MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 12 Oktober 2017 14:18
Pemukulan Wartawan, Jangan sampai Terjadi di Kotim!

PWI Kotim Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Purwokerto

AKSI: Wartawan yang tergabung dalam PWI Kotim saat menggelar aksi solidaritas mengecam kekerasan terhadap jurnalis di Purwokerto, Rabu (11/10).(DESI WULANDARI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kekerasan terhadapwartawan kembali terulang. Sejumlah jurnalis jadi korban kekerasan yang dilakukan oknum polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purwokerto. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim mengecam kejadian itu. Aksi solidaritas digelar agar kekerasan serupa tak terulang, terutama di Kotim.

”Kami ingin oknum aparat yang melakukan kekerasan tersebut kasusnya diusut tuntas dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada kata damai atau islah. Sebab, kejadian ini sudah terjadi berkali-kali,” tegas Ketua PWI Kotim Andri Rizky Agustian, Rabu (11/10).

Penganiayaan terhadap wartawan di Purwokerto itu terjadi Senin (9/10) lalu, saat mereka meliput demonstrasi di depan Pendapa Sipanji. Satu wartawan menjadi korban penganiayaan, yakni Darbe Tyas, jurnalis Metro TV.

Empat jurnalis lain mengalami intimidasi dan perampasan atribut dokumentasi. Mereka antara lain, Agus Wahyudi (Suara Merdeka), Aulia El Hakim (Satelit Post), Maulidin Wahyu (Radar Banyumas), dan Dian Aprilianingrum (Suara Merdeka).

Andri berharap hal tersebut jangan sampai terjadi di Kotim dan Kalteng secara umum. Pihaknya mendukung dan mendesak dilakukan proses hukum yang terbuka terhadap kasus tersebut, sehingga dapat diketahui kejalasan penanganan kasus itu.

”Hukum di negeri ini melindungi setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Hukum juga melindungi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, sehingga tidak bolah ada yang mengalami kekerasan,” kata Duito Susanto, Pemimpin Harian Radar Sampit yang juga anggota PWI Kotim.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Kotim AKP Joko M Kusaini yang turut serta memantau jalannya unjuk rasa, berharap agar hal serupa tidak terjadi di Kotim. Sebab, selama ini antara aparat kepolisian dan wartawan saling bermitra, menghargai, dan mendukung tugas masing-masing.

”Intinya, dalam hal melaksanakan tugas, saling menghargai dengan profesi masing-masing, menjalin komunikasi yang baik, sehingga tidak terjadi permasalahan selama ini,” jelasnya.

Semua pihak diharapkan memahami tugas wartawan dalam mencari dan membuat berita. Sebab, dalam menjalankan tugasnya, wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers, terlebih juga saat ini pertaturan tentang keterbukaan informasi publik. (dc/ign)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 08:45

Huft Payah! Pengawasan THM Dinilai Masih Lembek

SAMPIT-Anggota Komisi I DPRD Kotim, Abdul Khalik mendorong agar Pemkab Kotim memperketat lagi pengawasan…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:46

Terkait Temuan Mayat di Ujung Pandaran, Keluarga Sartono Diperiksa Polisi

SAMPIT – Keluarga Sartono, mayat yang ditemukan di Pantai Ujung Pandaran yang diduga penumpang…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:24

PARAHHH!!! Ruangan Pasien Diduga Dibisniskan

SAMPIT – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dr Murjani Sampit kembali dikeluhkan. Bahkan, warga…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:48

Waduhhhh!!! Masih Ada yang Tangkap Burung Langka Ini

SAMPIT – Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Sampit kembali mengamankan satwa langka…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:19

Apes dan Konyol!!! Beli Motor Curian, Ternyata Punya Tetanga, Begini Jadinya

SAMPIT – Aji Roy (26) harus berurusan dengan kepolisian. Dia ditersangkakan sebagai penadah barang…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:08

INGAT!!!! Pencoblosan Pilkades Jadi Hari Libur

SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melalui surat keputusan bupati akan menetapkan…

Rabu, 18 Oktober 2017 10:00

Bupati Dukung Kejurda Motoprix, Tapi...

SAMPIT-  Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi mendukung rencana pelaksanaan Kejuaraan…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:37

Duhhhh Sedihnya!!! Kawasan Seberang Kian Terisolir

SAMPIT - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Jhon Krisli mengungkapkan membuka daerah terisolir memang bukan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:29

Jaksa Endus Ada Tuan Takur Tanah di BPN, Oo..o Siapa Dia?

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Kotim mengendus aroma gratifikasi dalam kasus yang terjadi di Badan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:12

Dapat Perlakuan Khusus, Terdakwa Illegal Mining Ini Tak Ditahan

SAMPIT – Rendra Paranandeng (32), terdakwa kasus illegal mining jenis galian C sepertinya mendapatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .