MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Minggu, 03 Desember 2017 00:18
APES BANGET!!! Sudah Uang Dicuri, Dikeroyok Pula
PENCURIAN: Halimah menunjukan gentong tempat penyimpanan uangnya yang dibobol kawanan maling. (FOTO: JOKO HARDYONO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN Rumah Halimah (68), warga Jalan GM. Arsad, Gang Baung I, RT.09, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (2/12) pukul 2.30 WIB dini hari, disatroni tiga maling.

Okta Pasari Winata (24), anak Halimah, menceritakan, pencurian terjadi saat dirinya baru saja pulang kerja sekitar pukul 02.10 WIB. Setiba di rumah, dia memasukan motor dan mengunci pintu depan. Saat hendak tidur, dia mendengar suara seseorang berjalan.

“Ada dengar suara kaki, suara tersebut pertama terdengar hanya satu orang, kemudian menyusul suara dua orang berjalan,” ujar Okta, Sabtu (2/12).

Karena rumahnya panggung dan berbahan kayu, suara orang berjalan tersebut terdengar sangat jelas. Ia berusaha mencari sumber suara dari arah dapur. Saat menuju ke dapur rumahnya, dia memergoki tiga orang sedang mencari sesuatu di dapur rumahnya.

“Langsung ku tegur, ngapain kamu? Mereka langsung lari. Saya kejar dua orang ke arah kanan, sedangkan satunya baju kuning sempat lari ke arah jalan buntu. Saya tangkap celananya dan dia terjatuh,” tandasnya.

Saat terjatuh itulah dia berusaha menangkap dan memukul pencuri. Namun dua maling lainnya kembali lagi membantu rekannya yang ditangkap oleh Okta. Dari arah belakang, maling berbaju hitam membekap Okta hingga terjatuh, sedangkan satunya mengunci kedua tangannya ke arah belakang.

“Sempat kena benturan kepala saya, kaki saya di injak-injak beberapa kali, tangan kanan sampai luka karena dikunci mereka, tidak berapa lama mereka langsung kabur,” kata Okta.

Ciri-ciri pelaku pertama yang menunggu di depan pintu dapur berbadan besar, kaos hitam dengan mata sipit. Pelaku kedua saat dipergoki sedang membongkar lemari dapur postur badannya kurus, alis tebal, kulit putih, mata sipit, ada tiga tahi lalat di lehernya, mengenakan kaos warna kuning polos. Sedangkan pelaku yang ketiga, memegang sekitar tiga amplop menggunakan tangan kanan, tangan kiri tangannya masuk ke dalam gentong, postur badan sedang, menggunakan kaos biru gelap, hidung mancung, rambut klimis ke belakang.

“Semuanya mengenakan celana pendek selutut dan tidak mengenakan alas kaki, sepertinya orang asing, wajahnya seperti orang Cina, namun dari logatnya seperti orang Jawa,” tuturnya.

Sementara itu kakak korban, Fauzi, sedang tidur saat kejadian berlangsung. Mendengar suara teriakan adiknya dari arah luar rumah, dia mencari sumber suara tersebut dengan hati berdebar.

“Ading ni berteriak, ‘Aba-aba (Abang)!!!’, karena di samping ada istri dan anak sedang tidur, terpaksa saya loncati mereka sampai tergelincir. Melihat ke arah dapur tidak ada, berbalik lagi ke arah samping rumah, ternyata ading sudah terjatuh,” tukasnya.

Melihat adingnya berdarah, dia langsung menanyakan, siapa yang melakukan itu padanya. “Ikam diapai (Kamu diapakan?) Siapa yang menganu ikam (Siapa yang menghajar kamu)? Setelah diperiksa ke dalam rumah, ternyata maling mengambil amplop milik ibu,” jelas Fauzi.

Fauzi pun menanyakan isi amplop tersebut kepada ibunya. Ternyata setiap amplop berisikan uang Rp 1 juta yang disimpan ke dalam gentong kecil. Ada sekitar tiga amplop yang hilang,  sehingga total ada Rp 3 juta yang dibawa kabur maling.

“Sudah keliling mencari menggunakan motor tidak ada ketemu. Kejadian ini tidak kami laporkan karena ibu kondisinya ada penyakit tekanan,” terangnya.

Halimah yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang pijat tradisional ini mengaku menyimpan uang pada amplop. Setiap amplop jumlahnya Rp 1 juta kemudian disimpan ke dalam gentong kecil di sudut dapur rumahnya. Penyimpanan uang tersebut tidak ada seorang anaknya pun yang mengetahui.

“Saya juga heran, kenapa maling itu bisa tahu ada uang yang saya simpan di situ, kenapa harus orang tidak mampu yang dicuri,” kesalnya. (jok/yit)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 10:30

Pilkada Lamandau, Polres Kerahkan Kekuatan Penuh

NANGA BULIK – Pengamanan jadi ujung tombak di lapangan demi berjalan dengan aman dan lancar pelaksananaan…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:28

Kampanye Terbuka Pilkada, Pedagang Kecipratan Berkah

SUKAMARA – Kampanye terbuka tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukamara memberikan…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:15

Kasus DBD di Kolam Harus Ditekan

KOTAWARINGIN LAMA – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang  sejak awal tahun tadi ini melanda…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:13

Warga Pendatang Baru Harus Melapor

PANGKALAN BUN-Makin membaiknya pertumbuhan ekonomi di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar), diyakini akan…

Sabtu, 23 Juni 2018 09:46

Warga Despot Meriahkan Lebaran Ketupat

KOTAWARINGIN LAMA – Pada H+7 lebaran Idulfitri kemarin, warga Dusun Makarti Jaya (Despot) Desa…

Jumat, 22 Juni 2018 15:31

Arus Balik dengan Kapal Masih Sepi, Kenapa Ya???

KUMAI - Arus balik melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai masih sepi. Kapal dari Surabaya dan Semarang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:28

Warga Serahkan Mila ke BKSDA

PANGKALAN BANTENG – Warga Desa Sungai Pulau, Kecamatan Pangkalan Banteng, menyerahkan seekor anak…

Jumat, 22 Juni 2018 11:28

ASN Kobar Gelar Halalbihalal

PANGKALAN BUN - Hari pertama masuk kerja, para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten…

Jumat, 22 Juni 2018 11:26

Pemkab Kobar Pastikan Layanan Publik Normal

PANGKALAN BUN –  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memastikan layanan publik berjalan…

Kamis, 21 Juni 2018 18:04

Pascalebaran, Arus Mudik Tetap Padat

PANGKALAN BUN – Tingkat isian penumpang (load factor) pesawat dari Bandara Iskandar Pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .