MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 15 Juli 2017 10:06
Awal Kemarau Diperkirakan Mundur
CUACA : Kepala BMKG Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Nur Setiawan menjelaskan mengenai perubahan cuaca di Kotim.(DEVITA MAUL/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Awal musim kemarau yang diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatolog dan Geofisika (BKMG) akan terjadi pada akhir bulan Juni lalu ternyata meleset. Kepala BMKG Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Nur Setiawan menjelaskan bahwa adanya gangguan cuaca yang menyebabkan mundurnya awal musim kemarau dari waktu yang telah diprediksikan. Hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saja, melainkan hampir di seluruh wilayah Kalimantan.

”Memang sempat diprediksikan awal kemarau terjadi pada akhir bulan Juni hingga awal Juli. Tapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi iklim diwilayah ini, sehingga berdasarkan pengamatan terakhir diperkirakan hingga pertengahan Juli masih ada peningkatan curah hujan,” kata Nur, ketika ditemui di kantornya, Kamis (13/7).

Dijelaskannya, beberapa faktor yang mempengaruhi berubahnya prakiraan cuaca ini antaralain berkaitan dengan fenomena indeks El-Nino 34 yang diperkirakan akan meningkat mendekati akhir bulan Juni seiring dengan melemahnya fenomena La-Nina pada bulan Mei hingga pertengahan Juni. Namun, ternyata hingga awal Juli, indeks El-Nino 34 masih dalam kondisi normal, yakni antara anomaly 0 hingga 0,5 derajat celcius.

Kemudian pengaruh pola angin terhadap cuaca, saat ini di sebelah timur Kalimantan terdeteksi adanya sirkulasi angin tertutup disebabkan pusat tekanan rendah yang terdapat di lokasi tersebut, sehingga berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan.

”Kendati demikian berdasarkan pengamatan teman-teman (BMKG) se-Indonesia yang kami terima, diprediksi mulai pertengahan hingga akhir Juli nanti curah hujan akan mulai menurun, kemudian diikuti dengan masuknya musim kemarau,” ujarnya.

Lanjutnya, akibat adanya gangguan cuaca ini diperkirakan bahwa kemarau yang terjadi di Kotim tahun ini akan jauh lebih singkat dibanding perkiraan sebelumnya , yakni 3 bulan menjadi 1 bulan dan paling lama 2 bulan. Dimulai pada pertengahan Juli hingga akhir Agustus, kemudian setelah itu akan mulai memasuki musim hujan periode kedua tahun ini yang diperkirakan akan maju satu bulan dari siklus cuaca biasanya.

Ditambahkannya, melihat dari kondisi El-Nino yang masih normal saat ini, nantinya ketika memasuki musim kemarau diperkirakan masih ada hujan. Akan tetapi intensitas curah hujan pada musim kemarau tahun ini lebih sedikit dibandingkan kemarau yang terjadi pada 2016, sehingga belum bisa dikategorikan dalam kemarau basah.

Prediksi ini bisa saja berubah apabila terjadi gangguan atau fenomean alam yang membuat perubahan cuaca di wilayah ini. Oleh sebab itu, pihak BMKG akan tetap memantau kondisi cuaca di daerah ini secara rutin. (vit)

 


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 10:21

Dewan Desak Tertibkan Parkir di Tiga Kawasan Ini

SAMPIT- Anggota Komisi IV DPRD Kotim Hary Rahmad Panca Setia menyoroti persoalan masih banyaknya kendaraan…

Sabtu, 23 September 2017 15:23

Disinyalir Ada Pelanggaran,Gudang Zirkon Disidak, Hasilnya...

PALANGKA RAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa…

Sabtu, 23 September 2017 15:15

Sip!!! Penjualan Lem Bakal Dibatasi

SAMPIT – Penjualan lem di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal dibatasi. Badan Pembentukan…

Sabtu, 23 September 2017 10:05

Duhhhh...Serapan Dana Desa Dikhawatirkan Rendah

SAMPIT-Akibat belum kunjung   selesainya  ketetapan status kawasan hutan di wilayah Kotim,…

Jumat, 22 September 2017 10:23

Pemkab Bakal Awasi Penjualan Lem

SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) akan mengambil langkah tegas untuk menekan…

Jumat, 22 September 2017 08:53

Terus Berjuang, Tim Gabungan Maksimalkan Pemadam Api Portable

SAMPIT—Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terus bekerja maksimal menanggulangi…

Jumat, 22 September 2017 08:40

Korban Didominasi Bocah, Soal Jualan Lem, Ini Alasan Pedagang

SAMPIT – Maraknya kasus remaja ngelem yang terjadi Kota Sampit, membuat para pemilik toko material…

Kamis, 21 September 2017 11:41

Dua Gadis Diseruduk Pikap, Satu Pingsan

SAMPIT – Kecelakaan di perempatan Jalan S Parman-Yos Sudaraso menghebohkan puluhan warga, Rabu…

Kamis, 21 September 2017 11:38

Tim Gabungan Razia Lima Apotek di Sampit, Begini hasilnya

SAMPIT – Tim gabungan lintas lembaga melakukan razia di lima apotek yang tersebar di beberapa…

Kamis, 21 September 2017 11:34

YA TUHAN!!!! Fenomena Ngelem, Delapan Kasus dalam Sebulan

SAMPIT – Kasus anak di bawah umur dan remaja mengisap aroma lem di Kota Sampit cukup tinggi. Dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .