MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 13 November 2017 17:18
NAH!!!! Rp 65 Miliar Diduga Lenyap, Nasabah Credit Union Ancam Demo
BARANG BUKTI: Nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, memperlihatkan barang bukti penyelewengan.(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Kasus dugaan penyelewengan dana ribuan nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit, belum ada titik terang. Nasabah mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa agar persoalan itu selesai dan dana sekitar Rp 65 miliar yang belum ada kejelasan bisa dikembalikan.

”Sudah beberapa minggu kami tunggu. Kami harap kepolisian agar segera ditindaklanjuti. Apabila tetap berlarut-larut, kami bisa demo biar semua jelas,” kata salah seorang korban, Polmer Manurung, Minggu (12/11).

Polmer menuturkan, terlapor, NN, yang merupakan anggota DPRD Kotim harusnya bisa segera dipanggil dan diperiksa. Apalagi sampai sekarang diduga tidak bertanggung jawab terhadap dana nasabah yang langsung lenyap, alias hilang begitu saja.

”Identitas sudah jelas dan bukti pun sudah diserahkan. Karena itu, terlapor harus diperiksa,” katanya.

Menurut Manarung, dalam kasus tersebut ada nilai angka dalam simpanan, tetapi uangnya kosong. Dia menuding NN sudah berani memakai dan meminjamkan uang atau dana nasabah kepada yang bukan anggota nasabah CU EPI. Padahal, hal tersebut tidak diperkenankan dan tidak sesuai prosedur. Uang itu di antaranya digunakan untuk bisnis SPBU dan perumahan.

”Saya mewakili nasabah ingin agar persoalan ini cepat selesai. Masa uang nasabah digunakan untuk berbisnis perumahan serta membuat laporan keuangan tahunan yang tidak benar alias fiktif?” katanya yang diiyakan anggota CU EPI lainnya, Vilipus.

Manurung menuturkan, laporan fiktif itu diduga menggunakan dan memanipulasi data laporan keuangan yang tidak benar.

Keanehan kasus itu terjadi sejak ada tiga kejadian menimpa CU Eka Pambelum Itah yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah. Kejadian itu, yakni perampokan di TP Sebabi, TP Parenggean, dan TP Sampit. Menurutnya, tindak kriminal tersebut tidak dilaporkan ke kantor polisi.

”Ada selisih pendapatan, kesalahan operasional, dan biaya operasional. Semuanya aneh. Kami, nasabah, harapanya ingin kasus berlanjut dan aset anggota bisa dikembalikan dan menyita aset terlapor,” tegasnya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan nasabah dari TP Antang Kalang, TP Parenggean, TP Pundu, TP Sebabi, dan TP Seruyan, yang masing-masing anggotanya berniat melakukan aksi di kantor DPRD Kotim. Hal itu dilakukan agar oknum dewan tersebut bertanggung jawab dan meminta proses hukum yang berjalan agar tidak tebang pilih.

”Ini bukan hanya gertakan, tapi siap untuk dilakukan. Apalagi diduga atas perbuatan itu terlapor, NN, dan kawan-kawan menghilangkan dana nasabah Rp 65 miliar dari jumlah nasabah sebanyak 5.899 yang tersebar dari Kotim dan Seruyan. Nasabah ada menyimpan uang dari Rp 10 juta hingga miliaran rupiah,” katanya.

Kasubit Renata AKBP Siti Fauziah saat dikonfirmasi tak memberikan tanggapan. Namun, berdasarkan infomasi, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan dan penelitian untuk ditindaklanjuti.

Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kalteng Subdit Renata telah memanggil beberapa saksi pelapor berinisial AB, LP, CR, PM, DP, SA, SE, RA, TR, PR, dan DS. Mereka menjalani pemeriksaan dua hari berturut-turut.

Sementara itu, terlapor NN, saat dihubungi tadi malam tak merespons panggilan telepon Radar Sampit. Kasus itu sebenaranya sudah dilaporkan ke Polres Kotim tahun 2016 lalu. Namun, karena tidak ada tanggapan, nasabah melalui 11 perwakilan mengadukan persoalan tersebut ke Polda Kalteng pada November 2016. (daq/ign)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Begini Aksi Nyata Pejabat Penting Kalteng Menolak Paham Radikal

PALANGKA RAYA – Sejumlah pejabat penting di Kalimantan Tengah (Kalteng) berusaha merajut persatuan…

Senin, 18 Juni 2018 09:37

AWAS!!! ASN Jangan Tambah Libur

SAMPIT-- Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk disiplin, dan jangan sampai menambah hari libur lagi…

Jumat, 15 Juni 2018 14:29

Ramadan Berakhir, Harusnya Sedih, Harusnya Resah!

SAMPIT -  Seluruh umat Muslim di dunia merayakan hari raya Idul Fitri, Jumat (15/6). Umat menyambut…

Kamis, 14 Juni 2018 17:59

Polisi Ringkus Dua Calo Tiket

PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat dan jajaran Direskrimum Polda Kalteng menangkap dua…

Rabu, 13 Juni 2018 20:47

PT DLU Sampit Tegaskan Tak Ada Kericuhan

SAMPIT – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menegaskan, tak ada kericuhan yang terjadi…

Selasa, 12 Juni 2018 20:04

YA TUHAN!!! Bau Asap Merebak, Penumpang Panik

SAMPIT – Arus mudik dengan KM Egon tujuan Semarang yang berangkat 9 Juni lalu diwarnai kepanikan.…

Senin, 11 Juni 2018 20:16

Razia Tim Gabungan Terhadap Angkutan Mudik, Lima Positif Narkoba

SAMPIT – Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satlantas Polres…

Senin, 11 Juni 2018 13:41

Abrasi Ujung Pandaran, Diduga Akibat Tambang Puya???

SAMPIT – Semakin parahnya abrasi di Pantai Ujung Pandaran disinyalir merupakan warisan para penambang…

Senin, 11 Juni 2018 13:20

IKAPTK Kotim Berbagi Berkah

SAMPIT – Sekitar 58 orang dari berbagai angkatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan…

Sabtu, 09 Juni 2018 19:10

Ujung Pandaran Aman untuk Wisatawan

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan Pantai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .