MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 14 September 2017 09:00
DUHHHHH!!!! Sungai Samba Berlumpur, Warga Dua Kecamatan Tersiksa
KERUH: Warga Desa Tumbang Kaman, Kecamatan Sanaman Mantikei, saat menyandarkan perahu motornya ke dermaga di tengah kondisi air sungai yang keruh.(YANEL FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN – Kondisi air Sungai Samba yang dikenal bersih dan jernih kini keruh dan menguning, bercampur lumpur. Fenomena alam itu mengejutkan masyarakat. Belum diketahui pasti faktor penyebabnya. Yang jelas, wilayah Utara sejak beberapa hari terakhir diguyur hujan secara konstan. 

Akibat kualitas air sungai yang sangat buruk itu, masyarakat di dua kecamatan, seperti Petak Malai dan Sanaman Mantikei tersiksa. Warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari, lantaran listrik untuk menghadirkan air tanah padam beberapa hari.

Anggota DPRD Katingan Yanel menuturkan, sejak empat hari terakhir, air Sungai Samba berubah warna menjadi kuning kecokelatan lantaran bercampur lumpur yang cukup pekat. Perubahan kualitas air secara signifikan tersebut, ditengarai akibat tingginya curah hujan di hulu sungai.

”Sampai hari ini kondisi air Sungai Samba di Kecamatan Sanaman Mantikei masih sangat keruh bercampur lumpur. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Diperkirakan berasal dari bagian hulu Sungai Baraoi, anak Sungai Samba di Kecamatan Petak Malai," ungkapnya kepada Radar Sampit, Rabu (13/9).

Berdasarkan informasi, kata Yanel, tingginya tingkat kekeruhan air sungai itu akibat peristiwa tanah atau tebing sungai yang longsor. 

”Karena curah hujan tinggi, otomatis membuat debit air makin tinggi. Akhirnya, tanah kuning di tebing sungai menjadi longsor dan bercampur dengan air," jelasnya.

Wilayah yang terdampak air keruh berlumpur dimulai dari Desa Tumbang Baraoi sampai Dusun Tumbang Papi di Kecamatan Petak Malai. Di Kecamatan Sanaman Mantikei, diperkirakan ada 10 desa yang terdampak. Pasalnya, semua desa itu dialiri sungai yang sama.

”Seperti Desa Tumbang Atei, Desa Tumbang Pangka, Desa Tumbang Kanei,

Desa Kuluk Habuhus, Desa Kamantu, Desa Tumbang Manggu, Desa Tumbang Kaman, Desa Tumbang Labehu, Desa Rantau Bangkiang, dan Desa Dehes," ujarnya.

Penderitaan masyarakat lokal makin memuncak. Setelah pasokan listrik ke beberapa desa tersebut padam, terutama saat pagi dan sore. Tak ayal, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk mandi maupun keperluan kosumsi/masak.

”Kondisi ini diperparah lagi dengan matinya listrik, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan mandi, cuci, kakus (MCK), khususnya bagi warga yang sehari-hari mengandalkan air Sungai Samba untuk memenuhi kebutuhan air," katanya.

Dia berharap Pemkab Katingan segera memberikan solusi untuk membantu masyarakat wilayah Utara.

”Saat ini air sungai berlumpur sudah mengalir hingga ke Kecamatan Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sanggalang Garing, Katingan Hilir bahkan Tasik Payawan," katanya.

Akibat kekeruhan air di atas normal tersebut, ujarnya, para petani budidaya ikan keramba di Katingan waswas. Bahkan, informasinya, ikan jenis nila dan mas mulai mati di beberapa tempat.

”Keramba ikan milik masyarakat di Kasongan bahkan banyak yang sudah mati, baik ikan yang berusia bibit hingga dewasa atau empat bulanan," katanya.

Akibat tingginya curah hujan, ujar Yanel, wilayah Desa Tumbang Tangoi kini terisolir. Pasalnya, sebuah bukit yang berada di sekitar jalan mainroad HPH PT Fitamaya Asmapara lonsor hingga menutup jalan sepanjang 200 meter.

”Tidak ada lagi akses keluar masuk desa tersebut, baik roda dua maupun lebih. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/9) kemarin. Informasi ini baru saya dapat juga dari Ketua BPD Tumbang Tangoi," pungkasnya. (agg/ign)

 


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 11:28

Rapat Elpiji Tingkat RT Ehhh..Mendadak Tes Urine, Begini Jadinya..

PANGKALAN BUN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar) semakin gencar…

Kamis, 16 November 2017 15:25

Pantang Menyerah, Nasabah Credit Union Siap ”Gugat” sampai Presiden

SAMPIT – Nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (EPI) Sampit mendesak pihak terkait memperhatikan…

Kamis, 16 November 2017 15:21

NAH KAM AE!!!! Simpan Sabu, Pegawai Damkar Diciduk

SAMPIT – Oknum pegawai honor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kotawaringin Timur, Muammar Adhabi…

Kamis, 16 November 2017 09:08

Kematian Fitri Belum Terungkap, Polisi Gelar Perkara Lagi

PALANGKA RAYA – Kasus pembunuhan terhadap Nur Fitri (24) masih misteri. Aparat kepolisian kesulitan…

Rabu, 15 November 2017 10:53

Polda segera Panggil Oknum Dewan Si Bos CU EPI

PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal memanggil oknum anggota DPRD Kotim, NN,…

Selasa, 14 November 2017 17:46

Geng Remaja Mulai Menjamur, Polisi: Nongkrong Malam-Malam Tangkap!!!

SAMPIT – Maraknya remaja yang terlibat geng membuat anggota Polsek Ketapang berbenah. Mereka menyiapkan…

Selasa, 14 November 2017 11:54

ALHAMDULILLAH!!! Mulai 18 November, Nam Air Terbangi Sampit

SAMPIT – Maskapai baru pengganti Kalstar, dipastikan  segera melayani rute penerbangan dari…

Senin, 13 November 2017 17:18

NAH!!!! Rp 65 Miliar Diduga Lenyap, Nasabah Credit Union Ancam Demo

PALANGKA RAYA – Kasus dugaan penyelewengan dana ribuan nasabah Credit Union Eka Pambelum…

Senin, 13 November 2017 10:14

BELUM TENANG!!! Warga: Masih Ada Buaya Lain Berkeliaran

SAMPIT – Teror buaya menghantui warga Jalan HM Nor RT 02 RW 001, Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir…

Minggu, 12 November 2017 01:24

WAJIB MENANG!!! Ini yang Jadi Fokus Kalteng Putra Hadapi Persis Solo

PALANGKA RAYA – Pertandingan lanjutan babak delapan besar melawan Persis Solo, akan sangat menentukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .