MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Jumat, 11 Agustus 2017 09:17
Soal DBH, Dewan Desak Pemkab Protes ke Pemerintah Pusat
Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli

PROKAL.CO, SAMPIT- Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli menilai, setiap tahun sangat banyak sumber daya alam (SDA), terutama  hasil kelapa sawit seperti crude palm oil (CPO) dari Kotim yang dikirim keluar daerah.  Namun lanjutnya, besarnya hasil SDA dari Kotim yang dibawa keluar tersebut  tidak ada kontribusinya bagi pendapatan daerah.

Berlatar belakang hal itu, dirinya mendesak Pemkab Kotim agar bersikap agar menghentikan aliran pengiriman hasil alam Kotim ke luar daerah, selama tidak ada perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah.

”Hal ini harus diakhiri dan daerah tidak boleh berdiam diri.  Hendaknya daerah menggungat pemerintah pusat soal aturan mengenai DBH itu dengan mengajukan peninjauan kembali,” tegasnya.

Jhon juga mengatakan, yang jadi biang persoalan ini terletak di Undang-Undang No.33 Tahun 2004 tentang perimbangan  keuangan  pusat  dan  daerah. Kemudian Undang-Undang  No.  18  tahun  2004  tentang  perkebunan.

Dipaparkannya, sumber DBH menurut UU No 33 tahun 2004, yaitu berasal dari sektor  kehutanan, pertambangan, perikanan, pertambangan minyak bumi, pertambangan gas bumi dan pertambangan panas bumi.

”Nah itulah sebabnya sektor perkebunan yang  ada di Kalteng berbeda dengan kehutanan seperti yang dimaksud.  Sehingga Kalteng tidak menerima keuntungan dari bagi hasil sektor tersebut. Pemerintah  pusat berdalih,  DBH hanya untuk komoditas yang tidak terbarukan. Sedangkan kelapa sawit bisa ditanam kembali dan tumbuhnya ditanam oleh manusia,” terang Jhon.

Sekali lagi Jhon menegaskan, aturan tersebut harus direvisi berdasarkan prinsip rasa keadilan, mengingat kita sebagai daerah penghasil yang telah diabaikan. ”Kondisi hutan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sektor perkebunan, tidak sebanding dengan dana yang dibagikan pemerintah pusat melalui DBH itu,” cetus Politikus PDI Perjuangan ini.

Ditambahkan Jhon, selama ini, pendapatan daerah dari sektor perkebunan kelapa sawit hanya diperoleh dari sektor pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan dan pendapatan lainnya. Dan tegasnya, pendapatan itu bukan dari produk kelapa sawit dan turunannya.

”Setiap bulan saja,  dari luasan perkebunan sawit di Kotim yang sekitar 600 ribuan hektare itu tidak kurang menghasilkan skitar 200 ribu ton CPO yang dibawa keluar dari daerah ini. Namun daerah hanya bisa melihat hasil alamnya itu diangkut keluar. Sementara konbdisi alam dan ekosistemnya sudah dirusak akibat pembukaan lahan secara besar-besaran,” pungkas Jhon Krisli. (ang/gus)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 14:18

Luar Biasa! Masyarakat Seruyan Antusias Ikuti Jalan Sehat

SAMPIT – Antusiasme masyarakat Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan mengikuti jalan sehat yang dilaksanakan…

Senin, 21 Agustus 2017 11:10

Tahun Ini, Peserta Pawai HUT RI di Sukamara Meningkat

SUKAMARA- Seperti tahun sebelumnya, pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi…

Senin, 21 Agustus 2017 11:08

Masalah Serius di Daerah Ini Sehari Dua Lahan Terbakar

NANGA BULIK – Sosialisasi larangan telah dilakukan, namun masih saja ada kebakaran hutan dan lahan…

Senin, 21 Agustus 2017 08:54

Paskibra Diminta Ikut Perangi Narkoba, Bagaimana Caranya???

SAMPIT— Sebagai genarasi muda pilihan di kabupaten ini, anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra)…

Senin, 21 Agustus 2017 08:27

KEREN!!! Dewan Apresiasi Hasil Kerajinan Tangan Warga Lapas

SAMPIT-Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli  mengapresiasi hasil kerajinan tangan olahan warga binaan,…

Senin, 21 Agustus 2017 08:23

Uch Payah Betul!!! Penertiban Plat Non-KH di Kotim Tidak Konsisten

SAMPIT- Anggota Komisi I DPRD Kotim  H Abdul Khalik menyoroti kebijakan penertiban plat Non-KH…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:51

Kapolres Seruyan Ancam Pembakar Lahan

KUALA PEMBUANG - Saat ini sudah memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Seruyan diminta mewaspadai…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:06

Kultur di Kotim Harus Dukung Pariwisata, Seperti Apa Hendaknya???

SAMPIT-Sekretaris Komisi III DPRD Kotim Hero Harapano menilai,  pembangunan sektor wisata,  termasuk…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:58

Bukan Slogan Semata, Ekonomi Kerakyatan Perlu Pembuktian

SAMPIT-Ketua Komisi II DPRD Kotim, Rudianur meminta  pemerintah agar konsisten memprioritaskan …

Jumat, 18 Agustus 2017 09:03

Expo Ditutup, Lanjut Festival Danau Sembuluh

KUALA PEMBUANG – Seruyan Expo 2017 dalam rangka HUT Kabupaten Seruyan ke-15 resmi ditutup. Perayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .