MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 November 2017 16:49
YA TUHAN MENGERIKAN!!! Narkoba Gerogoti Satu Keluarga

Orangtua Dipenjara, Anak Mengonsumsi, Bocah Positif Sabu, Bayi Diduga Terpapar

TERDAMPAK: Satu keluarga positif narkoba saat diamankan di Kantor BNNK Kobar.(JOKO HARDYONO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Peredaran narkoba yang kian merajalela berdampak mengerikan. Satu keluarga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digerogoti barang jahanam itu. Ironisnya, bocah berusia 6 tahun dan bayi usia 17 hari ikut menjadi korban. Sang bocah positif zat adiktif, sementara sang bayi diduga ikut terpapar.

Fakta memilukan itu terungkap ketika Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan dua perempuan, ST alias TY (21) dan adiknya WS alias W (16), di Jalan Rajawali, Pangkalan Bun, Selasa (7/11). Hasil tes urine dan pemeriksaan membuktikan mereka positif mengonsumsi sabu.

Sabu yang dikonsumsi keduanya berdampak pada adik paling bungsu, AJ (6). Dia positif sabu, meski tidak mengonsumsi secara langsung. Lebih parah, bayi usia 17 hari, NL, anak WS, diduga ikut terpapar.

Kepala BNNK Kobar I Wayan Korna menuturkan, pihaknya awalnya mengamankan seorang laki-laki berinisial TT di Jalan Bekisar. Dari hasil pengembangan, ST dan WS diciduk di kediamannya.

”Setelah kita lakukan tes urine terhadap WS dan AJ, keduanya positif narkoba. Untuk ST tidak kita tes karena dia sudah mengakui. AJ walaupun tidak mengonsumsi, terkena paparan langsung dari kedua kakaknya yang mengonsumsi,” ujar Wayan.

Terpaparnya AJ, karena di kamar ST dan WS tidak ada ventilasi. Ruangan itu tertutup, sehingga penggunaan narkoba di dalam kamar korban membuat AJ ikut terpapar, meski tidak mengonsumsi secara langsung.

Wayan mengatakan, hal tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. Pasalnya, jika terjadi permasalahan dalam keluarga, akan berdampak sampai ke anak dan cucu.

”Bapak dan ibunya sudah masuk LP (lembaga permasyarakatan). Anaknya bingung tidak punya kerjaan, terpaksa ngantar (jadi kurir, Red) sabu, karena dia harus menanggung adiknya yang baru berumur 6 tahun,” katanya.

Menurut Wayan, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa narkoba dapat menjerumuskan dan berdampak pada siapa pun, termasuk bayi yang baru berumur 17 hari. Sang ibu, WS, yang sudah melahirkan pada usia sedini itu juga sebagai akibat dari pergaulan bebas dan narkoba.

”Berkaitan dengan keluarganya (WS), secara kemanusiaan kami miris. Sampai mengorbankan orang, mau dikemanain (anaknya) ini,” katanya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas  Sosial (Dinsos) Kobar untuk menangani korban yang masih berusia 6 tahun dan bayi 17 hari. Pasalnya, WS belum memiliki pekerjaan dan belum bisa bertanggung jawab mengurus bayinya.

”Makanya, kami akan mencari solusi. Mau diapain juga kami bingung. Dilema bagi kami. Untuk bayi masih dalam pemeriksaan tes urine. Belum kita ketahui hasilnya. Nanti akan diinformasikan,” katanya.

Dia menegaskan, semua korban akan direhabilitasi. Terutama AJ yang terpapar sabu dari kakaknya. ”Secara psikis dia (AJ) ikut mempelajari barang itu (sabu, Red) dari asap. Tapi, menurut dokter yang saya kenal, (AJ) masih bisa diselamatkan asal dia dipisahkan (dari kakaknya) sampai besar dan akan sembuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Sementara itu, ST mengaku baru mengonsumsi sabu dalam tiga hari belakangan. Selain itu, dia juga menjadi kurir sabu, mengantar pesanan orang dengan upah sebesar Rp 300 – Rp 400 ribu.

”Baru ini makai. Kalau adik (WS, Red), mengonsumsi saat hamil dan saat sudah melahirkan,” ungkapnya.

ST menuturkan, dia berasal dari keluarga broken home. Ayah dan ibunya telah menjalani proses hukum karena kasus narkoba. Barang haram tersebut dikenalnya melalui sang ibu.

”Saat memakai rasanya hanya tenang sebenar, habis itu biasa aja. Setelah ini tidak akan menggunakan barang itu lagi,” katanya.

Informasi yang diperoleh Radar Sampit, ST, WS, dan AJ merupakan anak pasangan A (ayah) dan L (ibu). Keduanya telah menjalani proses hukum dalam perkara narkotika. A menjalani tahanan di rutan di Kasongan dengan vonis 6 tahun penjara, sedangkan L menjalani proses hukuman di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun dengan vonis 2,5 tahun penjara.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah prihatin mendengar kabar itu. Dia akan mengambil langkah dan melakukan penertiban, karena dampak narkoba sudah sangat memprihatinkan. Pihaknya juga akan melakukan rapat dengan instansi terkait untuk mencari solusi terhadap keluarga tersebut.

”Bayi dan anak yang tidak tahu apa-apa menjadi korban. Saya akan mengambil langkah dan menertibkan, karena sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya. (jok/ign)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:52

Nah loh... Kades Takut Gunakan Dana Desa, Kenapa Nih?

KOTAWARINGIN LAMA– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pertemuan dengan…

Kamis, 23 November 2017 10:50

Dapat Kabar Jenazah Nur Afika Ditemukan, setelah ke Lokasi, Ternyata...

BUNTOK – Warga Desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara (Dusut), Barito Selatan (Barsel), digemparkan…

Kamis, 23 November 2017 10:41

HAYO!!! Polisi Incar Oknum Aparat yang ”Main” Illegal Logging

BUNTOK – Jajaran Polsek Dusun Selatan (Dusel), Polres Barito Selatan (Barsel), berjanji akan menindak…

Rabu, 22 November 2017 15:58

PANAS!!! PPP Kubu Djan Faridz Sebut Kubu Romahurmudzi Haram

PALANGKA RAYA – Kubu Djan Faridz sebut aktivitas yang dilakukan PPP Romahurmudzi haram. Untuk…

Rabu, 22 November 2017 15:52

MASIH PECAH!!! Dualisme PPP Berlanjut, Bambang Suryadi Pimpin PPP Kalteng

PALANGKA RAYA – Perseteruan di tubuh partai berlambang ka'bah berlanjut hingga daerah. Islah yang…

Rabu, 22 November 2017 12:19

APESSS!!! Tunggu Pembeli Sabu, Malah Polisi yang Datang

SAMPIT – Salah satu modus pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Kotawaringin…

Rabu, 22 November 2017 12:04

ASTAGA!!! Jenazah Korban Tenggelam Belum Ditemukan, Hoaks Malah Merebak

MUARA TEWEH – Empat sudah hari pencarian Nur Afika (3,5), Korban yang tenggelam di Sungai Barito,…

Selasa, 21 November 2017 12:04

Maling Sering Beraksi Siang Bolong, Ternyata Ini Penyebabnya

SAMPIT – Seringnya patroli polisi dalam merazia beberapa lokasi sepi serta mengunjungi perkampungan…

Selasa, 21 November 2017 11:53

Pemukul Ustad Tak Ditahan, Ternyata Alasannya...

KUMAI – Aparat kepolisian tak menahan Jidi (60), pelaku penganiayaan terhadap Ustad Humaili (23),…

Selasa, 21 November 2017 11:49

TRAGIS!!! Disambar Mobil, Murid SD Tewas

PALANGKA RAYA – Kecelakaan merenggut korban jiwa lagi-lagi terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .