MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 12 Agustus 2017 16:40
BUPATI MURKA!!! Perintahkan Mutasi Pegawai Disdukcapil
MURKA: Rekaman layar media sosial yang diunggah Bupati Kotawaringin Timur di media sosialnya.(Instagram)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bupati Kotim Supian Hadi berang pada buruknya pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim. Dia mengancam memutasi pegawai di instansi tersebut yang menjadi biang jeleknya pelayanan publik dalam kepengurusan dokumen kependudukan.

Melalui akun Instagramnya, Jumat (11/8), Supian menyemprot pegawai yang menyebabkan pelayanan buruk. Instansi tersebut dinilai telah mempermalukannya sebagai bupati. Dia mengunggah tangkapan layar percakapan di aplikasi Whatsapp terkait tegurannya terhadap Disdukcapil.

”Warning Disdukcapil, agar jadi perhatian serius petugas yang tidak melayani dengan baik dan cepat kepada masyarakat Kotim,” kata Supian.

Buruknya pelayanan di Disdukcapil itu dikeluhkan warga Kotim yang disampaikan melalui akun Instagram Supian Hadi. Akun @luluzulkentrina mengungkapkan, dia telah enam kali mengurus perpindahan domisili ke Disdukcapil.

”Saya datang ke Disdukcapil pukul 08.15 WIB untuk melaporkan perihal pindah/datang ke Kotim. Semua berkas sudah saya lengkapi, termasuk surat pindah dari kota terkait. Dan untuk enam kalinya juga saya harus menelan pil kekecewaan terhadap pelayanan dinas terkait,” ungkapnya.

Kekecewaan tersebut, kata @luluzulkentrina, karena dia belum bisa menyerahkan berkas itu. Pasalnya, petugas bersangkutan selalu mengatakan nomor antrean habis. Dia diminta datang lagi siang hari sekitar pukul 13.00.

”Padahal saat itu masih jam 08.15. Karena ini sudah enam kalinya saya datang dengan jawaban yang sama, otomatis timbul pertanyaan, sebenarnya sampai berapa nomor antrean yang diberikan? Alangkah terkejutnya saya, ternyata nomor antrean yang diberi hanya sepuluh untuk pagi dan lima untuk siang hari,” katanya.

Artinya, lanjutnya, selama pelayanan sepanjang hari itu, hanya 15 nomor antrean yang diberi. Padahal, jumlah penduduk Kotim sekitar 400 ribu jiwa. Dia kemudian mempertanyakan hal itu kepada petugas yang melayani. Namun, bukannya jawaban memuaskan yang diperoleh.

”Kalau banyak diberi nomor antrean, kapan kami bisa pulangnya?” kata @luluzulkentrina menirukan ucapan pegawai Disdukcapil tersebut.

Ternyata, lanjutnya, hal demikian juga dialami sejumlah warga lainnya. Bahkan ada yang sampai rela menunggu dari jam 06.00 untuk mendapat nomor antrean. ”Semoga ke depannya Disdukcapil bisa berbenah dan benar-benar bisa melayani warga Kotim,” katanya.

Supian pun merespons keluhan itu dan memohon maaf atas buruknya pelayanan Disdukcapil. Dia menegaskan, masalah itu akan menjadi perhatian serius. Pelayanan dari aparatur yang tidak memahami slogan bergerak cepat membangun Kotim, akan ditindak tegas.

Masalah itu kemudian disampaikan Supian langsung melalui grup Whatsapp dengan anggota sejumlah pejabat di Kotim, termasuk Kepala Disdukcapil. ”Kenapa pelayanan demikian memprihatinkan, Kadis Dukcapil? Agar bagi pegawai yang melayani demikian untuk diusulkan mutasi dan usulkan ke BKD,” tegasnya.

”Jangan sampai saya selaku Bupati Kotim ke sana (Disdukcapil) dan memaki-maki petugas yang demikian, karena kurang sopan melakukan itu. Dan berikan peringatan keras kepada petugas demikian. Saya selaku Bupati Kotim sangat malu kepada masyarakat terhadap pelayanan yang kurang baik dari kita selaku pelayan masyarakat,” tegasnya.

Supian menegaskan, wajib bagi petugas untuk melayani masyarakat dengan baik. ”Tolong dijabarkan dan diaplikasikan motto bergerak cepat membangun Kotim. Yang tidak bisa melayani masyarakat dengan baik, harap segera membuat permohonan pengunduran diri dari ASN/PNS,” tandasnya. (ign/dwi)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 17:13

Pengakuan Janggal Suami Fitri

SAMPIT – Aparat kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Nur Fitri…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:55

YA TUHAN!!!! Guru Ditebas, Begal Rampas Rp 69,8 Juta

NANGA BULIK – Pembegalan menimpa seorang guru sekolah dasar di Lamandau, Tedy. Aksi pelaku tergolong…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:35

Akai..Akai!!! Cemburu Buta, SN Timpas Teman Sendiri

SUKAMARA – Terbakar api cemburu, seorang petani di Desa Pudu, Kecamatan Sukamara berinisial SN…

Kamis, 19 Oktober 2017 14:03

SAH!!!! MUI Tegaskan Ajaran AJG Sesat

SAMPIT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotim akhirnya mengeluarkan fatwa bahwa ajaran AJG sesat…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:27

Ada yang Coba Main Mistis di Kejaksaan, Menaburkan Garam saat Kasus Besar

SAMPIT – Sejumlah pegawai di kantor Kejaksaan Negeri Kotim kemarin (17/10) dikagetkan adanya garam…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:54

Menelusuri Penambangan Pasir Ujung Pandaran, Benarkah untuk Reklamasi di Jakarta?

Penambangan pasir laut di Desa Ujung Pandaran menyedot perhatian. Kabarnya, pasir itu dikirim untuk…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:39

BREAKING NEWS!!! Api Lumat Rumah Warga di Cempaka Mulia

SAMPIT- Kebakaran di permukiman warga terjadi di Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, pagi ini (19/10).…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:32

Kasus Pembunuhan Fitri Masih Ngambang, Suami Masih Saksi

SAMPIT – Penyelidikan polisi belum mengarah pada penetapan tersangka dalam kasus tewasnya Nur…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:58

Buaya Menggila, Rumah Warga Dipasang Jaring Pengaman

SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit telah mengamati langsung kondisi lingkungan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:36

Misteri Kematian Bunga Mulai Terkuak

SAMPIT – Misteri kematian Nur Fitri alias Bunga (24) mulai ada titik terang. Sekitar tiga jam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .