pasangan yang diduga berbuat mesum di bulan Ramadan, disebabkan tak ada sanksi tegas pada pasangan yang terjaring sebelumnya. Hal itu membuat sebagian besar calon pelaku tak merasa takut apabila berbuat hal sama.

Pemerintah diminta tak membiarkan kondisi tersebut. Pemkab diharapkan lebih tegas. Apalagi belakangan ini marak kasus pembuangan bayi yang dinilai sebagai dampak dari pergaulan bebas dan praktik maksiat yang tak terkendali. Jika masalah itu dianggap sepele, kasus pembuangan bayi bakal terus terulang.

”Dampaknya pasti ada. Larinya ke mana-mana. Ini perlu ketegasan. Terapkan hukum agar tidak ada lagi yang mengulangi serta memberikan efek jera yang dapat dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Bisa jadi peringatan. Sejauh ini marak pemberitaan mengenai razia pekat, tapi tampaknya tak berpengaruh besar,” ujar Riduwan, Minggu (18/6).

Riduwan menuturkan, selama ini, setiap orang yang terjaring pekat selalu diamankan, kemudian diberikan pembinaan, didata, kemudian dilepaskan begitu saja. Hal tersebut dinilai tak akan bisa memberikan efek jera, terutama kepada orang yang belum pernah ditangkap.

”Jika ditambah lagi dengan adanya efek jera dari sanksi tegas itu akan membuat orang berpikir untuk berbuat,” jelasnya.

Menurut Riduwan, penggunaan teknologi yang tak terkendali di berbagai kalangan juga berimbas pada kian bebasnya pergaulan. Kondisi demikian diperparah dengan lemahnya pengawasan dari lingkungan keluarga. (mir/rm-82/ign)


BACA JUGA

Rabu, 28 Juni 2017 11:55

Pascalebaran, Kapolsek Bersepeda Keliling Pasar, Ada Apa Ya?

PALANGKA RAYA - Mengantisipasi dalam menjaga keamanan dan situasi kamtibmas. Sekaligus memastikan kelancaran…

Selasa, 27 Juni 2017 13:58

Soal Proyek Kabupaten/Kota, Kata Gubernur Harus Begini

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku sangat mendukung sejumlah proyek yang…

Selasa, 27 Juni 2017 13:55

Pendapatan Dewan Naik, Begini Respons Publik

SAMPIT – Rencana kenaikan gaji anggota DPRD mulai Juli 2017 spontan menarik perhatian masyrakat.…

Senin, 26 Juni 2017 13:48

Polisi Perketat Pengamanan Markas, Petugas Bersenjata Disiagakan, Ada Apa?

PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian di Kota Palangka Raya memperketat pengamanan di markas dan sejumlah…

Senin, 26 Juni 2017 13:44

BLARRR!!! Kompor Meledak, Pasar Besar Nyaris Jadi Lautan Api

PALANGKA RAYA – Suasana Lebaran di kawasan kompleks pasar besar di Jalan Jawa Palangka Raya geger,…

Senin, 26 Juni 2017 09:23

Begini Prediksi Cuaca BMKG Akhir Bulan Ini

SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Haji Asan Sampit memprediksikan…

Minggu, 25 Juni 2017 08:26

BREAKING NEWS: Nordin, Direktur SOB Berpulang di Hari Lebaran

SAMPIT – Kabar duka menyeruak di linimasa, Minggu (25/4) pagi. Direktur Save Our Borneo (SOB)…

Minggu, 25 Juni 2017 06:55

AWAS!!! Lebaran Rawan Kebakaran

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat…

Sabtu, 24 Juni 2017 16:56

Di Sekolah Ini, Satu Guru Ajari Tiga Murid

Belajar di sekolah khusus dan perhatian keluarga sangat berperan penting bagi tumbuh kembang Anak Berkebutuhan…

Sabtu, 24 Juni 2017 16:40

HAH!!! Kepala DLH Kalteng Sebut CPO Cemari Sungai Tak Membahayakan, Kenapa?

SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD Kotim Rudianur meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .