MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 14 September 2017 15:06
Pemkab Kobar Awasi Pengiriman Sarang Walet

Diduga Banyak Pengusaha Menunggak Retribusi

BISNIS WARGA: Bangunan sarang burung walet berdiri di tengah permukiman dan fasilitas umum Kota Pangkalan Bun. (JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Guna memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui usaha sarang burung walet, Pemkab Kobar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bakal mengawasi pengiriman sarang burung walet. Diduga banyak pengusaha walet yang tak menunggak atau tak membayar retribusi.

”Di bandara kita akan tempatkan petugas untuk mengawasi dan kita akan membuat MoU dengan Balai Karantina," kata Kepala Bidang Penagihan, Pembukuan, dan Pelaporan Bapenda Kobar Derry Damayanti, Rabu (13/9).

Menurut Derry, Bapenda selama ini kesulitan mengetahui kapan pengusaha walet akan melakukan panen dan kapan pengusaha tersebut akan menjual hasilnya. Pasalnya, tidak semua pengusaha melaporkan hasilnya setiap masa panen.

”Sampai 31 Agustus 2017, dari target Rp 3 miliar, realisasi baru Rp 104.213.000 atau 3,57 persen saja yang baru membayar PAD sarang burung walet ini," katanya.

Berdasarkan data tahun 2012, lanjutnya,  ada sekitar 243 bangunan sarang burung walet di Kobar. Sementara pengusaha sarang burung walet ada sekitar 80 orang. Satu pengusaha bisa memiliki delapan bangunan, bahkan lebih.

”Bapenda belum melakukan update data, karena sulitnya mencari informasi siapa pemilik bangunan tersebut," ujarnya.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembaharuan data pengusaha walet. Dia berharap penjaga bangunan, minimal ketua RT kooperatif memberikan informasi.

”Tiap tahun pengusaha wajib membayar PAD 10 persen dari hasil penjualannya. Tapi, berdasarkan informasi, transaksi pengiriman melalui bandara Iskandar sekitar dua hingga tiga ton pengiriman sarang burung walet per bulannya," tandasnya. (jok/ign)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 15:19

Pelarian Pembunuh Bidan Cantik, dari Naik Ojek ke Kalbar hingga Jadi Tukang Cukur

PANGKALAN BANTENG – Pembunuhan terhadap Dinie Prasetyani membuat ASP kalang kabut. Usai mengubur…

Rabu, 20 September 2017 14:32

YA AMPUNNN KEJAMNYA!!! Bidan Tewas Setelah Dimartil dan Ditusuk

PANGKALAN BUN – Kronologi pembunuhan terhadap bidan Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara (Aruta),…

Rabu, 20 September 2017 14:30

TKA Pabrik Zircon Asal China Diciduk Kodim

PANGKALAN BUN - Anggota Intel Kodim 1014/PBN mengamankan seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China…

Rabu, 20 September 2017 14:28

PT BGA Bangun Fasilitas MCK dan Air Bersih di Desa Kinjil

PANGKALAN BUN - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Region 3 Area 5 di…

Rabu, 20 September 2017 09:36

Sekolah Sehat Bagian dari Desa Sehat

KOTAWARINGIN LAMA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat sosialisasi sekolah…

Rabu, 20 September 2017 09:32

Suaranya Bikin Para Pejabat Menangis

KETERBATASAN fisik tak membuat Rizki Kurniawan berkecil hati. Lelaki delapan tahun ini justru memiliki…

Rabu, 20 September 2017 09:28

Pejabat Lima Kabupaten Kumpul di Kobar, Ngapain Ya?

PANGKALAN BUN - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menggelar silaturahmi bersama pejabat dari…

Selasa, 19 September 2017 15:08

Kreatif!!! Mobil Dinas Kodim Disulap Jadi Mobil Damkar

PANGKALAN BUN - Kodim 1014/PBN memodifikasi mobil pick up untuk menangani kebakaran hutan dan lahan…

Selasa, 19 September 2017 15:01

Napi Teroris Ini Boleh Dapat Remisi

PANGKALAN BUN - Narapidana kasus teror bom Sarinah, Budiono alias Babe (55), bisa mendapatkan remisi…

Selasa, 19 September 2017 10:37

INGAT YA..!! Petani Tradisional Diminta Tak Bakar Lahan

KOTAWARINGIN LAMA – Petani dan pekebun tradisonal di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .