MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 11 Oktober 2017 15:56
INGATTTT!!!!! Tak Ada Toleransi, Bupati Tegaskan Jelawat Harus Bebas "Anu"
HARUS STERIL: Kawasan pertokoan kompleks ikon jelawat, harus steril dari PKL.(DOK.RADAr SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bupati Kotim Supian Hadi tak memberikan toleransi dan izin kepada pedagang kaki lima (PKL) untuk membuka lapak di kawasan ikon jelawat. Hal ini sekaligus sebagai penegasan terhadap jajarannya agar mengikuti instruksi itu, mengingat sebelumnya masih ada upaya mengakomodir PKL.

”Saya sudah tegaskan, kawasan wisata tidak boleh untuk berjualan. Lihat saja di daerah kota besar, tidak ada objek wisata dijadikan tempat berjualan," kata Supian Hadi, Selasa (10/11).

Supian menuturkan, beberapa waktu lalu memang Dinas Perdagangan dan Perindustrian sempat  menyampaikan akan memberikan izin. Namun, dia menegaskan hal itu dilarang. Disdagperin diminta tidak main-main dengan sikap keputusannya sebagai kepala daerah.

”Dinas Perindustrian dan Perdagangan kemarin minta kebijakan. Saya bilang tidak boleh. Harus steril dari pedagang," katanya.

Menurut Supian, kebijakan itu juga berlaku untuk kawasan lainnya, seperti Taman Kota Sampit. ”Meski masih ada beberapa yang berjualan, nanti kalau bangunan untuk pedagang yang ada tuntas, semuanya harus di situ,” katanya.

Supian mengatakan, apabila Pemkab Kotim tidak tegas menegakkan aturan, beberapa tahun ke depan objek wisata akan menjadi kawasan berdagang. Alih fungsi jadi kawasan perdagangan tentunya akan merugikan pemerintah dan masyarakat. Apalagi sejak awal dalam perencaanannya, areal itu khusus untuk kunjungan warga.

”Apabila hari ini kita setujui, dua bulan, tiga bulan, apalagi sampai dua tahun, bisa kita bayangkan pasti akan bertambah," katanya.

Supian tidak ingin menjamurnya para pedagang, ujung-ujungnya memunculkan pungutan liar. Sebab, kehadiran pedagang bisa saja dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. ”Lebih baik kita larang untuk menghindari hal demikian,” tandasnya. (ang/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:32

Rem Blong, Motor Hantam Belakang Mobil

SAMPIT – Malang menimpa Mufa Soni (35), pengendara sepeda motor ini dilarikan ke rumah sakit lantaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:26

Akui Wani!!! Truk Disita Pengadilan, Bos Minyak Melawan

SAMPIT – Perseteruan antara PT Biru Kenyala Damai Sentosa (BKDS) yang bergerak di sektor transpostir…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:23

Ancam Bunuh Istri, Pria Baamang Malah Tewas Gantung Diri

SAMPIT – M Fajrianur (27) mengakhiri hidupnya dengan tragis. Pemuda itu ditemukan tewas gantung…

Jumat, 17 Agustus 2018 18:08

Pemkab Kotim Bertekad Jadikan RSUD Murjani Rujukan Nasional

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menandatangani deklarasi komitmen bersama…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:37

Api Amuk Pulau Hanaut

SAMPIT – Kepulan asap pekat hitam menyelimuti Kecamatan Pulau Hanaut sejak dua hari lalu. Asap…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10

Lomba Agustusan Semakin Ditinggalkan

SAMPIT – Berbagai lomba memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia biasanya selalu digelar…

Jumat, 17 Agustus 2018 09:04

Harga Stabil, Penjualan Meningkat

SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga daging sapi di pasar tradisional Sampit stabil.…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:08

Sabu 7,46 Gram Dilarutkan

PALANGKA RAYA – Badan Narkotika Nasional Kota Palangka Raya dan kejaksaan Negeri Palangka Raya…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:02

Bahhh Ya Am!!! Kejari Kotim Bidik Dua Bacaleg

SAMPIT – Penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Kejaksaan Negeri Kotim membidik dua bakal calon…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:00

Kotim Salah Satu Target Teror, Ini Tanggapan Polisi

SAMPIT- Polres Kotim menyatakan, belum ada indikasi jaringan teroris di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .