MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Rabu, 15 November 2017 10:56
Pencuri Alat Panggil Walet di Kasongan Ditangkap
KORBAN PENCURIAN: Pemilik bangunan burung walet (korban pencurian) mendatangi Polsek Katingan Hilir, setelah mendengar kabar pelaku pencurian dibekuk polisi, Selasa (14/11) sore.(ANGGRA / RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN - Keresahan pembudidaya sarang burung walet di Kasongan terjawab sudah. Komplotan pencuri peralatan di bangunan walet dibekuk aparat kepolisian. Parahnya, kelima terduga pelaku masih berstatus pelajar di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Katingan.

Kini, polisi masih memburu dua terduga pelaku lain yang melarikan diri. Selain para pelaku, polisi juga mengamankan inisial WD yang diduga menjadi penadah barang curian tersebut.

WD sehari-harinya bekerja sebagai pembeli barang rongsokkan. Bersamanya, aparat juga mengamankan barang bukti hasil curian seperti accu, amplifier, flashdisk, generator set (genset), serta peralatan para pelaku yang terdiri dari palu, parang, pahat, alat pencungkil, kunci T dan dua unit sepeda motor.

Kapolsek Katingan Hilir, Iptu Norheriyanto Hidayat membenarkan kejadian penangkapan komplotan pencuri amatiran tersebut. Kini pihaknya masih memintai keterangan dari ketiga pelaku yang berusia rata-rata 16 tahunan itu.

"Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian peralatan elektornik bangunan walet. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 15 juta. Kami akan melakukan penyelidikan kemudian dilanjutkan penyidikan, tapi tidak dilakukan penahanan mengingat status mereka (terduga pelaku) masih pelajar. Pembuktiannya dengan akta lahir asli atau dari ijazah," ungkapnya, Selasa (14/11) sore.

Kendati begitu, dirinya memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan. Gantinya, para pelaku diharuskan melakukan wajib lapor ke Polsek Katingan Hilir secara rutin mulai Seni sampai Kamis. Sedangkan bagi WD terduga penadah, akan dilakukan penahanan.

"Warga yang melaporkan secara resmi menjadi korban baru dua orang, korban lainnya masih banyak. Barang bukti yang diamankan yaitu accu tiga buah, amplifier tiga buah, genset satu unit dan flashdisk tiga buah," sebutnya.

Dua dari lima terduga pelaku ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Pihaknya telah mengantongi identitas keduanya dan saat ini sedang dalam proses pencarian. Bahkan satu diantaranya diketahui seorang siswa yang pernah menjadi korban penusukkan saat acara hiburan malam beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan penadah, sebelum membeli dirinya lebih dulu menanyakan asal barang-batang tersebut kepada para pelaku. Namun pengakuan itu tidak sejalan dengan keterangan para pelaku.

"Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan dua buah sepeda motor. Menurut para pelaku, barang itu diakui sebagai milik orang tuanya, saat proses jual beli, WD langsung menawar tanpa menanyakan asal muasal barang itu. Artinya sudah terlihat ada ketidaksesuaian," tukasnya.

Abdul Gofur salah satu korban menuturkan, lima hari yang lalu peralatan sarang burung walet miliknya berhasil diembat maling. Dirinya belum dapat menyimpulkan siapa pencurinya, para siswa itu atau malah ada komplotan lain. Yang jelas, akibat ulah para pencuri tersebut dirinya merugi sekitar Rp 3 juta.

"Sekitar pukul 01.00 WIB saya bangun karena curiga suara walet mati. Setelah saya senter pintu masih tertutup, tapi di balik semak terdengar suara langkah kaki. Dia kabur naik sepeda motor yang sudah menunggu di pinggir jalan dengan membawa accu dan amplifier," jelasnya.

Untuk diketahui, terungkapnya pelaku pencurian spesialis peralatan sarang burung walet terjadi pada Selasa (14/11) pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah pelaku inisial FA kepergok hendak merangsek masuk melalui jendela. Melihat aksinya gagal, kedua rekan pelaku yang menunggu langsung kabur. FA yang tak berdaya, akhirnya ditangkap penghuni rumah dan langsung menyerahkannya ke Polsek Katingan Hilir. 

Pagi harinya, polisi kembali mengamankan dua siswa inisial SU dan BOW masing-masing dari rumah dan sekolah. Sedangkan dua siswa lainnya berhasil melarikan diri dan masih berstatus DPO. (agg/fm)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 00:39

Harapkan Pembangunan RS Pratama Tepat Waktu

KUALA KURUN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) H Gumer…

Kamis, 23 November 2017 00:38

Ternyata Ini Penyebab Semrawutnya Taman Kota

KUALA KURUN – Saat ini, kondisi Taman Kota Kuala Kurun sangat semrawut, ini akibat banyaknya pedagang…

Kamis, 23 November 2017 00:37

Panwascam Dapat Bantuan Komputer dan Printer

KUALA KURUN – Masing-masing Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Gunung Mas (Gumas)…

Kamis, 23 November 2017 00:36

Pemkab Harapkan Ini ke Pusat soal Infrastruktur

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Badan Penanggulangan Bencana…

Kamis, 23 November 2017 00:35

UNTUK GURU!!! Diharapkan Betah Tinggal di Desa

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 23 November 2017 00:34

Wujudkan Pengelolaan Keuangan DesaSistematis

KUALA KURUN – Untuk menciptakan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif,…

Rabu, 22 November 2017 12:02

Segini Pentingnya Data Gender dan Anak

KUALA KURUN – Pemanfaatan data, informasi  gender dan anak merupakan instrumen, bahan dan…

Rabu, 22 November 2017 12:00

Begini Respons Masyarakat soal Layanan Operasi Katarak

KUALA KURUN – 14 warga Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang tidak mampu mengikuti program layanan…

Rabu, 22 November 2017 11:58

Semrawut, Pedagang Taman Kota Dibuatkan Zonasi

KUALA KURUN –  Taman Kota Kuala Kurun yang merupakan salah satu ikon dari Kabupaten Gunung…

Rabu, 22 November 2017 11:57

Suksesnya Pemilu Tergantung Ini

KUALA KURUN – Seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .