MANAGED BY:
RABU
26 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Senin, 10 Juli 2017 14:21
KURANG AJAR!!! Tertangkap Razia, Gepeng Malah Lawan dan Hantam Petugas
DIGELEDAH: Anak punk yang berhasil terjaring digeledah petugas Satpol PP Kotim, Sabtu (8/7) lalu.(AMIRUDIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng), serta anak punk di Kota Sampit, Sabtu (8/7), terjadi insiden. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan anak punk. Mereka kemudian menghantam petugas dengan bogem mentah.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga pengemis dan tiga anak punk. Mereka terjaring di jalanan dan sekitar pusat pertokoan yang kerap dijadikan lokasi mengamen. Setelah diperiksa, uang yang mereka dapatkan cukup menggiurkan, mulai dari Rp 12 ribu – Rp 800 ribu.

Ironisnya, di antara mereka ada seorang pelajar SMA berinisial KA (16) yang ikut bergabung dengan anak punk untuk mengamen. Remaja tersebut saat itu bersama tiga anak punk lainnya di Jalan RA Kartini. Ketika didatangi petugas yang saat itu lima orang, mereka lari dan sempat memberikan perlawanan menggunakan tangan.

Tiga anak punk berhasil kabur setelah bogemnya mengenai petugas, sementara KA berhasil diamankan. Dia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. Ketika digeledah, ditemukan jimat dari kantong celana remaja tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 WIB, setelah mendapat informasi dan laporan dari Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, seoarang pengamen berhasil diamankan. Pria berinisial SYD (38) ini sempat berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan ketika ditangkap.

Gitar yang dibawanya dihantamkan ke lima petugas yang berupaya menahannya. Namun, tenaga SYD tak cukup kuat. Dia berhasil dilumpuhkan dan digiring ke mobil untuk diamankan.

”Ini urusan perut, kalau mau berkelahi ayo. Mau pakai parang, kah,” ungkap SYD saat itu saat diamankan. Wajahnya terlihat memerah.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya jaringan gepeng yang dikendalikan orang-orang tertentu. Pihaknya masih berupaya melacak keberadaan bos gepeng tersebut.

”Banyak informasi yang kita dapatkan. Memang benar mereka ini ada yang mengaturnya. Namun, dari apa yang kami dapatkan saat ini, nanti akan dikembangkan kembali. Benar atau tidak, itu masih dicari tahu,” katanya.

Di tempat sama, Kabid Rehabilitasi Dinsos Kotim Hj Anik Sukarelawati mengatakan, , enam orang yang terjaring tersebut diberikan pengarahan dan pembinaan agar tidak kembali mengulangi perbuatan yang sama.

”Seperti biasa, kita razia yang menjadi rutinitas Dinsos bersama Satpol PP. Dalam satu bulan terakhir, kita sudah empat kali melaksanakan razia. Pertama, dua orang dan sekarang enam yang diamankan. Di antaranya merupakan orang yang sama dan beberapa kali pernah ditangkap sebelumnya,” kata Anik.

Dua pengemis yang diamankan akan dipulangkan ke tempat asalnya menggunakan kapal laut, Senin (10/7), setelah mendapat izin dari Dinsos untuk meninggalkan Kota Sampit.

”Anak punk ini bukan pendatang melainkan warga sini juga. Ada dua orang dan pengemis yang dipulangkan. Saat ini uang mereka (hasil mengamen dan meminta-minta) dan handphone-nya kami amankan. Nantinya tetap akan dikembalikan,” katanya.

Anik menjelaskan, gepeng dan anak punk yang diamankan bukan berasal dari golongan warga tak mampu. Pasalnya, diketahui anak muda dan remaja yang tertangkap menggunakan sepeda motor sebelum beraksi.

”Mereka ini bukan tidak mampu. Mungkin karena sudah watak dan perilaku mengemis dijadikan pekerjaan. Ke depan akan ada langkah-langkah melalui kepala dinas. Mudah-mudahan ini disetujui oleh tim anggaran dan DPRD Kotim. Realisasinya, di RKA (Rencana Kerja Anggaran) 2018 untuk menganggarkan rumah singgah,” katanya. (mir/ign)


BACA JUGA

Senin, 24 Juli 2017 11:50

Penting, Identitas Pengunjung THM Perlu Diperiksa, Jangan-Jangan..

SAMPIT-Anggota Komisi I DPRD Kotim Syahbana mendesak, agar Tempat Hiburan Malam (THM) di Kotim …

Sabtu, 22 Juli 2017 13:49

Penggaris Berlogo Komunis, Funstation Mengaku Lalai dan Minta Maaf

SAMPIT – Manajemen arena permainan Funstation di Borneo Citimall Sampit mengaku lalai terkait…

Sabtu, 22 Juli 2017 13:41

Izin Pengusaha Ayam Bakal Dicabut

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) bakal mencabut izin pengusaha…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:36

Yach!!! PAD Sektor Pelabuhan Belum Maksimal

SAMPIT-Anggota Komisi IV DPRD Kotim Muhammad Shaleh memaparkan bahwa potensi kepelabuhanan di Kotim…

Jumat, 21 Juli 2017 14:59

Aawww!!! Agustus, Tarif PDAM Naik, Lihat Daftar Kenaikannya!

SAMPIT – PDAM Dharma Tirta Sampit akan menaikkan tarif mulai 1 Agustus tahun ini. Keputusan ini…

Jumat, 21 Juli 2017 11:16

Nah Lo!!! PDAM Segera Tertibkan Penunggak Rekening

SAMPIT – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit akan melakukan penertiban terhadap…

Kamis, 20 Juli 2017 15:01

ASTAGA!!!! Baju hingga Penggaris Bersimbol PKI Diduga Menyebar di Sampit

SAMPIT – Logo Partai Komunis Indonesia (PKI) diduga menyebar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).…

Kamis, 20 Juli 2017 09:52

Pungutan di Sekolah HARAMMMMMM!!!!

SAMPIT-Pekan lalu,  sejumlah pengurus komite sekolah bersama para kepala sekolah berangkat ke Jakarta…

Rabu, 19 Juli 2017 14:17

BIKIN KESAL!!! Ancam Cabut Izin Peternak Buang Limbah Ayam Sembarangan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengawasi peternak ayam…

Rabu, 19 Juli 2017 10:02

CATAT!!! Rumah Makan Wajib Sediakan Lahan Parkir

SAMPIT - Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Darmawati menilai banyaknya badan jalan digunakan untuk parkir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .