MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 08 November 2017 14:09
Kebakaran di Kompleks Pasar Keramat, Ini Jumlah Kerugian yang Ditaksir

Diduga karena Korslet

HABIS: Bangunan barak yang hangus dilalap si jago merah pada Senin (6/11) malam lalu. (USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kebakaran yang menghanguskan dua barak di komplek Pasar Keramat, Kecamatan Baamang, pada Senin (6/11) malam lalu, menyisakan kesedihan bagi pemilik barak, Budi. Pria 51 tahun tersebut mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah lantaran bangunan indekos yang terbakar itu adalah usaha yang sudah digeluti selama puluhan tahun.

Kepada koran ini, Budi mengaku tidak berada di lokasi ketika musibah kebakaran itu berlangsung. Ia sedang ada keperluan lain di luar kota. Ketika salah seorang warga menghubunginya, ia terkejut dan membayangkan kerugian materil yang harus ia tanggung. ”Jelas sudah di benak saya berapa kerugian yang harus saya terima. Sekitar dua ratus jutaan,” ujar pria yang berdomisili di Ketapang itu, Selasa (7/11) pagi.

Selain itu, lanjut Budi, pembenahan bangunan yang kini tinggal puing itu juga membutuhkan waktu lama. Ia mengaku bingung harus mengadu kepada siapa. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi pada keluarga sebelum memutuskan untuk menjadikan lokasi barak yang terbakar itu sebagai tempat usaha lain.

Dari pantauan wartawan, lokasi kebakaran masih cukup ramai. Selain karena berada di lingkungan pasar, beberapa warga terlihat membersihkan jalanan yang kotor dipenuhi puing-puing bangunan yang terlempar saat kebakaran malam sebelumnya.

Dua orang terlihat memasang kabel baru untuk memulihkan listrik yang padam akibat kabel yang putus karena terbakar. Delapan orang lainnya menyingkirkan puing reruntuhan yang mengotori jalanan. Sementara lima anak bermain melintasi garis polisi dan masuk ke dalam bangkai bangunan.

Bangunan yang kini tinggal kenangan itu hanya tersisa kerangkanya. Dindingnya ambrol, lantainya terkikis api, dan atapnya tak bersisa, sehingga salah satu rumah di samping barak yang hangus itu terlihat kontras.

Sementara itu, Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP. Laporan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting. Terkait adanya dua lilin yang dinyalakan oleh penghuni barak yang terbakar bernama Suprianto (47) pada malam kejadian, pihaknya masih belum melakukan penyelidikan secara mendalam.

”Untuk laporan adanya dua lilin yang dinyalakan sehingga menyebabkan kebakaran, masih belum dapat dibenarkan apakah hal tersebut yang menyebabkan kebakaran. Kami (polisi) akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk dapat menuntaskan kasus ini,” ujarnya, Selasa siang.

Warga bernama Triyono (48) yang mengaku ahli bangunan mengatakan bahwa material gedung yang sepenuhnya terbuat dari kayu menyebabkan api cepat berkobar dan merembet ke bangunan yang berada di dekatnya. Bahkan ketika hujan turun begitu deras, kobarannya sulit dipadamkan, lantaran bahannya dari kayu yang sudah tua.

”Bangunan barak yang terbakar itu sudah berumur hampir enam puluh tahun. Saya orang yang tinggal dekat dengan komplek pasar, makanya saya tahu sejarahnya. Sejak pertama berdiri memang minim peremajaan. Apa lagi materialnya dari kayu, jelas mudah sekali terbakar dan merembet ke titik lain. Oleh karena itulah, kenapa waktu malam kejadian itu ada hujan deras tapi api masih berkobar,” jelasnya. (ron/dwi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 10:39

Dua Motor Adu Kuat, Satu Dijemput Malaikat Maut

PANGKALAN BUN - Kecelakaan maut terjadi di jalan HM Rafi’i, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut…

Jumat, 22 Juni 2018 16:33

PARAH!!!! Residivis Ancam Wartawan

SAMPIT – Aksi premanisme dalam dunia pers menimpa wartawan media online di Kota Sampit, Nc. Dia…

Jumat, 22 Juni 2018 11:40

Hari Pertama Kerja, 95 Persen ASN Hadir

SAMPIT – Guna mengecek tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di hari pertama kerja setelah…

Kamis, 21 Juni 2018 18:16

"KRAKKKKK" Sopir Dengar Suara Kepala Pecah

PALANGKA RAYA – Hidup Yahya Kristanto (27) berakhir secara mengenaskan. Pemuda itu tewas seketika…

Rabu, 20 Juni 2018 19:02

”Hantu Api” Lumat Barang Ratusan Pedagang

PALANGKA RAYA- Amukan si jago merah (baca kebakaran) kembali melanda Kota Palangka Raya. Kali ini…

Rabu, 20 Juni 2018 16:37

AMAZING!!!! Mancing Ikan, Dapat Buaya Muara

SAMPIT- Berniat ingin memancing ikan di sungai, Yuliadi (36), warga Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:03

Gara-Gara Abrasi Kunjungan Wisata ke Ujung Pandaran Tak Maksimal

SAMPIT –  Kunjungan wisata ke Pantai Ujung Pandaran, di Kecamatan Teluk Sampit libur Lebaran…

Selasa, 19 Juni 2018 21:29

Tiga Nyawa Melayang di Jalan saat Idul Fitri

SAMPIT – Kecelakaan maut pada momen Hari Raya Idul Fitri dan setelahnya, merenggut tiga nyawa…

Selasa, 19 Juni 2018 21:23

Si Syantik Maling di Mal Terancam Penjara 4 Tahun

SAMPIT – UW, wanita yang mencuri di ritel terbesar, Matahari Dept Store, Citimall Sampit resmi…

Selasa, 19 Juni 2018 10:54

Masuk Pantai Ujung Pandaran Dilarang Bawa Mobil

SAMPIT – Pengungunjung Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .