MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOLOM

Minggu, 10 September 2017 00:18
Rivalitas Politik yang Luluh oleh Kebhinnekaan
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, Oleh: Agung Ahmadi)*

Seringkali kali kita masih mengartikan kemerdekaan sekadar perlombaan balap karung dan panjat pinang, pemasangan umbul-umbul di lingkungan atau bahkan pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah kita masing-masing. Perayaan ini bukan sekadar pesta atau kemeriahan sesaat yang tidak memiliki makna.

Kemerdekaan adalah soal sikap mental mencintai Indonesia, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perbuatan baik bagi sesama tanpa memandang perbedaan yang ada. Perayaan ini diharapkan menjadi refleksi tentang perjuangan bangsa agar tidak hanya sebatas pesta hura-hura, tapi benar-benar menyentuh makna kemerdekaan itu sendiri.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara tampak pemimpin dan mantan pemimpin negara kita berkumpulmengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yakni Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Atmosfer persatuan  kelihatannya terasa sangat berbeda dan lebih kuat pada kondisi ini dikarenakan sangat jarang acara kenegaraan menggunakan pakaian adat.Ada suatu nilai dan pesan yang ingin disampaikan oleh pemimpin negarakepada publik terkait kebhinnekaan Indonesia.

”Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjadi contoh bagi bawahannya”, konsep ini menjadi konsep yang cocok untuk menggambarkan kondisi ini. Semoga masyarakat kita juga terkesan dengan kondisi ini dan mencontoh hal tersebut.

Sayangnya, contoh ini sempat hilang dikarenakan rivalitas politik yang terjadi belakangan ini, bahkan konflik ini merambat hingga ke masyarakat luas. Ini adalah pertama kalinya SBY menghadiri upacara kemerdekaan di Istana setelah lepas jabatan sebagai Presiden RI. Sementara, Megawati juga tidak pernah hadir di Istana selama sepuluh tahun SBY menjabat.

Namun, apa yang kita lihat pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus lalu sangat melegakan. Kedua tokoh tersebut menunjukkan bahwa urusan ataupun pilihan politik bisa berbeda-beda, namun kalau sudah bicara urusan NKRI harus bersama dan bersatu. SBY dan Megawati berani menekan rasa ego mereka dan terlihat akrab pada saat peringatan Hari Kemerdekaan.

Rivalitas politik belakangan ini menjadi badai yang membuat renggang hubungan beberapa tokoh negara kita, namun sepertinya para tokoh negara ini dapat mengambil pelajaran dari permasalahan tersebut untuk semakin memperkuat hubungan.

Para pemimpin negara sudah memberikan contoh yang sangat mulia. Alangkah lebih baik jika kita sebagai rakyat juga turut menekan ego masing-masing dan mencontoh seperti yang dilakukan pemimpin kita. Rivalitas hanyalah sebatas persaingan, sementara permusuhan yang dibesar-besarkan akan menghancurkan negara ini. )*Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Pancasila


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 23:32

Bisnis di Balik Konflik Rohingya

Oleh: Jefry Untung )* Beberapa waktu belakangan ini tentu konflik Rohingya menjadi Headline news di…

Kamis, 31 Agustus 2017 14:11

Berbuat Bersama untuk Kemajuan Indonesia

Oleh: Faisal Najamudin  S.I.P Pada Senin 20 Oktober 2014, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla…

Minggu, 27 Agustus 2017 21:53

Media Massa Berperan Sebarkan Kebhinekaan

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia bersama DPP Peradah Indonesia Provinsi…

Rabu, 16 Agustus 2017 11:58

Wartawan Perbatasan Harus Berani Sampaikan Fakta

Wartawan yang bertugas meliput peristiwa di perbatasan, harus berani menyampaikan fakta. Meskipun konsekuensinya…

Minggu, 30 Juli 2017 01:01

Radikalisasi Dunia Maya

Oleh: Arjuna Wijaya )* Dewasa ini, hampir disemua kalangan umur anak remaja Indonesia merupakan sebuah…

Minggu, 30 Juli 2017 00:56

Internet untuk Propaganda Teroris

Oleh: Ardian Wiwaha )* Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensif dari…

Minggu, 16 Juli 2017 14:43

Mengenal Situs Radikal

Oleh: Ananda Putra Pratama )* Kontroversi acapkali muncul ketika pemerintah melalu instansi resminya…

Minggu, 16 Juli 2017 14:42

Filosofi Pancasila

Oleh: Ricky Rinaldi)* Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta filsafat hidup bangsa Indonesia,…

Minggu, 16 Juli 2017 14:40

Deradikalisasi Dunia Maya

Oleh: Ardian Wiwaha )* Harus diakui bahwa deradikalisasi dunia maya atau yang dikenal dengan online…

Senin, 10 Juli 2017 09:40

Duh..Penataan Kota Sampit Mulai Rumit

SAMPIT-Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus  menilai, untuk menata kawasan perkotaan Sampit saat ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .