MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Senin, 10 Juli 2017 14:21
KURANG AJAR!!! Tertangkap Razia, Gepeng Malah Lawan dan Hantam Petugas
DIGELEDAH: Anak punk yang berhasil terjaring digeledah petugas Satpol PP Kotim, Sabtu (8/7) lalu.(AMIRUDIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng), serta anak punk di Kota Sampit, Sabtu (8/7), terjadi insiden. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan anak punk. Mereka kemudian menghantam petugas dengan bogem mentah.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga pengemis dan tiga anak punk. Mereka terjaring di jalanan dan sekitar pusat pertokoan yang kerap dijadikan lokasi mengamen. Setelah diperiksa, uang yang mereka dapatkan cukup menggiurkan, mulai dari Rp 12 ribu – Rp 800 ribu.

Ironisnya, di antara mereka ada seorang pelajar SMA berinisial KA (16) yang ikut bergabung dengan anak punk untuk mengamen. Remaja tersebut saat itu bersama tiga anak punk lainnya di Jalan RA Kartini. Ketika didatangi petugas yang saat itu lima orang, mereka lari dan sempat memberikan perlawanan menggunakan tangan.

Tiga anak punk berhasil kabur setelah bogemnya mengenai petugas, sementara KA berhasil diamankan. Dia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. Ketika digeledah, ditemukan jimat dari kantong celana remaja tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 WIB, setelah mendapat informasi dan laporan dari Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, seoarang pengamen berhasil diamankan. Pria berinisial SYD (38) ini sempat berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan ketika ditangkap.

Gitar yang dibawanya dihantamkan ke lima petugas yang berupaya menahannya. Namun, tenaga SYD tak cukup kuat. Dia berhasil dilumpuhkan dan digiring ke mobil untuk diamankan.

”Ini urusan perut, kalau mau berkelahi ayo. Mau pakai parang, kah,” ungkap SYD saat itu saat diamankan. Wajahnya terlihat memerah.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya jaringan gepeng yang dikendalikan orang-orang tertentu. Pihaknya masih berupaya melacak keberadaan bos gepeng tersebut.

”Banyak informasi yang kita dapatkan. Memang benar mereka ini ada yang mengaturnya. Namun, dari apa yang kami dapatkan saat ini, nanti akan dikembangkan kembali. Benar atau tidak, itu masih dicari tahu,” katanya.

Di tempat sama, Kabid Rehabilitasi Dinsos Kotim Hj Anik Sukarelawati mengatakan, , enam orang yang terjaring tersebut diberikan pengarahan dan pembinaan agar tidak kembali mengulangi perbuatan yang sama.

”Seperti biasa, kita razia yang menjadi rutinitas Dinsos bersama Satpol PP. Dalam satu bulan terakhir, kita sudah empat kali melaksanakan razia. Pertama, dua orang dan sekarang enam yang diamankan. Di antaranya merupakan orang yang sama dan beberapa kali pernah ditangkap sebelumnya,” kata Anik.

Dua pengemis yang diamankan akan dipulangkan ke tempat asalnya menggunakan kapal laut, Senin (10/7), setelah mendapat izin dari Dinsos untuk meninggalkan Kota Sampit.

”Anak punk ini bukan pendatang melainkan warga sini juga. Ada dua orang dan pengemis yang dipulangkan. Saat ini uang mereka (hasil mengamen dan meminta-minta) dan handphone-nya kami amankan. Nantinya tetap akan dikembalikan,” katanya.

Anik menjelaskan, gepeng dan anak punk yang diamankan bukan berasal dari golongan warga tak mampu. Pasalnya, diketahui anak muda dan remaja yang tertangkap menggunakan sepeda motor sebelum beraksi.

”Mereka ini bukan tidak mampu. Mungkin karena sudah watak dan perilaku mengemis dijadikan pekerjaan. Ke depan akan ada langkah-langkah melalui kepala dinas. Mudah-mudahan ini disetujui oleh tim anggaran dan DPRD Kotim. Realisasinya, di RKA (Rencana Kerja Anggaran) 2018 untuk menganggarkan rumah singgah,” katanya. (mir/ign)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 12:40

APESSS!!! Mau Belok, Truk Terperosok

SAMPIT – Sebuah truk bernomor polisi DA 1150 FA bermuatan besi tua yang disopiri Yamani (31) mengalami…

Jumat, 24 November 2017 00:18

Istri ASN Harus Berani Berwirausaha

SAMPIT – Sejumlah istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kotim, yang tergabung dalam…

Jumat, 24 November 2017 00:16
DPRD Kotim

Anggaran Sektor Ini Paling Alot Dibahas

SAMPIT– Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kotim 2018, di DPRD…

Jumat, 24 November 2017 00:09

PERINTAH BUPATI!!! Semua Guru Diminta Hadir

SAMPIT – Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari…

Kamis, 23 November 2017 14:43

Ulama Ajak Umat Muslim Bersatu

SAMUDA – Momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H tanggal 21 November 2017 Masehi,…

Kamis, 23 November 2017 00:30

MANTAP!!! Kawasan Hutan Produksi Dikukuhkan Jadi APL

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim   di masa pemerintahan Bupati Kotim Supian…

Rabu, 22 November 2017 12:13

Percepatan Pembangunan Kawasan Minapolitan

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur salah satu wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan…

Rabu, 22 November 2017 12:11

Membiasakan Anak-Anak Menabung, BRI Junio Ini Pilihan Tepat

SAMPIT – Tabungan BRI Junio merupakan produk BRI yang ditujukan khusus kepada segmen anak dengan…

Rabu, 22 November 2017 11:49

Perempuan dan Anak Wajib Dilindungi

SAMPIT – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Susana…

Rabu, 22 November 2017 11:43
DPRD Kotim

HARUS TEGAS!!! Tertibkan Sopir Truk CPO Ugal-ugalan

SAMPIT– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Shaleh menegaskan pemerintah melalui instansi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .