MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Senin, 10 Juli 2017 14:21
KURANG AJAR!!! Tertangkap Razia, Gepeng Malah Lawan dan Hantam Petugas
DIGELEDAH: Anak punk yang berhasil terjaring digeledah petugas Satpol PP Kotim, Sabtu (8/7) lalu.(AMIRUDIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng), serta anak punk di Kota Sampit, Sabtu (8/7), terjadi insiden. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan anak punk. Mereka kemudian menghantam petugas dengan bogem mentah.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga pengemis dan tiga anak punk. Mereka terjaring di jalanan dan sekitar pusat pertokoan yang kerap dijadikan lokasi mengamen. Setelah diperiksa, uang yang mereka dapatkan cukup menggiurkan, mulai dari Rp 12 ribu – Rp 800 ribu.

Ironisnya, di antara mereka ada seorang pelajar SMA berinisial KA (16) yang ikut bergabung dengan anak punk untuk mengamen. Remaja tersebut saat itu bersama tiga anak punk lainnya di Jalan RA Kartini. Ketika didatangi petugas yang saat itu lima orang, mereka lari dan sempat memberikan perlawanan menggunakan tangan.

Tiga anak punk berhasil kabur setelah bogemnya mengenai petugas, sementara KA berhasil diamankan. Dia kemudian dibawa ke kantor Satpol PP. Ketika digeledah, ditemukan jimat dari kantong celana remaja tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 WIB, setelah mendapat informasi dan laporan dari Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, seoarang pengamen berhasil diamankan. Pria berinisial SYD (38) ini sempat berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan ketika ditangkap.

Gitar yang dibawanya dihantamkan ke lima petugas yang berupaya menahannya. Namun, tenaga SYD tak cukup kuat. Dia berhasil dilumpuhkan dan digiring ke mobil untuk diamankan.

”Ini urusan perut, kalau mau berkelahi ayo. Mau pakai parang, kah,” ungkap SYD saat itu saat diamankan. Wajahnya terlihat memerah.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya jaringan gepeng yang dikendalikan orang-orang tertentu. Pihaknya masih berupaya melacak keberadaan bos gepeng tersebut.

”Banyak informasi yang kita dapatkan. Memang benar mereka ini ada yang mengaturnya. Namun, dari apa yang kami dapatkan saat ini, nanti akan dikembangkan kembali. Benar atau tidak, itu masih dicari tahu,” katanya.

Di tempat sama, Kabid Rehabilitasi Dinsos Kotim Hj Anik Sukarelawati mengatakan, , enam orang yang terjaring tersebut diberikan pengarahan dan pembinaan agar tidak kembali mengulangi perbuatan yang sama.

”Seperti biasa, kita razia yang menjadi rutinitas Dinsos bersama Satpol PP. Dalam satu bulan terakhir, kita sudah empat kali melaksanakan razia. Pertama, dua orang dan sekarang enam yang diamankan. Di antaranya merupakan orang yang sama dan beberapa kali pernah ditangkap sebelumnya,” kata Anik.

Dua pengemis yang diamankan akan dipulangkan ke tempat asalnya menggunakan kapal laut, Senin (10/7), setelah mendapat izin dari Dinsos untuk meninggalkan Kota Sampit.

”Anak punk ini bukan pendatang melainkan warga sini juga. Ada dua orang dan pengemis yang dipulangkan. Saat ini uang mereka (hasil mengamen dan meminta-minta) dan handphone-nya kami amankan. Nantinya tetap akan dikembalikan,” katanya.

Anik menjelaskan, gepeng dan anak punk yang diamankan bukan berasal dari golongan warga tak mampu. Pasalnya, diketahui anak muda dan remaja yang tertangkap menggunakan sepeda motor sebelum beraksi.

”Mereka ini bukan tidak mampu. Mungkin karena sudah watak dan perilaku mengemis dijadikan pekerjaan. Ke depan akan ada langkah-langkah melalui kepala dinas. Mudah-mudahan ini disetujui oleh tim anggaran dan DPRD Kotim. Realisasinya, di RKA (Rencana Kerja Anggaran) 2018 untuk menganggarkan rumah singgah,” katanya. (mir/ign)


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 22:18

Mahasiswa STIE Sampit Harus Jadi Panutan Kebaikan

SAMPIT- Mahasiswa sebagai pemuda terpelajar diharapkan mampu menerapkan nilai- nilai agama di kehidupan…

Jumat, 20 April 2018 14:58

NAH KAM AE!!! Mini Market Disoroti Pedagang Kecil

SAMPIT – Masih diakui sebagian besar masyarakat, adanya mini market yang tumbuh di Kota Sampit…

Jumat, 20 April 2018 14:43

WOW!!! Jalan Sehat Target 20 Ribu Peserta, Diisi Peluncuran Buku

SAMPIT—Meramaikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di bulan Mei ini, jalan sehat yang akan…

Jumat, 20 April 2018 10:06

Rumah Sakit Harus Siaga Tangani Pasien DBD

SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit diminta siaga menangani lonjakan pasien…

Jumat, 20 April 2018 10:03

Mantap!!! Festival Budaya Habaring Hurung Lestarikan Budaya Asli

SAMPIT – Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Kamis, 19 April 2018 12:11

DBD Kembali Serang Warga Ketapang

SAMPIT – Demam berdarah dengue (DBD) kembali menjangkiti warga Mentawa Baru Ketapang. Hingga pertengahan…

Kamis, 19 April 2018 09:34

MEMPRIHATINKAN!!! Masyarakat Tak Segan Lagi Saling Hujat

PALANGKA RAYA - Lunturnya semangat kebhinekaan menjadi perhatian serius anggota DPR RI Rahmat Nasution…

Kamis, 19 April 2018 09:22

Perlu Banyak Orang yang Peduli Terhadap Lingkungannya

SAMPIT –  Demi kemajuan daerah perlu lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.…

Kamis, 19 April 2018 08:47

Di Kotim, Baru Tujuh SMP Gelar UNBK

SAMPIT – Di KabupatenKotawaringin Timur baru tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerapkan…

Kamis, 19 April 2018 08:32

Selain Serangan Buaya, Desa Genepo Titik Rawan Karhutla

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memetakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .