MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 15 November 2017 10:50
Penutupan Lokalisasi, Protes Terus Bermunculan

PSK Penderita HIV/AIDS Tak Dapat Santunan

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait bantuan sebagai kompensasi penutupan lokalisasi terus mengalir. SLT (38), penderita penyakit HIV/AIDS, protes karena tak menerima santunan.

Selain tak ada biaya untuk pulang kampung ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur, untuk berobat juga perempuan itu kebingungan. Apabila lokalisasi ditutup total, perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial itu bakal tak ada penghasilan lagi untuk membayar ongkos medis yang cukup mahal. 

SLT yang sudah tiga tahun menderita penyakit tersebut, merasa tak diperhatikan dan hanya mendapat janji manis dari Pemkab Kotim. ”Padahal, katanya semua PSK di lokalisasi berhak mendapatkan santunan pemulangan,” katanya, Selasa (14/11).

Protes terhadap kebijakan bantuan itu sebelumnya PSK lainnya, IS (34), Jumat (10/11) lalu. Dia menilai Dinsos Kotim tak adil melakukan pendataan terhadap PSK. Kemudian, keberatan juga disampaikan RN (34), Senin (13/11). Menurutnya, sebanyak 65 PSK tak mendapat bantuan yang dijanjikan. Pemkab dinilai tebang pilih memberikan bantuan sosial.

SLT meragukan alasan Dinas Sosial (Dinsos) Kotim yang mengatakan, ada PSK yang tidak terdata karena dinilai tak bekerja di lokalisasi tersebut, sementara dia sudah lama berdiam di lokaliasi yang dikenal dengan sebutan Pal 12 tersebut.

”Keluhan serta sodoran identitas diri atau KTP selalu kami ajukan kepada petugas Dinsos Kotim, baik di lapangan maupun kantor. Tetapi, selalu ditolak dengan alasan data yang diambil pada Agustus 2017 sudah ditutup dan dikunci. Padahal, saya dan teman-teman (PSK) masih aktif dan bekerja di lokaliasi Pal 12,” katanya.

Lebih lanjut SLT menegaskan, dinas kesehatan dan dinas sosial sebenarnya tahu dia bekerja di lokalisasi itu karena instansi tersebut yang mengetahui pengobatannya. Hal yang membuatnya keberatan, ketika dikatakan tidak terdaftar sebagai penerima santunan karena alasan yang tak masuk akal.

SLT mengaku telah mangadukan Dinas Sosial (Dinsos) ke DPRD dan Pemkab Kotim. Dia menuding instansi tersebut tebang pilih dan mengabaikan hak mereka sebagai penerima santunan. Dia berharap aparat penegak hukum membantu sesuai yang dijanjikan Kemensos.

”Bukan cuma saya sendiri yang tidak dapat santunan. Ada 65 orang yang tidak terdaftar. Kami bukannya menolak (lokalisasi) ditutup. Kami setuju. Jika diminta hari ini ditutup, tidak masalah, tetapi PSK harus pulang semua. Harus rata mendapat santunan. Biar kami bisa memulai hidup baru,” katanya.

Menurutnya, tak mudah menjadi seorang wanita penghibur. Namun, hal itu juga bukan keinginan mereka untuk memilih pekerjaan tersebut, melainkan karena kondisi ekonomi dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki.

SLT mengaku hampir sepuluh tahun menjadi PSK dan sudah pernah didata beberapa kali sebelumnya. Rencananya, hari ini (15/11), jika tak ada tanggapan dari Pemkab Kotim yang memperjuangkan nasib mereka, masalah itu akan resmi diadukan ke polisi dengan laporan hak mereka tak diberikan. (mir/ign


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:43

Ulama Ajak Umat Muslim Bersatu

SAMUDA – Momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H tanggal 21 November 2017 Masehi,…

Kamis, 23 November 2017 00:30

MANTAP!!! Kawasan Hutan Produksi Dikukuhkan Jadi APL

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim   di masa pemerintahan Bupati Kotim Supian…

Rabu, 22 November 2017 12:13

Percepatan Pembangunan Kawasan Minapolitan

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur salah satu wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan…

Rabu, 22 November 2017 12:11

Membiasakan Anak-Anak Menabung, BRI Junio Ini Pilihan Tepat

SAMPIT – Tabungan BRI Junio merupakan produk BRI yang ditujukan khusus kepada segmen anak dengan…

Rabu, 22 November 2017 11:38
DPRD Kotim

FANTASTIS!!! Dana Desa Kotim Totalnya Rp 211 Miliar

SAMPIT – Dana Desa dan Alokasi Dana Desa  yang akan dialokasikan bagi 168 desa di Kabupaten…

Selasa, 21 November 2017 12:01

Mau Bikin Paspor? Kini Tak Perlu Lagi Capek-Capek Antre

SAMPIT – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM  melalui Kantor Imigrasi…

Selasa, 21 November 2017 11:58

WOW!!! Pelayanan BPJS Kesehatan Kini dalam Genggaman

BPJS Kesehatan terus beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan…

Selasa, 21 November 2017 11:40

MANTAP!!! Operasi Katarak Diikuti 14 Warga

KUALA KURUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerjasama dengan Rumah Sakit…

Selasa, 21 November 2017 11:35

Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa

KUALA KURUN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan…

Selasa, 21 November 2017 11:16
DPRD Kotim

Kecamatan Parenggean Perlu Personel Damkar

SAMPIT– Fungsional peralatan pemadam kebakaran di Kecamatan Parenggean jadi sorotan anggota DPRD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .