MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Senin, 13 November 2017 08:33
Ekonomi Lemah, Akibat Bergantung Satu Sektor
ANDALAN : Sektor usaha rotan yang masih banyak digeluti oleh masyarakat lokal Kotim, dan jadi salah satu andalan untuk menopang perekonomian.(Dok.Radar Sampit)

PROKAL.CO, SAMPIT-Anggota DPRD Kotim dari Fraksi Golkar Abdul Kadir, menilai bahwa paradigma ekonomi sebagian masyarakat di Kotim, masih menggantungkan atau mengandalkan dari sektor tertentu saja. Akibatnya, di saat sektor andalan itu mengalami persoalan, maka ekonomi masyarakat itu juga akan terpengaruh.

Maka dari itu menurutnya,  masyarakat  yang demikian perlu diberikan edukasi, agar mau mencoba berbagai kegiatan usaha, terutama di sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomis. Dan kondisinya sepanjang tahun selalu stabil.

“Kultur warga kita ini sebagian masih bergantung kepada sektor alam. Memang diakui, hal ini terbangun semenjak zaman perkayuan melimpah ruah dulu. Akibatnya usaha lain tidak bisa dilakukan dan dilaksanakan. Seiring kayu sudah meredup,  begitu juga ekonomi masyarakat kita ikut meredup,”ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, masyarakat saat ini perlu diberikan pencerahan dan edukasi untuk merubah pola usaha lama itu.  Dan lanjutnya, saat ini usaha yang sangat cocok digeluti yakni dibidang pertanian. Diantaranya menjadi petani tanaman pangan, seperti petani bawang, petani cabai, petani sayur mayur dan lain sebagainya.

 “Padahal potensi sektor itu masih sangat besar untuk digarap. Tapi sayangnya masyarakat kita masih belum bisa melakukannya. Nah salah satu solusinya yakni perlu diberikan contoh melalui kelopok tani  sukses, agar masyarakat tertarik berusaha di sektor tersebut,”imbuh Abdul Kadir.

Selain itu ditambahkannya, apabila masyarakat bergantung kepada sektor perkebunan kelapa sawit, karet dan rotan memang masih menjanjikan. Namun ada kalanya komoditas itu juga mengalami fluktuasi harga.

 “Bayangkan,  warga di desa  saya melihat menunggu sayur saja dari Kota Sampit. Padahal lahan di sekitar mereka luas. Nah, hal semacam ini  yang perlu kita berikan edukasi,” tandas Abdul Kadir. (ang/gus)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 18:27

SMPIT Muhammadiyah Diresmikan

SUKAMARA – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Muhammadiyah Sukamara akhirnya berdiri…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:49

Awal Tahun, 139 Pejabat Bergeser

SUKAMARA – Sebanyak 139 pegawai pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas…

Jumat, 19 Januari 2018 19:14

Alhamdulilah... Banjir di Tasik Payawan Berangsur Surut

KASONGAN - Banjir hasil luapan Sungai Katingan yang sempat mengepung wilayah Kecamatan Tasik Payawan…

Jumat, 19 Januari 2018 18:25

Disdik Tetap Awasi SMA dan SMK

SAMPIT —  Kebijakan pengelolaan SMA dan SMK, kini berada di Pemerintah Provinsi Kalimantan…

Jumat, 19 Januari 2018 18:14

Perangi Narkoba Harus Ada Aksi Nyata

SAMPIT— Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi mendukung aksi pemberantasan narkoba di Kotim.  Termasuk…

Jumat, 19 Januari 2018 18:09

Rumah Dinas Guru Jadi Keluhan

SAMPIT— Kondisi rumah dinas guru di wilayah pelosok Kotawaringin Timur, masih jauh dari kata lanyak.…

Kamis, 18 Januari 2018 20:28

WIHH!!!! Bakal Bangun Jalan hingga ke Kalbar

KASONGAN - Guna membuka keterisolasian masyarakat di wilayah utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan…

Kamis, 18 Januari 2018 20:24

Kenakalan Remaja Memprihatinkan

SAMPIT - Anggota Komisi I DPRD Kotim,  William Novetra  merasa prihatin  atas kasus…

Kamis, 18 Januari 2018 20:19

Formasi Guru Perlu Ditata Ulang

SAMPIT- Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk segera…

Kamis, 18 Januari 2018 19:52

Operasional Tunggu Pegawai Orientasi

SUKAMARA – Lantaran masih menunggu selesainya para pegawai orientasi, maka Lembaga Pemasyarakatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .