MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 11 Oktober 2017 15:56
INGATTTT!!!!! Tak Ada Toleransi, Bupati Tegaskan Jelawat Harus Bebas "Anu"
HARUS STERIL: Kawasan pertokoan kompleks ikon jelawat, harus steril dari PKL.(DOK.RADAr SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bupati Kotim Supian Hadi tak memberikan toleransi dan izin kepada pedagang kaki lima (PKL) untuk membuka lapak di kawasan ikon jelawat. Hal ini sekaligus sebagai penegasan terhadap jajarannya agar mengikuti instruksi itu, mengingat sebelumnya masih ada upaya mengakomodir PKL.

”Saya sudah tegaskan, kawasan wisata tidak boleh untuk berjualan. Lihat saja di daerah kota besar, tidak ada objek wisata dijadikan tempat berjualan," kata Supian Hadi, Selasa (10/11).

Supian menuturkan, beberapa waktu lalu memang Dinas Perdagangan dan Perindustrian sempat  menyampaikan akan memberikan izin. Namun, dia menegaskan hal itu dilarang. Disdagperin diminta tidak main-main dengan sikap keputusannya sebagai kepala daerah.

”Dinas Perindustrian dan Perdagangan kemarin minta kebijakan. Saya bilang tidak boleh. Harus steril dari pedagang," katanya.

Menurut Supian, kebijakan itu juga berlaku untuk kawasan lainnya, seperti Taman Kota Sampit. ”Meski masih ada beberapa yang berjualan, nanti kalau bangunan untuk pedagang yang ada tuntas, semuanya harus di situ,” katanya.

Supian mengatakan, apabila Pemkab Kotim tidak tegas menegakkan aturan, beberapa tahun ke depan objek wisata akan menjadi kawasan berdagang. Alih fungsi jadi kawasan perdagangan tentunya akan merugikan pemerintah dan masyarakat. Apalagi sejak awal dalam perencaanannya, areal itu khusus untuk kunjungan warga.

”Apabila hari ini kita setujui, dua bulan, tiga bulan, apalagi sampai dua tahun, bisa kita bayangkan pasti akan bertambah," katanya.

Supian tidak ingin menjamurnya para pedagang, ujung-ujungnya memunculkan pungutan liar. Sebab, kehadiran pedagang bisa saja dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. ”Lebih baik kita larang untuk menghindari hal demikian,” tandasnya. (ang/ign)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 10:46

Pemkab Gumas Bagikan Peralatan Penyandang Disabilitas

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas…

Senin, 21 Mei 2018 17:18

Ramadan, Konsumsi Listrik Naik 2 Megawatt

SAMPIT – Konsumsi listrik di Kotawaringin Timur pada bulan Ramadan meningkat dari bulan sebelumnya.…

Senin, 21 Mei 2018 11:42

Transportasi Udara Dipastikan Cukup

SAMPIT -- Ketersediaan transportasi udara pada saat Ramadan dan menjelang arus mudik dan balik lebaran…

Senin, 21 Mei 2018 11:31

Hindari Bahan Berbahaya untuk Kuliner

SAMPIT -- Pedagang kuliner, baik makanan dan minuman di Kotim diminta untuk tidak menggunakan bahan…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:37

Hadeh!!! Gedung Walet Banyak Tak Berizin

SAMPIT – Pembangunan gedung walet di Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang cukup…

Jumat, 18 Mei 2018 15:21

Awal Ramadan, Cuaca Cukup Menantang

SAMPIT- Kondisi cuaca awal Ramadan ini akan cukup menantang. Pasalnya suhu udara akan lebih panas dari…

Jumat, 18 Mei 2018 10:50

Jangan Khawatir, Daging Beku Steril

SAMPIT – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotawaringin Timur Heru Rio Wibisono mengatakan,…

Jumat, 18 Mei 2018 10:40

Jangan Nodai Ramadan!

SAMPIT – Beberapa ulama di Sampit menegaskan agar menjadikan bulan Ramadan sebagai waktu uji dan…

Kamis, 17 Mei 2018 16:14

Begini Suasana Tarawih Perdana di Sampit

SAMPIT – Tarawih perdana memasuki bulan suci Ramadan yang digelar tadi malam, masjid dipenuhi…

Kamis, 17 Mei 2018 15:40

Indahnya Deklarasikan Damai Lintas Agama

SAMPIT – Tujuh tokoh lintas agama di Kotawaringin Timur membacakan deklarasi damai di depan Bupati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .