MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Senin, 13 November 2017 10:40
Hentikan Pemberian Susu Formula!

Pada Bayi Baru Lahir

STOP SUSU FORMULA: Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kalteng dr Ferry Iriawanmenegaskan stop pemberian susu formula pada bayi baru lahir, saat Editor Gathering, Kampanye Gizi Nasional, di Hotel Fovere, Sabtu (11/11).(VIVIN/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA –Kesadaran masyarakat terutama ibu melahirkan untuk memberikan air susu ibu (ASI) pada 1000 hari kelahiran anak, di Kalteng masih rendah. Penggiat kesehatan menemukan fakta, masih banyak keluarga-keluarga yang memilih memberikan susu formula bagi bayi di bawah usia 6 bulan.

“Pemberian susu formula kepada bayi berada dibawah dua tahun, khususnya berusia enam bulan kebawah, tidak baik untuk gizi bayi,” tegas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng, Ferry Iriawan bicara di Editor Gathering, Kampanye Gizi Nasional, di Hotel Fovere, Sabtu (11/11).

Dalam kegiatan menggandeng pelibatan media dalam kampanye gizi nasional dalam pencegahan stanting yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan IMA World Health dan diikuti sedikitnya 15 orang redaktur dari berbagai media, tersebut Ferry dengan lugas meminta penghentian pemberian susu formula kepada bayi, khususnya yang baru lahir.

“Susu formula, bukan cara pemenuhan gizi yang baik bagi bayi dibawah enam bulan. Pemberian susu formula, tidak mampu memenuhi gizi yang dibutuhkan bayi dibawah dua tahun. Kalau diberikan susu formula, akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Karena susu formula hanya mengandung lemak, bukan untuk pemenuhan gizi bayi. Sedangkan ASI kaya dengan gizi yang dibutuhkan bayi,” paparnya.

Menurut Fery, sejak di dalam kandungan, pemenuhan gizi harus dilakukan dengan cara yang benar. Ibu hamil harus diberikan tablet penambah darah, supaya tidak terkena anemia. Kemudian harus mampu memenuhi gizi, sehingga anak yang lahir tidak terkena stanting. Setelah lahir, harus diberikan ASI, terutama hingga usia dua tahun.

Sementara itu dalam diskusi tersebut para penggiat kesehatan menyebut, persoalan gizi anak, banyak dilupakan pejabat pengambil kebijakan. Akibatnya pemenuhan gizi bagi perempuan sejak usia remaja, ibu hamil hingga bayi yang baru dilahirkan, tidak maksimal. Kondisi itu, menjadi persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan.

Koordinator Projek Kalteng IMA Wolrd Health, Hudallah mengungkapkan, media mempunyai kekuatan dalam mengubah arah kebijakan pemerintah. Bahkan pemberitaan media, menjadi sebuah isu yang ramai diperbincangkan pengambil keputusan. Tidak heran, ada istilah media yang mampu membawa perubahan sebuah negara.

“Kita perhatikan, media berperan memunculkan isu yang akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu, keterlibatan media dalam kampanye gizi nasional untuk pencegahan stanting, berperan strategis,” tegas Huda.

“Keterlibatan media dalam program kampanye gizi nasional, tidak bisa dihilangkan. Semua harus berpikir mengkampanyekan gizi untuk pencegahan stanting. Karena tujuannya sangat mulia, untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang mempunyai daya saing dan sehat,” harapnya.

Terpisah, Ketua PWI Kalteng H Sutransyah menyebut, kegiatan ini salah satu bentuk dukungan media dalam penyebarluasan pentingnya pencegahan stanting di Kalteng. Sebab berdasarkan Riset Keseatan Dasar (Riskesdas) 2010 dan 2013, Kalimantan Tengah merupakan satu dari sembilan propinsi yang memiliki angka prevalensi stunting atau anak pendek (akibat kurang asupan gizi) lebih dari 40 persen dan wasting (kurus) lebih dari 15 persen. Menurut standar WHO, angka tersebut tergolong tinggi.

“Melalui kegiatan ini kita harap media ikut terlibat mendorog pemerintah dan masyarakat serta penggiat kesehatan mampu mengurangi kasus stanting di Kalteng,” pungkasnya. (viv)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 16:51

LOH KENAPA..?? SPBU Ini Bakal Dilaporkan ke Pjs Bupati

MUARA TEWEH – Jarang bukanya sebuah tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM), SPBU atau APMS…

Rabu, 21 Februari 2018 12:14

Ratusan Calon PPS Jalani Tes

PANGKALAN BANTENG – Setelah rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Rabu, 21 Februari 2018 10:27

Persiapan MTQ XIV Capai 90 Persen

KUALA KURUN – Berbagai persiapan terus dilakukan oleh panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran…

Rabu, 21 Februari 2018 10:17

Empat Sungai di Gunung Mas Bebas Merkuri

KUALA KURUN – Tingkat pencemaran di empat daerah aliran sungai (DAS) belum melebihi ambang batas.…

Selasa, 20 Februari 2018 17:31

INALILLAH!!! Penambang Emas Tewas Tertimbun

MUARA TEWEH – Nahas menimpa Opik warga Desa Mukut, Kecamatan Lahei. Pekerja tambang emas tanpa…

Selasa, 20 Februari 2018 11:41

Jadikan MTQ Sebagai Ajang Syiar Islam

KASONGAN - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-13 Kabupaten Katingan resmi dibuka oleh Pjs Bupati Katingan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:30

Minimnya Lahan Parkir di Taman Religius Jadi Sorotan

KASONGAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan menegaskan pentingnya lahan parkir…

Selasa, 20 Februari 2018 10:16

Tak Semua Usulan Musrenbang Terealisasi, Sebab...

KUALA KURUN – Setiap pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) pastinya ada…

Selasa, 20 Februari 2018 10:14

Masih Banyak! 32 Persen Penduduk Tak Miliki KTP-el

KUALA KURUN – Saat ini, masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk…

Senin, 19 Februari 2018 11:26

Truk Adu Kuat, Seorang Sopir Luka Berat

MUARA TEWEH - Kecelakaan di ruas jalan yang menikung di jalan Muara Teweh Puruk Cahu kembali terjadi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .