MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 17 Juli 2017 10:02
Banjir di Katingan Tengah Kian Gawat, Lihat Kondisinya!!!

14 Desa di Marikit Terdampak Banjir

BENCANA BANJIR - Nampak jelas luapan air Sungai Katingan dan Samba sudah menenggelamkan pemukiman penduduk di Desa Tumbang Samba dan sekitarnya.(CAMAT KATINGAN TENGAH FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN - Camat Katingan Tengah Hariawan menjelaskan, dalam tahun 2017 wilayahnya sudah dua kali merasakan pahitnya musibah kebanjiran. Bahkan secara umum, luapan air sungai Katingan dan Samba kali ini cenderung lebih parah dibanding musibah sebelumnya.

"Kita terus pantau perkembangannya sampai pagi ini. Debit air sungai nampaknya bertahan seperti kemarin, walaupun wikayah kita semalaman diguyur hujan," imbuhnya kepada Radar Sampit, Minggu (16/7) pagi.

Bukan cuma menyasar kawasan pemukiman dan sentra ekonomi saja, luapan banjir bahkan menenggelamkan sejumlah fasilitas umum hingga perkantoran pemerintah. Praktis, usaha masyarakat lumpuh total.

"Sekolah, tempat ibadah, jalan, bahkan kantor camat dan rumah jabatan camat kitapun ikut menjadi kebanjiran. Terkait kerugian materil masyarakat, tidak dapat diperkirakan berapa jumlahnya karena belum dilakukan pendataan," ungkapnya.

Pun antisipasi berbagai kemungkinan gangguan kesehatan masyarakat, pihak Kecamatan Katingan Tengah sudah mendirikan posko kesehatan gratis khusus korban banjir. Masyarakat diminta aktif manfaatkan pelayanan itu.

"Ini sebetulnya banjir kiriman saja dari wilayah hulu. Kita berharap ini segera berakhir dan tidak berlangsung lama. Pengalaman biasanya, banjir parah cuma berlangsung selama dua hari, kemudian sudah surut. Nah kita tidak tahu kali ini seperti apa," jelasnya.

Camat Marikit Kalpin melaporkan, sedikitnya terdapat 14 desa di wilayahnya yang saat ini terdampak musibah banjir, terutama yang berada di jalur DAS Katingan, Bemban, dan sungai Hiran.

Di antaranya, Desa Tumbang Hiran, Tumbang Dakei, Rangan Burih, Tumbang Bemban, Tumbang Lambi, Rangan Tangko, Tumbang Tabulus, Tumbang Taei, Tumbang Pahanei, Rangan Surai, Kuluk Leleng, .Buntut Leleng, Tumbang Paku, dan Tumbang Mandurei.

"Terkait kerugian material maupun data pemukiman yang kena musibah banjir, masih kita lakukan pendataan dari tiap desa. Semoga dalam waktu dekat sudah terkumpul semua," sebutnya.

Dirinya menjelaskan, lambannya laporan dari pemerintah desa tersebut lantaran putusnya akses jaringan telepon di wilayahnya saat. Kondisi itu diperparah dengan padamnya aliran listrik.

"Data masih kita coba kumpulkan, karena sinyal selular Telkomsel dan PLN baru menyala pukul 10.00 WIB tadi. Listrik sengaja dimatikan, karena takut ada warga yang tersentrum. Apalagi kondisinya banjir parah seperti ini," ujarnya.

Bencana banjir itu ternyata disigapi Polres Katingan dengan cepat. Sedikitnya 30 personel polisi diterjunkan menuju lokasi banjir di sejumlah desa Kecamatan Katingan Tengah.

Keberangkatan rombongan anggota hingga jajaran perwira itu, dipimpin langsung Kabag Ops Polres Katingan Kompol Sumarsono, Minggu (16/7) pagi.

"Kita membawa 30 personel dan 6 orang perwira. Rencana akan kegiatan pelayanan kepolisian ini akan di pusatkan di Desa Tumbang Samba selama seminggu ke depan," simpulnya.

Berdasarkan perkembangan terkini, akses jalan ke Kecamatan Katingan Tengah putus total. Luapan air sudah meluap hingga ke jalan poros utara. Pun demikian dengan akses alternatif melalui KM 30 Jalan Tjilik Riwut Desa Hampalit. Disejumlah titik, badan jalan mulai tergenang air. Praktis, antrean kendaraan mulai mengular. Kondisi itu sudah berlangsung sejak Sabtu (15/7) kemarin. Alternatif yang saat ini paling memungkinkan, yakni melalui jalur Sungai Katingan dengan menggunakan perahu bermesin.

"Kalaupun pakai kelotok, juga berbahaya karena aliran sungai lagi deras-derasnya. Selain itu banyak sampah ranting bahkan batangan pohon tumbang yang larut di sungai," pungkas Ali warga Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan. (agg)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 17:37

Indonesia Gelar Asia Pasific Rainforest Summit

YOGYAKARTA- Negara Republik Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) , menggelar…

Senin, 23 April 2018 08:59

Ramadan Semakin Dekat, Soal Miras, Jangan Tebang Pilih!

SAMPIT— Menjelang bulan suci Ramadan, aparat terkait diminta bertindak tegas terhadap bandar dan…

Jumat, 20 April 2018 15:28

DUDA BEJATTTTT!!! Pacari dan Cabuli Bocah SD

SAMPIT – Seorang bocah sekolah dasar yang masih berusia 13 tahun terbuai rayuan gombal AR, pria…

Jumat, 20 April 2018 15:22

Terekam CCTV, Warga Buru Maling Elpij, Alhasil...i

SAMPIT – Maling tabung gas elpiji, Haidir (18), tak berkutik saat dikepung puluhan warga yang…

Jumat, 20 April 2018 10:15

Dua Jabatan Kepala SOPD Dievaluasi

SAMPIT – Dalam tahapan seleksi lelang jabatan tahun ini, ada dua satuan organisasi perangkat daerah…

Kamis, 19 April 2018 16:13

WADUHHHH!!! Jembatan Sei Rawi Tiga Kali Ambruk

KUALA KURUN – Untuk ketiga kalinya selama dua tahun terakhir, Jembatan Sei Rawi di Kabupaten Gunung…

Kamis, 19 April 2018 08:44

Lelang Terbuka, Pendaftaran Seleksi Jabatan Resmi Dibuka

SAMPIT – Panitia seleksi jabatan membuka pendaftaran sejak 17 April – 15 Mei mendatang.…

Rabu, 18 April 2018 10:59

Sang Pencabut Nyawa Pamit ke Keluarga

SAMPIT – Sarifudin (27), tersangka pembunuhan terhadap Gozali Rahman (23), adik iparnya senduri,…

Rabu, 18 April 2018 09:27

Selesaikan Dulu Masa Jabatan!

SAMPIT – Mendekati tahun politik, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Rabu, 18 April 2018 08:53

Anniversary Radar Sampit Banjir Ucapan Selamat

SAMPIT – Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk ikut memeriahkan hari jadi Radar sampit ke-12.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .