MANAGED BY:
RABU
23 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 15 November 2017 10:53
Polda segera Panggil Oknum Dewan Si Bos CU EPI

Polisi Telusuri Aliran Dana

ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal memanggil oknum anggota DPRD Kotim, NN, yang dilaporkan dalam kasus dugaan penyelewengan ribuan nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit. Aparat masih mendalami aliran dana dan prosedur di lembaga non-perbankan itu.

”Kasus itu masih dalam penelitian dan pendalaman, karena kerugiannya besar hingga miliaran rupiah. Jadi, harus bertahan untuk memeriksanya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalteng Kombes Ignatius Agung Prasetyoko, Selasa (14/11).

Mantan Dirnarkoba Polda Kalteng ini menuturkan, penyidik Subdit IV/Renakta (remaja, anak, dan wanita) Polda Kalteng harus mempelajari aliran dana dan prosedur di Credit Union EPI. ”Nanti kita lihat dulu bagaimana prosesnya, barang bukti, laporan, dan hal lainnya,” tegasnya saat ditanya terkait terlapor yang tercatat sebagai legislator.

Saat Radar Sampit berusaha mengonfirmasi Kasubit Renakta AKBP Siti Fauziah, perwira menengah Polri ini hanya mengungkapkan, masih tahap pemeriksaan dan pendalaman. ”Pokoknya masih pendalaman. Nanti kita sampaikan bila sudah semuanya didalami,” kata Fauziah.

Seperti diberitakan, dugaan penyelewengan dana ribuan nasabah Credit Union EPI Sampit belum ada titik terang. Nasabah mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa agar persoalan itu selesai dan dana sekitar Rp 65 miliar yang belum ada kejelasan bisa dikembalikan.

Seorang korban, Polmer Manurung mengungkapkan, pihaknya sudah menunggu perkembangan kasus itu selama beberapa minggu. Apabila penyelidikan aparat berlarut-larut, korban dugaan penyelewengan berniat melakukan aksi unjuk rasa agar ada kejelasan mengenai dana mereka di CU EPI.

Manurung menuding NN berani memakai dan meminjamkan uang atau dana nasabah kepada yang bukan anggota nasabah CU EPI. Padahal, hal tersebut tidak diperkenankan dan tidak sesuai prosedur. Uang itu di antaranya digunakan untuk bisnis SPBU dan perumahan.

”Saya mewakili nasabah ingin agar persoalan ini cepat selesai. Masa uang nasabah digunakan untuk berbisnis perumahan serta membuat laporan keuangan tahunan yang tidak benar alias fiktif?” katanya.

Menurut Manurung, dana nasabah yang diduga diselewengkan mencapai Rp 65 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 5.899 yang tersebar di Kotim dan Seruyan. Nasabah ada yang menyimpan uang mulai Rp 10 juta hingga miliaran rupiah. (daq/ign)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 17:30

Ratusan Personel Amankan Gereja di Sampit

SAMPIT – Satu pekan usai teror bom yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia membuat aparat menetapkan…

Senin, 21 Mei 2018 17:27

Bekas Pelacuran Diawasi Ketat

PANGKALAN BANTENG – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berusaha keras mencegah kembalinya…

Sabtu, 19 Mei 2018 16:27

Pemudik Bakal Membludak, DLU Siapkan Delapan Keberangkatan

SAMPIT – Menghadapi membeludaknya pemudik, sejumlah operator pelayaran menambah keberangkatan.…

Kamis, 17 Mei 2018 15:52

SYUKURLAH!!! Jaringan Teroris Tak Terdeteksi di Kotim

SAMPIT – Keberadaan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga otak teror di Tanah Air…

Kamis, 17 Mei 2018 15:25

GUBRAKKKKK!!! Sekeluarga Mandi di Kantor PDAM

SAMPIT – Niat hati ingin liburan di Kota Sampit, tapi yang didapat justru kekecewaan. Itulah yang…

Selasa, 15 Mei 2018 16:30

AWAS!!! Teror Hoax dan Ujaran Kebencian Bergentayangan di Medsos

SAMPIT – Peristiwa pemboman sejumlah lokasi di Surabaya, diikuti rentetan hoax yang beredar secara…

Selasa, 15 Mei 2018 16:13

Jejak Teroris Ada di Sampit

SAMPIT – Teror bom beruntun di Surabaya dalam dua hari terakhir jadi peringatan bagi semua pihak…

Selasa, 15 Mei 2018 16:07

PSK Kobar Dilepas Menteri Sosial, Diminta Jalani Kehidupan Baru

TAHAPAN langkah penutupan lokalisasi di Kotawaringin Barat (Kobar) berjalan sesuai rencana. Hari ini,…

Minggu, 13 Mei 2018 00:44

WOW!!! Aparat Sita Kayu Lima Truk

PALANGKA RAYA – Pembalakan dan perambahan hutan masih marak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.…

Jumat, 11 Mei 2018 15:18

Tak Kunjung Terungkap, Pembunuh Fitri Masih Misteri

SAMPIT – Kasus pembunuhan Nur Fitri pada 2017 lalu belum ada kejelasan. Sejumlah kalangan menilai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .