MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Rabu, 13 September 2017 09:17
Dewan Katingan Dukung Ritual Mapas Lewu
KERUH - Air Sungai Katingan di Desa Tumbang Samba Kecamatan Katingan terlihat sangat keruh dari biasanya. Warga bantaran sungai mengeluhkan kondisi tersebut, Senin (11/9).(ANDREW FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN - Anggota DPRD Katingan mendukung rencana SOPD yang hendak melaksanakan ritual mapas lewu (tolak bala). Wacana itu kembali menyeruak seiring banyaknya bencana di Katingan.

Ketua DPRD Katingan Igantius Mantir Ledie Nussa mengatakan, suku Dayak sejak zaman dahulu mempercayai bahwa segala bentuk pelanggaran atau dosa yang cukup berat harus dikenakan hukum adat berupa singer (denda) hingga mapas lewu atau ritual adat untuk menjauhkan masyarakat dari mara bahaya.

"Untuk itulah kami menunggu kesiapan dari SOPD yang bersangkutan, kapan kira-kira dilaksanakan mapas lewu tersebut. Ritual ini harus dilakukan, karena adanya suatu persistiwa atau kejadian yang berhubungan dengan perbuatan yang tidak baik. Apalagi dilakukan oleh pejabat nomor satu di Katingan saat itu," ungkapnya, Senin (11/9) kemarin.

Ritual mapas lewu dilakukan guna menghindari kehidupan masyarakat Katingan dari segala musibah maupun pertikaian. Para tokoh adat percaya, apabila tidak dilakukan segera maka akan menimbulkan bencana atau musibah susulan yang lebih besar. Upaya tolak bala diharapkan mampu menciptakan suasana kerukunan dan keharmonisan antara manusia dengan alam. Mapas lewu dapat diartikan sebagai upacara tolak bala.

"Dalam tahun 2017 saja, sudah terjadi tiga kali musibah banjir yang cukup besar dan sangat merugikan masyarakat. Padahal sejak berdiri tahun 2002 lalu, tidak pernah sekalipun datang musibah banjir sebegitu parah dengan waktu yang sangat berdekatan," tukasnya.

Kini masyarakat kembali dikejutkan dengan raibnya sebagian besar uang di APBD Kabupaten Katingan 2014 sebesar Rp 35 miliar yang disimpan di salah satu bank di Jakarta. Informasinya, kini uang tersebut cuma tersedia sekitar Rp 900 juta. Sedangkan sisanya belum diketahui keberadaannya. Kebenaran kasus tersebut masih simpang siur.

Sementara itu, anggota DPRD Katingan Karyadi menambahkan, beberapa hari terakhir masyarakat di wilayah utara khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Samba mengeluhkan memburuknya kualitas sungai.

"Padahal Sungai Samba merupakan salah satu sungai yang paling bersih dibanding aliran sungai yang lain di Katingan. Tapi kini kondisinya sangat berbeda, saya juga tidak tahu mengapa. Yang jelas, air tidak bisa dimanfaatkan bahkan untuk mandi sekalipun," tukasnya.

Peristiwa itu tidak seperti biasanya. Sebab saat air sungai mulai meluap, warna air atau lumpur sungai cenderung stabil.

"Pertanyaannya adalah apakah ini merupakan fenomena alam di Sungai Katingan atau memang ada hal lain yang menyebabkan," imbuhnya.

Katingan memang masih memiliki kawasan hutan perawan seperti Taman Nasional Bukit Baka Bukit, namun tidak dapat dimungkiri bahwa di sekitarnya masih aktif pekerjaan beberapa pemegang IUPPHK (izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu).

"Ada juga masyarakat kita yang berusaha melakukan penambangan pada daerah aliran sungai sebagai mata pencaharian untuk mendapat sesuap nasi. Karena memang sumber usaha lainnya belum ada, inipun berkaitan dengan anjloknya harga beberapa komoditas hasil perkebunan seperti karet dan rotan," pungkasnya. (agg/yit)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 15:35

Waaa Cemen!!! Pacar Sama Pria Lain, Sarip Terjun dari Jembatan

MUARA TEWEH – Diduga karena cemburu, Sarip, warga Lanjas, Kabupaten Barito Utara, berusaha mengakhiri…

Selasa, 22 Mei 2018 11:36

Melalui Bukber, BKKBN Terapkan 8 Fungsi Keluarga

PALANGKA RAYA – Dalam rangka bulan Ramadan 1439 H, Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana…

Selasa, 22 Mei 2018 11:16

AWAS!!! Berita Hoax Mengurangi Nilai Puasa

PALANGKA RAYA - Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail menghadiri buka bersama (bukber) yang digelar…

Selasa, 22 Mei 2018 11:13

2019, Kalteng Bebas Prostitusi

PALANGKA RAYA - Jalin silaturahmi, keakraban sekaligus berkeinginan meningkatkan iman dan taqwa dalam…

Selasa, 22 Mei 2018 10:57

NAH KAM!!! Bupati Ancam Cabut Izin Pangkalan Elpiji

PANGKALAN BUN- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat mengharapkan agar seluruh pangkalan elpiji tidak…

Senin, 21 Mei 2018 17:24

SIKATTTT NDAN!!! Bawa Lima Paket, Pengedar Sabu Dibekuk

PALANGKA RAYA – WR (30) dan SM (42) dua Jalan Sumetera, terindikasi pengedar narkotika berhasil…

Senin, 21 Mei 2018 11:26

16 Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing

PALANGKA RAYA - Sebanyak 16 anak penderita bibir sumbing dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan…

Senin, 21 Mei 2018 11:24

Semua Elemen Diminta Lawan Teror

PALANGKA RAYA - Aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Riau menjadi perhatian serius Gubernur Kalteng…

Senin, 21 Mei 2018 11:20

Jaga Toleransi Antarumat Beragama

KUALA KURUN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Punding…

Senin, 21 Mei 2018 11:18

Bazar Ramadan Bantu Pengusaha Mikro Kecil

KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .