MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 08 September 2017 08:30
Penutupan Lokalisasi Perlu Rp 800 Juta
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT-Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun menegaskan, diakhir tahun 2017 ini  aktivitas lokalisasi di wilayah ini harus sudah ditutup. Pihaknya pun sudah mulai menyusun anggaran dana untuk biaya penutupan tersebut, dengan kisaran sekitar Rp 800 juta lebih.

Menurutnya, dana untuk proses penutupan lokalisasi tersebut dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)-Perubahan 2017, yang disharing dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penegasan ini disampaikan Rimbun sebelum pembahasan APBD-Perubahan bersama dengan mitra kerja mereka yakni Dinas Sosial Kotim, baru-baru tadi. Menurutnya, penutupan lokalisasi di Kotim, lebih cepat dirasa lebih baik, sekalipun gerakan nasional terhadap hal itu, batas akhirnya tahun 2019 mendatang.

”Karena ini program nasional, jadi kita harus segera diselesaikan. Jadi anggaran untuk itu memang diprioritaskan oleh komisi III. Maka dari itu untuk Dinsos  kami harapkan eksekusi di lapangan harus terencana dan terukur,” imbuhnya.

Lebih lanjut dipaparkan Rimbun, dana tersebut rencananya untuk memulangkan para pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi, termasuk memberikan mereka uang saku. Menurutnya hingga saat ini tercatat ada 275 PSK yang tersebar di tiga lokalisasidi Kotim. Jumlah PSK terbanyak terdapat di lokalisasi Pasir Putih Km 12 Sampit.

”Dari hasil pendataan terakhir kami bersama Satpol PP ada 275 PSK, ada 190 orang di Lokalisasi Pasir Putih Km 12,  lalu sebanyak  62 PSK di Parenggean, dan 23 orang di Desa Tangar,” pungkasnya.

Ditambahkan, para PSK ini akan dikompendasi  sebesar Rp5 juta lebih per orang, baik itu untuk para mucikarinya setelah terlaksananya penutupan lokalisasi. Anggaran itu digunakan, yakni Rp3 juta untuk usaha ekonomi produktif, Rp1,8 juta untuk jaminan hidup sementara, dan Rp 250ribu untuk transportasi saat mereka dipulangkan ke tempat asal, dari kompleks lokalisasi. (ang/gus)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 12:06

Banyak Cerita di Balik Secangkir Kopi

SECANGKIR  kopi mampu merekatkan keragaman. Banyak orang menemukan keakraban di antara segelas…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

Sukseskan Pertanian Seruyan, DKPP Rapatkan Barisan

KUALA PEMBUANG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Kabupaten Seruyan menggelar rapat kerja…

Selasa, 20 Februari 2018 17:50

WADUH!!! Pasar Mangkikit Tak Kunjung Beres

SAMPIT – Persatuan Pedagang Pasar Mangkikit (PPPM) yang diketuai oleh M Sholeh berharap pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 17:44

Warga Pondok Damar Tuntut Realisasi Plasma

SAMPIT –  Warga Desa Pondok Damar dan salah satu perusahaan besar swasta (PBS) menggelar…

Selasa, 20 Februari 2018 11:59

PDAM Kuala Pembuang Beri Subsidi Pelanggan Baru

KUALA PEMBUANG - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, tahun ini…

Selasa, 20 Februari 2018 10:28

AWAS!!! Jangan Rusak Situs Budaya

SAMPIT-Ketua Komisi II DPRD Kotim, Rudianur mengingatkan kepada seluruh investor di Kotim untuk menghargai…

Senin, 19 Februari 2018 11:40

Keterlaluan! Kebakaran Lahan Diduga Disengaja

SAMPIT – Kebakaran yang terjadi di Jalan Pelita Barat diduga ada unsur kesengajaan. Di lokasi…

Senin, 19 Februari 2018 09:18

Dewan Juri OSN Harus Objektif

SAMPIT – Sebanyak 23 sekolah dasar negeri dan swasta di Kecamatan Baamang mengutus perwakilan…

Sabtu, 17 Februari 2018 16:12

Atraksi Barongsai untuk Mengusir Roh Jahat

SAMPIT – Pada perayaan tahun baru Imlek 2569 atau 2018 di Kota Sampit kemarin (16/2), antraksi…

Sabtu, 17 Februari 2018 16:06

Bupati Jalin Silaturahmi di Hari Perayaan Imlek

SAMPIT— Komposisi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bisa dikatakan sangat majemuk,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .