MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:59
Tidak Sesuai harapan, Perda Harus Berlaku Universal
KAYU: Warga Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei menyesalkan aktivitas pembalakkan kayu ukuran kecil oleh salah satu perusahaan HPH di Katingan.(WARGA TUMBANG MANGGU FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN – Sejumlah produk hukum yang tertuang dalam peraturan daerah (perda) di Kabupaten Katingan tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan kadang, penerapannya tersandung masalah lantaran tidak sesuai dengan kondisi maupun kebutuhan masyarakat.

Pengamat hukum dan politik Katingan H Muhammad Yahya menuturkan, tidak sedikit implementasi perda yang menemui jalan buntu ketika diterapkan langsung ke lapangan. Sebab, dalam prosesnya, banyak perda yang tidak berlandaskan atau berlaku secara universal dan jangka panjang.

”Contoh paling dekat adalah Perda Hotel dan Restoran. Perda ini sangat spesifik sekali, karena hanya diterapkan pada hotel dan restoran saja. Padahal, faktanya, hampir sebagian besar masih berupa warung-warung makan dan losmen saja. Benar jangka panjang, tapi tidak bersifat universal," ungkapnya, Jumat (20/10).

Perda tersebut ternyata juga diterapkan untuk warung, rumah makan, maupun usaha sejenis. Padahal, usaha yang dijalankan masyarakat kelas kecil dan menengah yang notabene tidak mengandalkan manajemen profesional.

”Inilah yang kadang-kadang melupakan aspek teknis pelaksanaan dan pada akhirnya sulit dilaksanakan oleh instansi bersangkutan," ujar mantan anggota DPRD Katingan ini.

Hal itu membuktikan bahwa aturan dalam perda tersebut tidak bisa diterapkan secara konsekuen. Akhirnya, malah menjadi bumerang lantaran banyak memuat regulasi yang berpotensi menjadi sumber kelemahan hukum.

”Dalam teori Moller tentang sosiologi hukum, untuk membuat sebuah perda, prasyaratnya harus berlaku universal. Artinya, pemberlakukannya secara umum. Tidak membedakan ras, suku, agama, golongan kaum elit maupun masyarakat kelas menengah ke bawah," tegasnya.

Kedua, timpalnya, perda haruslah berlaku secara jangka panjang. Artinya, pihak-pihak berkepentingan harus mempunyai arah atau terkaan jangka panjang terhadap eksistensi maupun pemberlakuan regulasi daerah tersebut.

”Perda dibuat bukan untuk kepentingan satu atau dua bulan saja, tapi sepanjang masa. Kalau kita ingin membuat perda, harus dipikirkan secara matang. Karena aturan ini untuk masyarakat, sedangkan kondisi masyarakat itu sangat kompleks," katanya.

Penyandang gelar doktor ini mengharapkan anggota DPRD, agar saat menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) juga melibatkan masyarakat.

”Kalau memang sudah final, baru dilakukan pembahasan. Dalam pembahasan itu pemilik rumah makan juga harus dilibatkan, karena untuk membuat perda suara mereka juga harus didengar," pungkasnya. (agg/ign)

 


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 13:43

Perempuan Desa Dilatih Pembuatan Keripik

KUALA KURUN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan…

Rabu, 25 April 2018 13:39

Enam SOPD Wajib Terapkan SPM

KUALA KURUN - Tahun 2018, ada enam Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten…

Senin, 23 April 2018 10:03

PLN Targetkan 53 Desa

PALANGKA RAYA - Perusahaan Listrik Negera (PLN) pastikan akan aliri listrik ke 53 desa dari 205 desa…

Senin, 23 April 2018 09:55

Gubernur, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran terus menggenjot sektor pertambangan…

Senin, 23 April 2018 09:49

Berkarya Tanpa Melupakan Kodratnya

KUALA KURUN – Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-139, kaum hawa di Kabupaten Gunung Mas…

Senin, 23 April 2018 09:47

Sosialisasikan Pemilu 2019 Melalui Gelaran Seni dan Budaya

KUALA KURUN –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pagelaran seni…

Senin, 23 April 2018 09:40

Perempuan Turut Berperan Dalam Pembangunan

KUALA KURUN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gunung Mas (Gumas)…

Sabtu, 21 April 2018 09:34

14 Kafilah Batara Masuk Final MTQ

MUARA TEWEH - Memasuki babak final cabang perlombaan dalam MTQ ke-29 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah…

Sabtu, 21 April 2018 09:30

WADOOWWW..NGERIII..!! Tiang Jembatan Pemajan Patah

MUARA TEWEH – Kondisi jembatan yang membelah sungai Pemajan (anak Sungai Barito), Kelurahan Lahei…

Sabtu, 21 April 2018 09:28

Pijatan Maut Direkonstruksi

BUNTOK – Polres Barito Selatan (Barsel) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .