MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 15 November 2017 10:50
Penutupan Lokalisasi, Protes Terus Bermunculan

PSK Penderita HIV/AIDS Tak Dapat Santunan

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait bantuan sebagai kompensasi penutupan lokalisasi terus mengalir. SLT (38), penderita penyakit HIV/AIDS, protes karena tak menerima santunan.

Selain tak ada biaya untuk pulang kampung ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur, untuk berobat juga perempuan itu kebingungan. Apabila lokalisasi ditutup total, perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial itu bakal tak ada penghasilan lagi untuk membayar ongkos medis yang cukup mahal. 

SLT yang sudah tiga tahun menderita penyakit tersebut, merasa tak diperhatikan dan hanya mendapat janji manis dari Pemkab Kotim. ”Padahal, katanya semua PSK di lokalisasi berhak mendapatkan santunan pemulangan,” katanya, Selasa (14/11).

Protes terhadap kebijakan bantuan itu sebelumnya PSK lainnya, IS (34), Jumat (10/11) lalu. Dia menilai Dinsos Kotim tak adil melakukan pendataan terhadap PSK. Kemudian, keberatan juga disampaikan RN (34), Senin (13/11). Menurutnya, sebanyak 65 PSK tak mendapat bantuan yang dijanjikan. Pemkab dinilai tebang pilih memberikan bantuan sosial.

SLT meragukan alasan Dinas Sosial (Dinsos) Kotim yang mengatakan, ada PSK yang tidak terdata karena dinilai tak bekerja di lokalisasi tersebut, sementara dia sudah lama berdiam di lokaliasi yang dikenal dengan sebutan Pal 12 tersebut.

”Keluhan serta sodoran identitas diri atau KTP selalu kami ajukan kepada petugas Dinsos Kotim, baik di lapangan maupun kantor. Tetapi, selalu ditolak dengan alasan data yang diambil pada Agustus 2017 sudah ditutup dan dikunci. Padahal, saya dan teman-teman (PSK) masih aktif dan bekerja di lokaliasi Pal 12,” katanya.

Lebih lanjut SLT menegaskan, dinas kesehatan dan dinas sosial sebenarnya tahu dia bekerja di lokalisasi itu karena instansi tersebut yang mengetahui pengobatannya. Hal yang membuatnya keberatan, ketika dikatakan tidak terdaftar sebagai penerima santunan karena alasan yang tak masuk akal.

SLT mengaku telah mangadukan Dinas Sosial (Dinsos) ke DPRD dan Pemkab Kotim. Dia menuding instansi tersebut tebang pilih dan mengabaikan hak mereka sebagai penerima santunan. Dia berharap aparat penegak hukum membantu sesuai yang dijanjikan Kemensos.

”Bukan cuma saya sendiri yang tidak dapat santunan. Ada 65 orang yang tidak terdaftar. Kami bukannya menolak (lokalisasi) ditutup. Kami setuju. Jika diminta hari ini ditutup, tidak masalah, tetapi PSK harus pulang semua. Harus rata mendapat santunan. Biar kami bisa memulai hidup baru,” katanya.

Menurutnya, tak mudah menjadi seorang wanita penghibur. Namun, hal itu juga bukan keinginan mereka untuk memilih pekerjaan tersebut, melainkan karena kondisi ekonomi dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki.

SLT mengaku hampir sepuluh tahun menjadi PSK dan sudah pernah didata beberapa kali sebelumnya. Rencananya, hari ini (15/11), jika tak ada tanggapan dari Pemkab Kotim yang memperjuangkan nasib mereka, masalah itu akan resmi diadukan ke polisi dengan laporan hak mereka tak diberikan. (mir/ign


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 18:56

Intensitas Hujan di Sampit Meningkat

SAMPIT- Kondisi hujan dengan intensitas tinggi terjadi dari sore hingga malam hari. Cuaca demikian…

Senin, 18 Juni 2018 11:58

Calon DPD di Kalteng Diduga Banyak Utusan Parpol

SAMPIT - Sejumlah bakal calon (Bacalon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kalimantan Tengah (Kalteng)…

Senin, 18 Juni 2018 09:36

Kesenian Tradisional Bangkitkan Syiar Islam

SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menganggap kesenian tradisional sangat berperan penting…

Selasa, 12 Juni 2018 20:16

CATAT!!! RSUD dr Murjani Sampit Tegaskan Tetap Beroperasi

CUTI  bersama Lebaran tahun ini sangat panjang. Sepuluh hari pada 11-20 Juni. Di tengah hiruk-pikuk…

Selasa, 12 Juni 2018 20:14

Dibilang Abrasi Gara-Gara Puya, Ini Kata Kades Ujung Pandaran

SAMPIT – Kepala Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Aswin Nur membantah anggapan bahwa…

Senin, 11 Juni 2018 13:34

Untuk Pencairan Insentif Rp 200 Ribu, Per Bulan Diminta Buka Rekening, Ya Jelas Keberatan!!!

SAMPIT – Sejumlah ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Kelurahan Mentawa Baru Hulu,…

Senin, 11 Juni 2018 13:31

Nah Ya Am!!! Pemkab Dianggap Teledor Tangani Sampah

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai teledor menanangi masalah…

Sabtu, 09 Juni 2018 10:40

Sabuk Pantai Diduga Gagal Fungsi

SAMPIT – Rusaknya Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit kembali mendapat tanggapan dari…

Jumat, 08 Juni 2018 15:53

APAR Tak Digunakan, Laporan Lamban

SAMPIT – Kebakaran kios di salah satu los pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Jalan Iskandar,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:43

Beberapa Hari Ini Sampit Jorok, Ini Jawabannya..

SAMPIT –Warga Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, dan Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .