MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 25 September 2017 17:30
Terseret Kasus Sengketa Lahan, Pejabat Kobar sudah Setahun Menyandang Status Tersangka
BERMASALAH: Lahan balai benih seluas saekitar 10 hektare di Jalan Padat Karya Gang Rambutan Pangkalan Bun yang jadi objek sengketa dan menyeret dua kepala dinas sebagai tersangka.(JOKO HARDYONO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN Empat pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) sudah sekitar setahun ini menyandang status tersangka. Bupati Kobar Hj Nurhidayah memastikan anak buahnya mematuhi prosedur hukum dalam kasus sengketa lahan tersebut.

”Sebenarnya, empat pejabat yang bersangkutan telah memenuhi panggilan kedua dari Polda Kalteng. Kedatangan mereka ke Polda karena keikhlasan ingin menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut,” kata Nurhidayah, Minggu (24/9).

Seperti diberitakan, Polda Kalteng menahan dua kepala dinas di Kobar Jumat (22/9) malam. Keduanya ditahan bersama dua pejabat lainnya dalam kasus sengketa lahan balai benih antara ahli waris Brata Ruswanda dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak).

Dua kepala dinas tersebut pernah menjabat sebagai pimpinan di Distanak yang sekarang berganti nama menjadi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian (DTPHP). Mereka adalah RP (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) dan AY (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kobar).

Menurut Nurhidayah, sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Kalteng Jumat lalu, dia meminta para pejabat itu memenuhi panggilan Polda, karena pada panggilan pertama mereka tak hadir. ”Karena ini proses hukum, kita harus hormat pada hukum," ujar Nurhidayah.

Pemkab, kata Nurhidayah, akan berupaya meminta penangguhan penanganan. Selain itu, ada pendampingan hukum selama proses pemeriksaan lanjutan. Meski sudah ditetapkan tersangka, lanjutnya, mereka dapat menjalankan tugas seperti biasanya melayani kepada masyarakat.

”Status ini masih berjalan, kita tidak berprasangka yang tidak-tidak dululah, karena proses masih berjalan. Upaya-upaya tetap kita lakukan untuk membantu teman-teman kita yang masih berproses di Polda Kalteng," ujarnya.

Lahan balai benih seluas sekitar 10 hektare di Jalan Padat Karya Gang Rambutan itu sebelumnya digugat secara perdata oleh ahli waris almarhum Brata Ruswanda. Gugatannya sampai tingkat kasasi. Mahkamah Agung memenangkan Pemkab Kobar, karena sesuai amar putusan MA pada 2016 yang menolak kasasi ahli waris.

Putusan MA juga memperkuat putusan di tingkat Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Nomor 3120 K/PDT/20 tahun 2014 yang menolak provisi penggugat secara keseluruhan, serta menilai gugatan kedaluwarsa.

Sebelum dilaporkan ke Polda Kalteng secara pidana, pihak ahli waris juga pernah melaporkan ke Mapolres Kobar. Sempat dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah pejabat, salah satunya Sekretaris Daerah, Masradin. (jok/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 08:54
Memburu Pelaku Pembunuhan Fitri

Misteri Senjata Pencabut Nyawa

Kematian Nur Fitri (24) meninggalkan luka bagi keluarga dan orang yang mengenalnya. Diduga kuat wanita…

Jumat, 20 Oktober 2017 18:03

Tiga Rumah di Cempaka Tinggal Arang, Diduga Ini Penyebabnya...

SAMPIT – Kebakaran di Gang Veteran RT 12 RW 04, Desa Cempaka Mulia Barat, kemarin, Kamis (19/10)…

Kamis, 19 Oktober 2017 17:13

Pengakuan Janggal Suami Fitri

SAMPIT – Aparat kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Nur Fitri…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:55

YA TUHAN!!!! Guru Ditebas, Begal Rampas Rp 69,8 Juta

NANGA BULIK – Pembegalan menimpa seorang guru sekolah dasar di Lamandau, Tedy. Aksi pelaku tergolong…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:35

Akai..Akai!!! Cemburu Buta, SN Timpas Teman Sendiri

SUKAMARA – Terbakar api cemburu, seorang petani di Desa Pudu, Kecamatan Sukamara berinisial SN…

Kamis, 19 Oktober 2017 14:03

SAH!!!! MUI Tegaskan Ajaran AJG Sesat

SAMPIT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotim akhirnya mengeluarkan fatwa bahwa ajaran AJG sesat…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:27

Ada yang Coba Main Mistis di Kejaksaan, Menaburkan Garam saat Kasus Besar

SAMPIT – Sejumlah pegawai di kantor Kejaksaan Negeri Kotim kemarin (17/10) dikagetkan adanya garam…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:54

Menelusuri Penambangan Pasir Ujung Pandaran, Benarkah untuk Reklamasi di Jakarta?

Penambangan pasir laut di Desa Ujung Pandaran menyedot perhatian. Kabarnya, pasir itu dikirim untuk…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:39

BREAKING NEWS!!! Api Lumat Rumah Warga di Cempaka Mulia

SAMPIT- Kebakaran di permukiman warga terjadi di Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, pagi ini (19/10).…

Rabu, 18 Oktober 2017 16:32

Kasus Pembunuhan Fitri Masih Ngambang, Suami Masih Saksi

SAMPIT – Penyelidikan polisi belum mengarah pada penetapan tersangka dalam kasus tewasnya Nur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .