MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 15 November 2017 10:50
Penutupan Lokalisasi, Protes Terus Bermunculan

PSK Penderita HIV/AIDS Tak Dapat Santunan

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait bantuan sebagai kompensasi penutupan lokalisasi terus mengalir. SLT (38), penderita penyakit HIV/AIDS, protes karena tak menerima santunan.

Selain tak ada biaya untuk pulang kampung ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur, untuk berobat juga perempuan itu kebingungan. Apabila lokalisasi ditutup total, perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial itu bakal tak ada penghasilan lagi untuk membayar ongkos medis yang cukup mahal. 

SLT yang sudah tiga tahun menderita penyakit tersebut, merasa tak diperhatikan dan hanya mendapat janji manis dari Pemkab Kotim. ”Padahal, katanya semua PSK di lokalisasi berhak mendapatkan santunan pemulangan,” katanya, Selasa (14/11).

Protes terhadap kebijakan bantuan itu sebelumnya PSK lainnya, IS (34), Jumat (10/11) lalu. Dia menilai Dinsos Kotim tak adil melakukan pendataan terhadap PSK. Kemudian, keberatan juga disampaikan RN (34), Senin (13/11). Menurutnya, sebanyak 65 PSK tak mendapat bantuan yang dijanjikan. Pemkab dinilai tebang pilih memberikan bantuan sosial.

SLT meragukan alasan Dinas Sosial (Dinsos) Kotim yang mengatakan, ada PSK yang tidak terdata karena dinilai tak bekerja di lokalisasi tersebut, sementara dia sudah lama berdiam di lokaliasi yang dikenal dengan sebutan Pal 12 tersebut.

”Keluhan serta sodoran identitas diri atau KTP selalu kami ajukan kepada petugas Dinsos Kotim, baik di lapangan maupun kantor. Tetapi, selalu ditolak dengan alasan data yang diambil pada Agustus 2017 sudah ditutup dan dikunci. Padahal, saya dan teman-teman (PSK) masih aktif dan bekerja di lokaliasi Pal 12,” katanya.

Lebih lanjut SLT menegaskan, dinas kesehatan dan dinas sosial sebenarnya tahu dia bekerja di lokalisasi itu karena instansi tersebut yang mengetahui pengobatannya. Hal yang membuatnya keberatan, ketika dikatakan tidak terdaftar sebagai penerima santunan karena alasan yang tak masuk akal.

SLT mengaku telah mangadukan Dinas Sosial (Dinsos) ke DPRD dan Pemkab Kotim. Dia menuding instansi tersebut tebang pilih dan mengabaikan hak mereka sebagai penerima santunan. Dia berharap aparat penegak hukum membantu sesuai yang dijanjikan Kemensos.

”Bukan cuma saya sendiri yang tidak dapat santunan. Ada 65 orang yang tidak terdaftar. Kami bukannya menolak (lokalisasi) ditutup. Kami setuju. Jika diminta hari ini ditutup, tidak masalah, tetapi PSK harus pulang semua. Harus rata mendapat santunan. Biar kami bisa memulai hidup baru,” katanya.

Menurutnya, tak mudah menjadi seorang wanita penghibur. Namun, hal itu juga bukan keinginan mereka untuk memilih pekerjaan tersebut, melainkan karena kondisi ekonomi dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki.

SLT mengaku hampir sepuluh tahun menjadi PSK dan sudah pernah didata beberapa kali sebelumnya. Rencananya, hari ini (15/11), jika tak ada tanggapan dari Pemkab Kotim yang memperjuangkan nasib mereka, masalah itu akan resmi diadukan ke polisi dengan laporan hak mereka tak diberikan. (mir/ign


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 11:48

HADEEHHHH!! Sarjana Nganggur Jual Miras

KUALA KAPUAS - Seorang pria berinisal BP (30) warga Kelurahan Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung…

Senin, 24 September 2018 16:36

KEREN!!!! Zoel Pemuda Sampit Ikuti IOXC 2018

SAMPIT- Muhammad Zulkipli alias Zoel pemuda asal Sampit, Kalimantan Tengah akan mengikuti Event Indonesia…

Senin, 24 September 2018 09:58

Sawit Masih Penyumbang Ekspor Terbesar

PULANG PISAU- Pj Bupati Pulang Pisau Hj Sunarti mengatakan bahwa sektor perkebunan mempunyai peran yang…

Sabtu, 22 September 2018 11:09

SYUKURLAH!!! Kotim Nihil Titik Panas

SAMPIT – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Timur Rihel mengatakan,…

Jumat, 21 September 2018 15:19

Sekolah Jurnalistik Radar Sampit 2018 Ditutup dengan Manis

SAMPIT - Sekolah Jurnalistik Radar Sampit ditutup dengan "manis". Sorak disertai tepukan tangan bergema…

Kamis, 20 September 2018 13:17

SIAPA MINAT??? 20 Alat Berat Usang Dilelang

SAMPIT – Alat berat termasuk daftar barang yang bakal dilelang oleh Badan Pengelolaan Keuangan…

Kamis, 20 September 2018 13:14

Walau Hujan, Peserta Tetap Semangat

SAMPIT – Sekitar 30 lebih mahasiswa semangat mengikuti event Sekolah Jurnalistik yang digagas…

Rabu, 19 September 2018 17:57

Dari Mentaya ke Sungai Musi

SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan Sampit mengalami pergantian pucu pimpinan. Mokhamad Khaeron digantikan…

Rabu, 19 September 2018 17:54

Tes CPNS Batal Per Zonasi

SAMPIT – Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kalimantan Tengah (Kalteng) batal…

Rabu, 19 September 2018 10:52

Makin Agresif setelah Dijejal Materi

SAMPIT – Hari kedua pelaksanaan, peserta Sekolah Jurnalistik Radar Sampit tetap bersemangat. Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .