MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOLOM

Minggu, 10 September 2017 00:18
Rivalitas Politik yang Luluh oleh Kebhinnekaan
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, Oleh: Agung Ahmadi)*

Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan balap karung dan panjat pinang, pemasangan umbul-umbul di lingkungan atau bahkan pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah kita masing-masing. Perayaan ini bukan sekadar pesta atau kemeriahan sesaat yang tidak memiliki makna.

Kemerdekaan adalah soal sikap mental mencintai Indonesia, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perbuatan baik bagi sesama tanpa memandang perbedaan yang ada. Perayaan ini diharapkan menjadi refleksi tentang perjuangan bangsa agar tidak hanya sebatas pesta hura-hura, tapi benar-benar menyentuh makna kemerdekaan itu sendiri.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara tampak pemimpin dan mantan pemimpin negara kita berkumpulmengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yakni Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Atmosfer persatuan  kelihatannya terasa sangat berbeda dan lebih kuat pada kondisi ini dikarenakan sangat jarang acara kenegaraan menggunakan pakaian adat.Ada suatu nilai dan pesan yang ingin disampaikan oleh pemimpin negarakepada publik terkait kebhinnekaan Indonesia.

”Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjadi contoh bagi bawahannya”, konsep ini menjadi konsep yang cocok untuk menggambarkan kondisi ini. Semoga masyarakat kita juga terkesan dengan kondisi ini dan mencontoh hal tersebut.

Sayangnya, contoh ini sempat hilang dikarenakan rivalitas politik yang terjadi belakangan ini, bahkan konflik ini merambat hingga ke masyarakat luas. Ini adalah pertama kalinya SBY menghadiri upacara kemerdekaan di Istana setelah lepas jabatan sebagai Presiden RI. Sementara, Megawati juga tidak pernah hadir di Istana selama sepuluh tahun SBY menjabat.

Namun, apa yang kita lihat pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu sangat melegakan. Kedua tokoh tersebut menunjukkan bahwa urusan ataupun pilihan politik bisa berbeda-beda, namun kalau sudah bicara urusan NKRI harus bersama dan bersatu. SBY dan Megawati berani menekan rasa ego mereka dan terlihat akrab pada saat peringatan Hari Kemerdekaan.

Rivalitas politik belakangan ini menjadi badai yang membuat renggang hubungan beberapa tokoh negara kita, namun sepertinya para tokoh negara ini dapat mengambil pelajaran dari permasalahan tersebut untuk semakin memperkuat hubungan.

Para pemimpin negara sudah memberikan contoh yang sangat mulia. Alangkah lebih baik jika kita sebagai rakyat juga turut menekan ego masing-masing dan mencontoh seperti yang dilakukan pemimpin kita. Rivalitas hanyalah sebatas persaingan, sementara permusuhan yang dibesar-besarkan akan menghancurkan negara ini. )*Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Pancasila


BACA JUGA

Selasa, 07 November 2017 11:11

Dana Aspirasi Diwujudkan Alat Pertanian

PULANG PISAU - Sejumlah petani di wilayah Pulang Pisau akhirnya bisa bernafas lega. Usulan permintaan…

Senin, 06 November 2017 07:59

Duhhhhh Bikin Jengkel..!!! Kendaraan Ngebut Dikeluhkan

SAMPIT-Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Shaleh mengeluhkan laju kendaraan berkecepatan tinggi…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:19

Uji Kemampuan Manajemen, Calon Sekda Tegang

SAMPIT – Lima peserta calon Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, memaparkan makalah…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:21

Membangun hingga ke Ujung Negeri

Oleh: Robertinus Sulu )* Jokowi mencanangkan program nawacita, salah satu programnya adalah membangun…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:14

Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

Oleh : Robertinus Sulu )* Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau…

Sabtu, 07 Oktober 2017 22:11

Isu Komunis dalam Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Dodik Prasetyo )* Manuver Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, sampai saat ini masih…

Senin, 02 Oktober 2017 08:19

Dewan Minta Maksimalkan Pajak Reklame, Ternyata Selama Ini..

SAMPIT-Ketua Komisi I DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo  meminta agar penggalian Pendapatan Asli Daerah…

Minggu, 24 September 2017 00:28

Menjelang Tiga Tahun Membangun Indonesia

Oleh: Agung Prasetyo )* Memasuki tiga tahun pemerintahan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tepat…

Minggu, 24 September 2017 00:24

Antisipasi Kebakaran Hutan 2017

Oleh: Yanuar Manurung )* Kebakaran hutan..... Apakah yang pertama sekali pembaca bayangkan ketika mendengar…

Sabtu, 16 September 2017 23:32

Bisnis di Balik Konflik Rohingya

Oleh: Jefry Untung )* Beberapa waktu belakangan ini tentu konflik Rohingya menjadi Headline news di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .