MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 19 Juni 2017 11:12
EDANNNNN!!! Masih Nekat Praktik Maksiat, Ada ASN Pasangan Mesum Pula
TERJARING: Sejumlah pasangan yang diduga mesum dan beberapa warga kembali terjaring dalam razia pekat yang digelar Sabtu (17/6) malam lalu.(RIKI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Razia yang kerap digelar petugas gabungan ternyata tak efektif meredam praktik maksiat di Kota Sampit. Meski beberapa kali banyak yang terjaring, pelakunya terus bermunculan. Tak perduli di bulan Ramadan. Sanksi sosial dan teguran petugas tak lagi mempan.

Fakta itu tergambar dalam beberapa kali razia yang digelar tim gabungan dari Satpol PP, Polres Kotim, TNI, dan sejumlah instansi terkait lainnya. Selama Ramadan ini, petugas tercatat melakukan razia pekat sebanyak tiga kali, yakni 3, 10, dan 17 Juni.

Dari pengamatan, pola dan jadwal razia sebenarnya selalu sama, yakni setiap akhir pekan. Mirisnya, selalu banyak yang terjaring, seolah tak gentar lagi dengan petugas yang mengobok-obok lokasi yang dinilai rawan maksiat. Disinyalir praktik maksiat yang dilakukan di hari-hari lain juga merajalela.

Radar Sampit mencatat, pada 3 Juni, sebanyak tujuh pasangan tidak sah terjaring. Selanjutnya, pada 10 Juni, 11 pasangan tidak sah digelandang petugas. Kondisi serupa terjadi lagi dalam razia akhir pekan lalu (17/6). Sebanyak 11 orang pasangan bukan muhrim kembali terjaring.

Ironisnya, dalam operasi Sabtu lalu, tim menjaring pasangan yang diduga oknum aparatur sipil negara (ASN). Sang wanita mengaku berprofesi sebagai guru, sementara pria pegawai puskesmas di Palangka Raya. Keduanya kedapatan berada dalam satu kamar hotel di Jalan Pramuka.

Keduanya mencoba berkilah dengan mengaku sudah menikah siri. Namun, petugas memeriksa kartu tanda penduduk (KTP) keduanya, statusnya sudah sama-sama menikah, namun dengan alamat berbeda. Keduanya pun diangkut ke kantor Satpol PP bersama pasangan lainnya yang terjaring di sejumlah lokasi berbeda.

”Kami masih mendalami ini dan melakukan penyelidikan. Jika terbukti ASN dan bukan pasangan suami istri, akan kami sampaikan pada atasan masing-masing untuk ditindaklanjuti dan disanksi sesuai aturan,” ujar Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding.

Punding menegaskan, operasi pekat akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadan. Hal tersebut untuk menjaga kesucian bulan puasa, serta menekan angka kenakalan remaja dan seks bebas.

Sanksi Lemah

Pengamat sosial di Kota Sampit Riduwan Kusuma mengatakan, kembali terjaringnya sejumlah pasangan yang diduga berbuat mesum di bulan Ramadan, disebabkan tak ada sanksi tegas pada pasangan yang terjaring sebelumnya. Hal itu membuat sebagian besar calon pelaku tak merasa takut apabila berbuat hal sama.

Pemerintah diminta tak membiarkan kondisi tersebut. Pemkab diharapkan lebih tegas. Apalagi belakangan ini marak kasus pembuangan bayi yang dinilai sebagai dampak dari pergaulan bebas dan praktik maksiat yang tak terkendali. Jika masalah itu dianggap sepele, kasus pembuangan bayi bakal terus terulang.

”Dampaknya pasti ada. Larinya ke mana-mana. Ini perlu ketegasan. Terapkan hukum agar tidak ada lagi yang mengulangi serta memberikan efek jera yang dapat dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Bisa jadi peringatan. Sejauh ini marak pemberitaan mengenai razia pekat, tapi tampaknya tak berpengaruh besar,” ujar Riduwan, Minggu (18/6).

Riduwan menuturkan, selama ini, setiap orang yang terjaring pekat selalu diamankan, kemudian diberikan pembinaan, didata, kemudian dilepaskan begitu saja. Hal tersebut dinilai tak akan bisa memberikan efek jera, terutama kepada orang yang belum pernah ditangkap.

”Jika ditambah lagi dengan adanya efek jera dari sanksi tegas itu akan membuat orang berpikir untuk berbuat,” jelasnya.

Menurut Riduwan, penggunaan teknologi yang tak terkendali di berbagai kalangan juga berimbas pada kian bebasnya pergaulan. Kondisi demikian diperparah dengan lemahnya pengawasan dari lingkungan keluarga. (mir/rm-82/ign)


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 17:17

Suami Evi Diminta Serahkan Diri

SAMPIT – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) meminta Sabran, suami Evi Ningsih,…

Senin, 21 Agustus 2017 17:11

Mobil Dinas DPRD Kotim Bakal Ditarik, Kenapa Gerangan????

SAMPIT – Kenaikan tunjangan anggota DPRD Kotim yang diprediksi hingga dua kali lipat ada konsekuensinya.…

Senin, 21 Agustus 2017 14:46

Teka-teki Kebakaran di MAN Sampit, Begini Kronologi Lengkapnya

SAMPIT – Kebakaran hebat yang melanda MAN Sampit diduga karena ledakan besar dari genset di ruang…

Senin, 21 Agustus 2017 11:42

Ketika Bocah-Bocah Kampung Berjuang Panjat Pinang

Kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tidak hanya dirasakann warga kota saja.…

Senin, 21 Agustus 2017 08:46

Atasi Sampah di Sampit, Begini Cara ala Kepala DLH Baru

 SAMPIT—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim terus memaksimalkan  penanganan sampah khususnya…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:42

Lihat Peserta Pawai, Bupati Kotim Jadi Begini Nih

SAMPIT – Pawai pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:40

WADUH!!! Turis Kehabisan Kelotok dan Pemandu

PANGKALAN BUN – Bulan Agustus menjadi puncak kunjungan turis ke Taman Nasional Tanjung Puting…

Minggu, 20 Agustus 2017 00:34

HAH!!! Wagub Minta Presiden Tarik Teras Narang, Kenapa?

PALANGKA RAYA – Mantan Gubernur Kalteng dua periode Kalteng Agustin Teras Narang dinilai sangat…

Sabtu, 19 Agustus 2017 19:18

SYUKURIN!!!! 600 Ribu Butir Pil Takatek Gagal Beredar

SAMPIT – Setelah diintai, polisi menangkap Evi Ningsih. Perempuan 28 tahun itu menyimpan 600 ribu…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:28

Cieeeee...Paskibra Kotim Dapat Liburan Gratis

SAMPIT –Kerja keras pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .