MANAGED BY:
RABU
18 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 16 November 2017 14:11
Mandi Safar, Simbol Persatuan dan Penyucian
SIMBOL PERSATUAN: Warga antusias mengikuti tradisi mandi safar di Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Rabu (15/11).(USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Ribuan warga berkumpul di pesisir Sungai Mentaya, Rabu (15/11) siang. Mereka  berramai-ramai menceburkan diri ke sungai dalam  tradisi mandi safar.

Tradisi yang dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan safar tersebut  masih terjaga dengan baik. Ritual ini dianggap sebagai simbol penyucian raga dan pemersatu perbedaan di tengah masyarakat.

”Terlepas dari soal hukumnya menurut Islam, menurut saya ini merupakan tradisi dan sudah menjadi budaya daerah dan mestinya dilestarikan,” kata Anang Nur Ali, tokoh masyarakat di Sampit.

Secara filosofis, mandi merupakan simbol penyucian diri, sehingga dianggap dapat membersihkan diri dari hal-hal negatif dan bala bencana. Sementara mencebur ke sungai merupakan simbol persatuan dan toleransi. Melalui itu, semua orang tak lagi memikir perbedaan; suku, agama, apalagi pandangan politik.

Mandi safar merupakan  tradisi lama, yang hingga kini masih dilaksanakan. Bahkan sudah cukup dikenal secara nasional. Belum diketahui sejak kapan tradisi ini dimulai. Namun ada yang meyakini, di Sampit, Kotawaringin Timur, pertama kali dilakukan masyarakat pesisir Sungai Mentaya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Di kecamatan ini, tradisi mandi safar dilakukan secara tersendiri di luar pelaksanaan oleh Pemkab Kotim. Pelaksanaan mandi safar tahun ini dipusatkan di Kompleks Ikon Jelawat dan sekitar dermaga Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit.

Event budaya ini tampaknya cukup menyita perhatian masyarakat. Bahkan, ada yang datang dari luar kota. Mereka beramai-ramai datang dan terjun ke sungai berbekal pelampung dari ban dalam.

”Menurut kami ini sangat keren sekali dan membuat kagum, masyarakatnya yang menyatu dengan yang lain. Berbeda dengan daerah lain yang tampak invidual,” kata Suriati, mahasiswa yang berkunjung ke Sampit.

Sebelum seremonial mandi safar dimulai, dilakukan doa bersama. Harapannya, Kotim dan masyarakatnya terhindar dari berbagai bencana. Selanjutnya, dilakukan prosesi penyatuan air dari sembilan sungai besar di Kalimantan Tengah, yakni Sungai Mentaya, Sungai Barito, Sungai Katingan, Sungai Kapuas, Sungai Kumai, Sungai Seruyan, Sungai Kahayan, Sungai Arut, dan Sungai Lamandau.

Ini menyimbolkan keberagaman dari daerah di Kalimantan Tengah yang disatukan dalam semangat pembangunan. ”Ini budaya masyarakat Kotim, salah satu daya tarik wisata agar wisatawan datang,” kata Bupati Kotim Supian Hadi.

Tradisi ini, lanjutnya, akan dipertahankan sebagai salah satu pemikat agar wisatawan tertarik berkunjung.  Pemkab berjanji akan mengemas lebih baik lagi event ini.   

”Kami akan gali lagi hal-hal yang menarik yang berkembang di masyarajat, sehingga tahun depan wisatawan akan berdatangan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kotim Fajurrahman. (oes/ign)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 08:26

Tahun Ini, Kalteng Bebas Kabut Asap, SUERRR???

PALANGKA RAYA – Berdasarkan ramalan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah…

Selasa, 17 Juli 2018 16:37

YA TUHAN!!! Perahu Karam, Pemancing Tenggelam

PALANGKA RAYA – Niat mulia menyelamatkan nyawa anak kecil serta hobi memancing Rigan, warga Jalan…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

Ya Ampunnn!!!! Gara-Gara Ini, Pensiunan ASN Diamankan

PALANGKA RAYA – Diduga melakukan pembakaran lahan secara sengaja hingga mengakibatkan kebakaran…

Senin, 16 Juli 2018 09:09

Pemerintah Desa Diminta Aktif Sosialisasikan Pilkades

SAMPIT – Pemerintah desa diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa terkait pelaksanaan…

Senin, 16 Juli 2018 09:04

Mantap!!! Varietas Inpari 30 Tahan Hama

SAMPIT – Para petani di Kecamatan Kotabesi mengklaim bahwa selama menggunakan varietas unggul…

Senin, 16 Juli 2018 08:56

Ikon Jelawat Terus Bersolek

SAMPIT – Keinginan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menjadikan Sampit sebagai…

Jumat, 13 Juli 2018 23:24

Rencana Pindah Ibu Kota Terus Berjalan

PALANGKA RAYA – Badan Informasi Geospasial (BIG) akan melakukan pemetaan lahan di Provinsi Kalimantan…

Jumat, 13 Juli 2018 23:13

KEREN EUI!!! Mahasiswa Bentuk Komunitas Pelestari Bahasa Sampit

SAMPIT—  Sekelompok mahasiswa dari STKIP Muhammadiyah Sampit membentuk komunitas pelestari…

Kamis, 12 Juli 2018 09:46

Wihhhhh!!!! Menteri Korea Selatan Kunjungi Kobar, Ngapain Ya????

PANGKALAN BUN- Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah menyambut kedatangan Menteri Kehutanan…

Kamis, 12 Juli 2018 09:32

Kecamatan Harus Aktif Dampingi Desa

SAMPIT – Pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini, sebanyak 17 kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .