MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 14 September 2017 09:00
DUHHHHH!!!! Sungai Samba Berlumpur, Warga Dua Kecamatan Tersiksa
KERUH: Warga Desa Tumbang Kaman, Kecamatan Sanaman Mantikei, saat menyandarkan perahu motornya ke dermaga di tengah kondisi air sungai yang keruh.(YANEL FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN – Kondisi air Sungai Samba yang dikenal bersih dan jernih kini keruh dan menguning, bercampur lumpur. Fenomena alam itu mengejutkan masyarakat. Belum diketahui pasti faktor penyebabnya. Yang jelas, wilayah Utara sejak beberapa hari terakhir diguyur hujan secara konstan. 

Akibat kualitas air sungai yang sangat buruk itu, masyarakat di dua kecamatan, seperti Petak Malai dan Sanaman Mantikei tersiksa. Warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari, lantaran listrik untuk menghadirkan air tanah padam beberapa hari.

Anggota DPRD Katingan Yanel menuturkan, sejak empat hari terakhir, air Sungai Samba berubah warna menjadi kuning kecokelatan lantaran bercampur lumpur yang cukup pekat. Perubahan kualitas air secara signifikan tersebut, ditengarai akibat tingginya curah hujan di hulu sungai.

”Sampai hari ini kondisi air Sungai Samba di Kecamatan Sanaman Mantikei masih sangat keruh bercampur lumpur. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Diperkirakan berasal dari bagian hulu Sungai Baraoi, anak Sungai Samba di Kecamatan Petak Malai," ungkapnya kepada Radar Sampit, Rabu (13/9).

Berdasarkan informasi, kata Yanel, tingginya tingkat kekeruhan air sungai itu akibat peristiwa tanah atau tebing sungai yang longsor. 

”Karena curah hujan tinggi, otomatis membuat debit air makin tinggi. Akhirnya, tanah kuning di tebing sungai menjadi longsor dan bercampur dengan air," jelasnya.

Wilayah yang terdampak air keruh berlumpur dimulai dari Desa Tumbang Baraoi sampai Dusun Tumbang Papi di Kecamatan Petak Malai. Di Kecamatan Sanaman Mantikei, diperkirakan ada 10 desa yang terdampak. Pasalnya, semua desa itu dialiri sungai yang sama.

”Seperti Desa Tumbang Atei, Desa Tumbang Pangka, Desa Tumbang Kanei,

Desa Kuluk Habuhus, Desa Kamantu, Desa Tumbang Manggu, Desa Tumbang Kaman, Desa Tumbang Labehu, Desa Rantau Bangkiang, dan Desa Dehes," ujarnya.

Penderitaan masyarakat lokal makin memuncak. Setelah pasokan listrik ke beberapa desa tersebut padam, terutama saat pagi dan sore. Tak ayal, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk mandi maupun keperluan kosumsi/masak.

”Kondisi ini diperparah lagi dengan matinya listrik, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan mandi, cuci, kakus (MCK), khususnya bagi warga yang sehari-hari mengandalkan air Sungai Samba untuk memenuhi kebutuhan air," katanya.

Dia berharap Pemkab Katingan segera memberikan solusi untuk membantu masyarakat wilayah Utara.

”Saat ini air sungai berlumpur sudah mengalir hingga ke Kecamatan Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sanggalang Garing, Katingan Hilir bahkan Tasik Payawan," katanya.

Akibat kekeruhan air di atas normal tersebut, ujarnya, para petani budidaya ikan keramba di Katingan waswas. Bahkan, informasinya, ikan jenis nila dan mas mulai mati di beberapa tempat.

”Keramba ikan milik masyarakat di Kasongan bahkan banyak yang sudah mati, baik ikan yang berusia bibit hingga dewasa atau empat bulanan," katanya.

Akibat tingginya curah hujan, ujar Yanel, wilayah Desa Tumbang Tangoi kini terisolir. Pasalnya, sebuah bukit yang berada di sekitar jalan mainroad HPH PT Fitamaya Asmapara lonsor hingga menutup jalan sepanjang 200 meter.

”Tidak ada lagi akses keluar masuk desa tersebut, baik roda dua maupun lebih. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/9) kemarin. Informasi ini baru saya dapat juga dari Ketua BPD Tumbang Tangoi," pungkasnya. (agg/ign)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 10:12

Cari Obat Ilegal, Polisi Obok-Obok Apotek

PALANGKA RAYA – Kasus peredaran pil Paracetamol, Caffein dan Carisoprodol (PCC) di beberapa kota…

Kamis, 21 September 2017 12:00

NJIRRR!!! Mahasiswa Jual Janda dan Gadis via Online

PALANGKA RAYA – Bisnis kenikmatan memang tak ada habisnya. Selalu muncul dengan cara-cara anyar.…

Rabu, 20 September 2017 17:22

Dugaan Aliran Sesat, Sebelum Pengajian, Pengikut Diminta Lakukan Ini Dulu

SAMPIT – Pengikut AJG, pria yang diduga menyebarkan aliran sesat, tersebar di Samuda dan sekitarnya.…

Rabu, 20 September 2017 17:19

Wah Payah!!! Eks Kepala BPN Kotim Kembali Mangkir

SAMPIT – Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim Jamaludin kemabali mangkir dari panggilan…

Rabu, 20 September 2017 17:16

APBD Katingan Raib, DPRD Bakal Bentuk Pansus

KASONGAN – Desas-desus raibnya uang sebesar Rp 100 miliar di APBD Katingan tahun 2014 yang disimpan…

Rabu, 20 September 2017 13:47

KOMPAK ANTI PKI!!! AMPG Instruksikan Nobar Film G30S/PKI

SAMPIT- Aksi nonton bareng  gerakan 30 September (G30S) PKI kian ramai . Sejumlah organisasi kemasyarakatan,…

Rabu, 20 September 2017 10:20

HEBOHHHH!!! Buaya Muncul di Tengah Sungai Mentaya

SAMPIT – Kemunculan buaya di tengah Sungai Mentaya menghebohkan masyarakat. Ada tiga orang yang…

Rabu, 20 September 2017 09:54

Kejari Tahan Tersangka Baru Korupsi RSUD Lamandau

NANGA BULIK - Kejaksaan Negeri Lamandau  menahan tersangka baru kasus korupsi sumur bor RSUD Lamandau,kemarin…

Selasa, 19 September 2017 16:20

Kantor Pengacara Diteror, Gegana Amankan Tas Diduga Berisi Bom

PALANGKA RAYA – Ransel hitam yang teronggok di depan kantor pengacara Henry S Dalim di Jalan Temanggung…

Selasa, 19 September 2017 15:33

TERNYATA!!! Ajaran Sesat Sudah Menyebar ke Samuda

SAMPIT – Meski bermarkas di Kelurahan Baamang, namun pengikut AJG yang diduga menyebarkan ajaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .