MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 15 Juli 2017 16:00
Dituding Bisniskan Les, Begini Reaksi Guru
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT Sejumlah guru di Kotim merespons keluhan orangtua murid terkait les yang disinyalir dijadikan ajang bisnis oleh tenaga pendidik. Mereka menegaskan, praktik itu kemungkinan besar hanya dilakukan segelintir oknum guru. Guru yang berpegang teguh pada tugasnya, tetap memprioritaskan kecerdasan peserta didik.

”Kami nggak pernah mematok dengan harga. Misalnya, dalam sepuluh kali pertemuan, satu orang siswa wajib bayar Rp 200 -250 ribu.  Namun, kami menyesuaikan dengan kemampuan dan seikhlas  mereka saja,” kata Dewi, seorang guru di Kota Sampit, Jumat (14/7).

Dia menegaskan, tudingan yang muncul akibat keluhan orangtua murid itu, tak semuanya dilakukan guru, hanya ada oknum tertentu. ”Saya yakin guru itu nggak semuanya seperti yang dikatakan, menjadikan les itu bisnis,” katanya.

Dewi mengungkapkan, pihaknya tidak mematok harga karena khawatir hal itu akan jadi masalah oleh Tim Saber Pungli Kotim. ”Sekarang mana berani macam-macam. Kalau berani mematok harga sampai Rp 200 ribu tanpa dasar aturan, bisa ditangkap saber pungli,” katanya.

Trisna, guru honorer di Kota Sampit menjelaskan, pelajaran tambahan melalui les terpaksa diberlakukan karena jam belajar normal di sekolah tak cukup bagi anak didik untuk menguasai materi pelajaran. Apalagi para guru sudah mempunyai rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

”Jadi, anak dituntut harus cepat menguasai materi pelajaran. Kalau tidak, akan ketinggalan dari rencana pembelajaran. Makanya muncul  kegiatan les,” ujarnya.

Tarif yang dipatok, lanjutnya, nilainya variatif. Untuk kegiatan les memang menjadi tambahan penghasilan bagi mereka yang berstatus guru honorer. ”Bayangkan saja, dalam sebulan gaji yang diterima dari sekolah untuk honorer sekolah itu Rp 600 – Rp 800 ribu. Memang kami akui, les ini juga menjadi solusi kami untuk membiayai kebutuhan hidup,” katanya.

Seperti diberitakan, pendidikan menjadi lahan basah bagi sejumlah oknum. Berbagai modus dilakukan untuk mengeruk keuntungan, salah satunya dengan menjadikan les sebagai bisnis. Modusnya, pelajar dikenakan tarif tertentu yang besarannya mencapai ratusan ribu. Hal tersebut kini mulai dikeluhkan orangtua peserta didik.

Orangtua murid yang meminta namanya tak disebutkan, mengungkap, anaknya mengikuti les dengan biaya cukup besar, yakni mencapai Rp 200 ribu per bulan. Meski tak diwajibkan ikut, anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini terpaksa mengikuti untuk menghindari konsekuensi yang mungkin muncul nantinya.

Menurutnya, setiap ulangan umum semester atau tengah semester, soal yang dikeluarkan guru berkutat pada materi yang diberikan saat les. Hal itu dinilai tidak adil bagi siswa yang tidak memilkiki kemampuan finansial untuk ikut les tersebut. Kebanyakan murid tidak ikut karena terkendala biaya.  (ang/ign)

 


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 12:40

APESSS!!! Mau Belok, Truk Terperosok

SAMPIT – Sebuah truk bernomor polisi DA 1150 FA bermuatan besi tua yang disopiri Yamani (31) mengalami…

Jumat, 24 November 2017 00:18

Istri ASN Harus Berani Berwirausaha

SAMPIT – Sejumlah istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kotim, yang tergabung dalam…

Jumat, 24 November 2017 00:16
DPRD Kotim

Anggaran Sektor Ini Paling Alot Dibahas

SAMPIT– Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kotim 2018, di DPRD…

Kamis, 23 November 2017 14:43

Ulama Ajak Umat Muslim Bersatu

SAMUDA – Momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H tanggal 21 November 2017 Masehi,…

Kamis, 23 November 2017 00:30

MANTAP!!! Kawasan Hutan Produksi Dikukuhkan Jadi APL

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim   di masa pemerintahan Bupati Kotim Supian…

Rabu, 22 November 2017 12:13

Percepatan Pembangunan Kawasan Minapolitan

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur salah satu wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan…

Rabu, 22 November 2017 12:11

Membiasakan Anak-Anak Menabung, BRI Junio Ini Pilihan Tepat

SAMPIT – Tabungan BRI Junio merupakan produk BRI yang ditujukan khusus kepada segmen anak dengan…

Rabu, 22 November 2017 12:08

Begini Cara Pemkab Kotim Kurangi Risiko Bencana

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) merupakan daerah rawan bencana banjir, longsor,…

Rabu, 22 November 2017 11:49

Perempuan dan Anak Wajib Dilindungi

SAMPIT – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Susana…

Rabu, 22 November 2017 11:43
DPRD Kotim

HARUS TEGAS!!! Tertibkan Sopir Truk CPO Ugal-ugalan

SAMPIT– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Shaleh menegaskan pemerintah melalui instansi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .