MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 15 November 2017 10:50
Penutupan Lokalisasi, Protes Terus Bermunculan

PSK Penderita HIV/AIDS Tak Dapat Santunan

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait bantuan sebagai kompensasi penutupan lokalisasi terus mengalir. SLT (38), penderita penyakit HIV/AIDS, protes karena tak menerima santunan.

Selain tak ada biaya untuk pulang kampung ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur, untuk berobat juga perempuan itu kebingungan. Apabila lokalisasi ditutup total, perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial itu bakal tak ada penghasilan lagi untuk membayar ongkos medis yang cukup mahal. 

SLT yang sudah tiga tahun menderita penyakit tersebut, merasa tak diperhatikan dan hanya mendapat janji manis dari Pemkab Kotim. ”Padahal, katanya semua PSK di lokalisasi berhak mendapatkan santunan pemulangan,” katanya, Selasa (14/11).

Protes terhadap kebijakan bantuan itu sebelumnya PSK lainnya, IS (34), Jumat (10/11) lalu. Dia menilai Dinsos Kotim tak adil melakukan pendataan terhadap PSK. Kemudian, keberatan juga disampaikan RN (34), Senin (13/11). Menurutnya, sebanyak 65 PSK tak mendapat bantuan yang dijanjikan. Pemkab dinilai tebang pilih memberikan bantuan sosial.

SLT meragukan alasan Dinas Sosial (Dinsos) Kotim yang mengatakan, ada PSK yang tidak terdata karena dinilai tak bekerja di lokalisasi tersebut, sementara dia sudah lama berdiam di lokaliasi yang dikenal dengan sebutan Pal 12 tersebut.

”Keluhan serta sodoran identitas diri atau KTP selalu kami ajukan kepada petugas Dinsos Kotim, baik di lapangan maupun kantor. Tetapi, selalu ditolak dengan alasan data yang diambil pada Agustus 2017 sudah ditutup dan dikunci. Padahal, saya dan teman-teman (PSK) masih aktif dan bekerja di lokaliasi Pal 12,” katanya.

Lebih lanjut SLT menegaskan, dinas kesehatan dan dinas sosial sebenarnya tahu dia bekerja di lokalisasi itu karena instansi tersebut yang mengetahui pengobatannya. Hal yang membuatnya keberatan, ketika dikatakan tidak terdaftar sebagai penerima santunan karena alasan yang tak masuk akal.

SLT mengaku telah mangadukan Dinas Sosial (Dinsos) ke DPRD dan Pemkab Kotim. Dia menuding instansi tersebut tebang pilih dan mengabaikan hak mereka sebagai penerima santunan. Dia berharap aparat penegak hukum membantu sesuai yang dijanjikan Kemensos.

”Bukan cuma saya sendiri yang tidak dapat santunan. Ada 65 orang yang tidak terdaftar. Kami bukannya menolak (lokalisasi) ditutup. Kami setuju. Jika diminta hari ini ditutup, tidak masalah, tetapi PSK harus pulang semua. Harus rata mendapat santunan. Biar kami bisa memulai hidup baru,” katanya.

Menurutnya, tak mudah menjadi seorang wanita penghibur. Namun, hal itu juga bukan keinginan mereka untuk memilih pekerjaan tersebut, melainkan karena kondisi ekonomi dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki.

SLT mengaku hampir sepuluh tahun menjadi PSK dan sudah pernah didata beberapa kali sebelumnya. Rencananya, hari ini (15/11), jika tak ada tanggapan dari Pemkab Kotim yang memperjuangkan nasib mereka, masalah itu akan resmi diadukan ke polisi dengan laporan hak mereka tak diberikan. (mir/ign


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 17:10

Jalan Bundaran Diperbaiki Lagi

SAMPIT – Jalan aspal bergelombang di bundaran sekitar kantor Pemkab…

Kamis, 13 Desember 2018 16:38

Kabid Maksa Minta Fee Proyek Ruang Kelas

BUNTOK – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Barito…

Kamis, 13 Desember 2018 15:02

Timbangan Pedagang akan Ditera Ulang

SAMPIT–Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur akan segera melakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:37

MANTAP!!! RSUD dr Murjani Peringkat 3 Pelayanan Prima

SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit,…

Rabu, 12 Desember 2018 17:23

Anak-Anak Mengais Rezeki dari Kerusakan Jalan

SAMPIT – Kerusakan jalan di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, …

Rabu, 12 Desember 2018 17:17

Disperkim Tebang 70 Pohon

SAMPIT – Sebanyak 70 pohon di Kota Sampit telah ditebang…

Rabu, 12 Desember 2018 17:13

Wah Parah!!! Peredaran Pita Cukai Palsu Melonjak

SAMPIT – Peredaran pita cukai palsu masih banyak beredar di…

Rabu, 12 Desember 2018 10:37

Urus Piutang, BPJS Ketenagakerjaan Libatkan KPKNL

SAMPIT - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit menggelar Talkshow dengan tema…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Tinduk Resmi Jadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

SAMPIT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sampit…

Selasa, 11 Desember 2018 16:35

Perampok Kabur setelah Digigit Korbannya , Ternyata Pelakunya...

SAMPIT – Rino Frasitiawan (25) terpaksa berurusan dengan Kepolisian Sektor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .