MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 16 November 2017 14:11
Mandi Safar, Simbol Persatuan dan Penyucian
SIMBOL PERSATUAN: Warga antusias mengikuti tradisi mandi safar di Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Rabu (15/11).(USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Ribuan warga berkumpul di pesisir Sungai Mentaya, Rabu (15/11) siang. Mereka  berramai-ramai menceburkan diri ke sungai dalam  tradisi mandi safar.

Tradisi yang dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan safar tersebut  masih terjaga dengan baik. Ritual ini dianggap sebagai simbol penyucian raga dan pemersatu perbedaan di tengah masyarakat.

”Terlepas dari soal hukumnya menurut Islam, menurut saya ini merupakan tradisi dan sudah menjadi budaya daerah dan mestinya dilestarikan,” kata Anang Nur Ali, tokoh masyarakat di Sampit.

Secara filosofis, mandi merupakan simbol penyucian diri, sehingga dianggap dapat membersihkan diri dari hal-hal negatif dan bala bencana. Sementara mencebur ke sungai merupakan simbol persatuan dan toleransi. Melalui itu, semua orang tak lagi memikir perbedaan; suku, agama, apalagi pandangan politik.

Mandi safar merupakan  tradisi lama, yang hingga kini masih dilaksanakan. Bahkan sudah cukup dikenal secara nasional. Belum diketahui sejak kapan tradisi ini dimulai. Namun ada yang meyakini, di Sampit, Kotawaringin Timur, pertama kali dilakukan masyarakat pesisir Sungai Mentaya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Di kecamatan ini, tradisi mandi safar dilakukan secara tersendiri di luar pelaksanaan oleh Pemkab Kotim. Pelaksanaan mandi safar tahun ini dipusatkan di Kompleks Ikon Jelawat dan sekitar dermaga Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit.

Event budaya ini tampaknya cukup menyita perhatian masyarakat. Bahkan, ada yang datang dari luar kota. Mereka beramai-ramai datang dan terjun ke sungai berbekal pelampung dari ban dalam.

”Menurut kami ini sangat keren sekali dan membuat kagum, masyarakatnya yang menyatu dengan yang lain. Berbeda dengan daerah lain yang tampak invidual,” kata Suriati, mahasiswa yang berkunjung ke Sampit.

Sebelum seremonial mandi safar dimulai, dilakukan doa bersama. Harapannya, Kotim dan masyarakatnya terhindar dari berbagai bencana. Selanjutnya, dilakukan prosesi penyatuan air dari sembilan sungai besar di Kalimantan Tengah, yakni Sungai Mentaya, Sungai Barito, Sungai Katingan, Sungai Kapuas, Sungai Kumai, Sungai Seruyan, Sungai Kahayan, Sungai Arut, dan Sungai Lamandau.

Ini menyimbolkan keberagaman dari daerah di Kalimantan Tengah yang disatukan dalam semangat pembangunan. ”Ini budaya masyarakat Kotim, salah satu daya tarik wisata agar wisatawan datang,” kata Bupati Kotim Supian Hadi.

Tradisi ini, lanjutnya, akan dipertahankan sebagai salah satu pemikat agar wisatawan tertarik berkunjung.  Pemkab berjanji akan mengemas lebih baik lagi event ini.   

”Kami akan gali lagi hal-hal yang menarik yang berkembang di masyarajat, sehingga tahun depan wisatawan akan berdatangan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kotim Fajurrahman. (oes/ign)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 09:05

Tujuh Warga di Seruyan Positif DBD

KUALA PEMBUANG - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengancam masyarakat Kabupaten Seruyan,…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:03

Dinkes Seruyan Gelar Balita Sehat

KUALA PEMBUANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan menggelar Lomba Balita Sehat, Kamis (18/10).…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:44

ASN Harus Tingkatkan Etos Kerja

SAMPIT— Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:40

CATAT!!! Tenaga Kontrak Harus Sesuai Anjab

SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan, Satuan Organisasi Perangkat…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:37

Penting Nih!!! Pembenahan DPT Harus Optimal

SAMPIT— Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang sudah memiliki hak suara dalam Pemilihan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:28

Giliran Bagendang Hulu Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

SAMPIT - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit terus berupaya memastikan informasi tentang program dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 16:56

ALHAMDULILLAH!!! Tidak Ada Karhutla Lagi, Posko Resmi Ditutup

SAMPIT – Pos Komando (Posko) Siaga Karhutla resmi ditutup. Pembubaran tim yang bermarkas di Museum…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:54

Korpri Perlu Pendampingan LKBH, Ini Alasannya

SAMPIT— Dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:48

Generasi Muda Harus Dibentengi dari Ancaman Narkoba

SAMPIT-Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus membentengi…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:43

Sekda Ajak Masyarakat Aktif Cek DPT

SAMPIT— Mendekati tahun politik 2019, yang diisi dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .