MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 07 September 2017 11:11
HOOOEEEKKKK JOROK!!! Sampah Menumpuk, Warga Resah
TIDAK TERURUS: Tumpukan sampah di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kuala Pembuang II ini dikeluhkan warga. Pemda seperti tidak mengurus sampah dan membiarkan berhamburan.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KUALA PEMBUANG - Warga RT 24 Kuala Pembuang II mengharapkan agar sampah yang menumpuk di dekat Musala Miftahul Huda, Kuala Pembuang dapat diangkut. Karena, sudah lama tidak terangkut dan dibiarkan begitu saja.

Menurut salah satu warga RT 24, H. Bahlan mengatakan sampah tersebut sudah lama ditumpuk di drainase Jalan Ki Hajar Dewantara. Dirinya khawatir semakin bertumpuk, sampah akan menutupi saluran air.

“Sudah lama sampah berada di situ, tidak diangkut hanya dikumpulkan dan disapu saja oleh petugas yang setiap pagi menyapu jalan,” ujarnya, Rabu (6/9).

Bahkan lanjutnya, pemilik tanah yang mana bak sampah berada di depan lokasinya memasang tanda larangan membuang sampah di tempat tersebut. Lantaran, sampah yang dibuang warga di dalam bak sampah berhamburan, karena baknya tidak muat. Sehingga, sampah yang tidak muat itu semakin bertambah banyak dan menutupi saluran drainase.

Warga RT 24 mengharapkan agar pihak terkait bisa mengangkut sampah yang tersisa tersebut. Karena, sudah menimbulkan bau yang kurang sedap dan bahkan bisa menjadi tempat bersarangnya berbagai macam kuman penyakit.

Bahkan untuk membuang sampah tersebut warga hendak membakarnya, namun merasa takut dengan adanya larangan membakar oleh pemerintah. Sehingga, dibiarkan begitu saja, hingga sampai menimbulkan bau yang kurang sedap. “Kalau dibakar sisa sampah-sampah itu kan dilarang, karena ada peraturannya. Kami berharap agar pemerintah daerah bisa menindaklanjuti,” harapnya.

Sementara, Ketua RT 24 Kuala Pembuang II, Yadi membenarkan jika di lokasi tersebut masih tersisa sampah yang belum diangkut sejak beberapa waktu lalu. Sehingga, warga mengeluhkan sampah tersebut yang sudah menimbulkan bau tidak sedap, terutama warga yang dekat dengan tempat sampah tersebut. “Sampah itu sebenarnya dulunya sedikit saja, namun karena bak sampah yang tersedia hanya satu sehingga sampahnya tidak muat dan akhirnya menunpuk di saluran drainase yang ada,” katanya.

Menurutnya, sampah-sampah itu juga menutupi saluran drainase di tempat pembuang sampah sementara tersebut. Sehingga, hal itu bisa menjadi tempat bersarangnya berbagai macam kuman penyakit, seperti demam berdarah.

“Kami khawatir tumpukan sampah itu bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah. Diharapkan agar sampah-sampah itu segera diangkut dan dibersihkan,” harapnya. (hen/fm)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 08:41

KUA-PPAS Revisi Disahkan

SAMPIT-Dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) untuk Rancangan…

Sabtu, 18 November 2017 08:35

Perlu Regulasi untuk Mendongkrak PAD Kotim

SAMPIT-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dianggap belum tergali…

Jumat, 17 November 2017 10:21

Pramuka Regu Putri Kemah ke Balikpapan

SAMPIT— Anggota kwartir cabang Pramuka regu putri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mewakili…

Jumat, 17 November 2017 10:17

MANTAP!!! Kotim Gencar Gencar Dibudidayakan Bawang Merah

SAMPIT— Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan program pengembangan…

Jumat, 17 November 2017 10:12

Rp 22 Miliar untuk Penataan Sungai di Kotim

SAMPIT- Salah satu hasil reses anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 wilayah Kecamatan…

Jumat, 17 November 2017 10:01

Kepsek Pungli, Pemkab Harus Lihat Kasus secara Kompleks

SAMPIT-Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sarjono menyampaikan kepada seluruh komite dan kepala sekolah,…

Kamis, 16 November 2017 14:11

Mandi Safar, Simbol Persatuan dan Penyucian

SAMPIT – Ribuan warga berkumpul di pesisir Sungai Mentaya, Rabu (15/11) siang. Mereka  berramai-ramai…

Kamis, 16 November 2017 09:45

SOPD Gumas Diminta Tingkatkan Kinerja

KUALA KURUN – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan mengingatkan satuan…

Kamis, 16 November 2017 08:11

Promosikan Wisata, Mandi Safar Dikemas Semakin Menarik

SAMPIT— Ritual budaya mandi safar yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim,…

Kamis, 16 November 2017 08:05

Penanganan Banjir Harus Menyeluruh

SAMPIT-Persoalan banjir dinilai masih jadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di Kota Sampit. Pemerintahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .