MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Senin, 13 November 2017 08:33
Ekonomi Lemah, Akibat Bergantung Satu Sektor
ANDALAN : Sektor usaha rotan yang masih banyak digeluti oleh masyarakat lokal Kotim, dan jadi salah satu andalan untuk menopang perekonomian.(Dok.Radar Sampit)

PROKAL.CO, SAMPIT-Anggota DPRD Kotim dari Fraksi Golkar Abdul Kadir, menilai bahwa paradigma ekonomi sebagian masyarakat di Kotim, masih menggantungkan atau mengandalkan dari sektor tertentu saja. Akibatnya, di saat sektor andalan itu mengalami persoalan, maka ekonomi masyarakat itu juga akan terpengaruh.

Maka dari itu menurutnya,  masyarakat  yang demikian perlu diberikan edukasi, agar mau mencoba berbagai kegiatan usaha, terutama di sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomis. Dan kondisinya sepanjang tahun selalu stabil.

“Kultur warga kita ini sebagian masih bergantung kepada sektor alam. Memang diakui, hal ini terbangun semenjak zaman perkayuan melimpah ruah dulu. Akibatnya usaha lain tidak bisa dilakukan dan dilaksanakan. Seiring kayu sudah meredup,  begitu juga ekonomi masyarakat kita ikut meredup,”ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, masyarakat saat ini perlu diberikan pencerahan dan edukasi untuk merubah pola usaha lama itu.  Dan lanjutnya, saat ini usaha yang sangat cocok digeluti yakni dibidang pertanian. Diantaranya menjadi petani tanaman pangan, seperti petani bawang, petani cabai, petani sayur mayur dan lain sebagainya.

 “Padahal potensi sektor itu masih sangat besar untuk digarap. Tapi sayangnya masyarakat kita masih belum bisa melakukannya. Nah salah satu solusinya yakni perlu diberikan contoh melalui kelopok tani  sukses, agar masyarakat tertarik berusaha di sektor tersebut,”imbuh Abdul Kadir.

Selain itu ditambahkannya, apabila masyarakat bergantung kepada sektor perkebunan kelapa sawit, karet dan rotan memang masih menjanjikan. Namun ada kalanya komoditas itu juga mengalami fluktuasi harga.

 “Bayangkan,  warga di desa  saya melihat menunggu sayur saja dari Kota Sampit. Padahal lahan di sekitar mereka luas. Nah, hal semacam ini  yang perlu kita berikan edukasi,” tandas Abdul Kadir. (ang/gus)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 April 2018 08:45

Tahapan Pilkades Dimulai September

SAMPIT – Tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang diikuti 48 desa di 17 kecamatan…

Kamis, 19 April 2018 08:40

Kotim Juara Porseni IGTKI Kalteng

SAMPIT – Prestasi membanggakan kembali diukir perwakilan Kabupaten Kotim saat mengikuti pekan…

Rabu, 18 April 2018 09:33

Kotim Target Juara Umum OSN SMA, SEMANGAT!!!

SAMPIT – Kabupaten Kotim mengutus perwakilan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA…

Rabu, 18 April 2018 09:31

Dinas Perikanan Bentuk Kelompok Budidaya Jelawat

SAMPIT – Dinas Perikanan Kabupaten Kotim optimistis pembudidayaan ikan jelawat bakal dipusatkan…

Rabu, 18 April 2018 09:30

Desa Tangguh Bencana, Siap Hadapi Bencana

SAMPIT – Desa Tangguh (Destana) dibentuk dalam program pencegahan dini dan penanggulangan bencana…

Rabu, 18 April 2018 09:25

AWAS!!! Jangan Rusak Fasilitas Wisata

Jangan Rusak Fasilitas Wisata SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus fokus…

Selasa, 17 April 2018 10:04

Guru PAUD dan Dikmas Adu Kompetisi

SAMPIT – Guna mengetahui perkembangan kompetensi guru dalam mengembangkan dunia pendidikan baik…

Selasa, 17 April 2018 10:00

Berharap Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan kesepakatan bersama…

Selasa, 17 April 2018 09:53

Bonus Menanti Kafilah MTQ

SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotim Supian Hadi mendukung penuh perjuangan kafilah Musabaqah Tilawatil…

Selasa, 17 April 2018 09:51

Usaha Pangan Masyarakat Dibina Pemerintah

SAMPIT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar sosialisasi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .