MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 07 Desember 2017 15:11
Safari Natal ke Marikit, Masalah Ini yang Disorot Bupati Katingan
IBADAH NATAL: Bupati Katingan Sakariyas bersama para pejabat daerah lainnya saat beribadah ketika bersafari Natal ke Desa Rangan Burih Kecamatan Marikit, Selasa (5/12) petang. (FOTO: HUMAS SETDA KATINGAN FOR RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN Kenakalan remaja yang menjurus pada pergaulan bebas terjadi akibat beberapa faktor, seperti kurangnya perhatian orang tua, rasa kecewa mendalam, pengaruh lingkungan atau teman serta keinginan untuk mencoba hal baru yang begitu besar. Pergaulan bebas bukan hanya berdampak bagi diri sendiri, melainkan kepada orang tua maupun masyarakat sekitar.

Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, semestinya pergaulan bebas dapat dibendung dengan pendekatan hati ke hati atau konseling. Cara itu dianggap jitu untuk mengetahui apa saja permasalahan dan kehendak anak-anak usia belajar tersebut.

"Pergaulan bebas kini sedang marak, seperti mengonsumsi narkoba, obat-obatan terlarang hingga seks di bawah umur. Pergaulan bebas sendiri memiliki banyak dampak buruk dan membuat seseorang makin terjerumus," kata Sakariyas kepada masyarakat Desa Rangan Burih saat melaksanakan Safari Natal di Kecamatan Marikit, Selasa (5/12).

Sakariyas meminta peran guru dan orang tua untuk menjauhkan anak-anak maupun para pelajar agar tidak terjerumus pergaulan bebas. Upaya yang bisa dilakukan seperti menghindari lingkungan yang buruk, batasi waktu keluar rumah, isi waktu kosong, tanamkan sikap positif, dan larangan pacaran.

"Lingkungan merupakan area bersosialisasi setelah keluarga, ketika lingkungan itu kurang baik, maka perilaku menyimpang dapat terjadi. Pekerjaan orang tualah untuk mendidik anak supaya mengerti baik buruk sejak dini, tapi kadang karena kesibukan maka anaknya tidak mendapat pengawasan yang baik," jelasnya.

Menurutnya, tidak adanya batasan waktu jam malam membuat seorang anak lebih bebas bergaul. Padahal, waktu malam bisa diisi dengan berbagai kegiatan positif. Mengisi waktu kosong bisa menghindarkan anak dari sikap bermalas-malasan atau bergaul malam keluar rumah. 

"Apalagi yang masih remaja jangan suka menghabiskan waktu di luar, akan membuang waktu secara percuma. Lebih baik mengerjakan tugas sekolah atau sejenisnya," ujar Sakariyas.

Bagi anak yang sejak dini sudah mengerti membedakan hal buruk dan baik, tentu mereka lebih mudah tidak terhindar dari pergaulan bebas. Sebab itu, tanamkan pada anak untuk melakukan banyak hal positif yang berguna bagi masa depan, bukan sebaliknya," pesannya.

Pada dasarnya, seorang anak mudah merasa penasaran dengan hal-hal baru di sekitar mereka, termasuk pacaran. Pacaran memiliki banyak dampak buruk bagi anak usia sekolah, karena tingkat emosinya cenderung labil. Pacaran dapat menyebabkan anak menurun prestasi belajar hingga terjerumus seks bebas.

"Guru dan orang tua wajib memberi tahu dampak buruk pacaran dan melarang mereka berhubungan sebelum benar-benar dewasa. Banyaknya pemberitaan media mengenai seks bebas dijadikan contoh buruk mengapa pacaran bisa merusak masa depan serta kejiwaan anak," pungkasnya. (agg/yit)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 16:56

ALHAMDULILLAH!!! Tidak Ada Karhutla Lagi, Posko Resmi Ditutup

SAMPIT – Pos Komando (Posko) Siaga Karhutla resmi ditutup. Pembubaran tim yang bermarkas di Museum…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:54

Korpri Perlu Pendampingan LKBH, Ini Alasannya

SAMPIT— Dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:48

Generasi Muda Harus Dibentengi dari Ancaman Narkoba

SAMPIT-Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus membentengi…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:43

Sekda Ajak Masyarakat Aktif Cek DPT

SAMPIT— Mendekati tahun politik 2019, yang diisi dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden,…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:52

Formasi Guru CPNS K2, Hanya Satu Pelamar

SAMPIT – Formasi guru honorer kategori (K2) yang dalam formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:40

Forkomdikara Resmi Dibentuk, Warga Diminta Menjaga Pembangunan

SAMPIT –Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sampit resmi membentuk Forum Komunikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:34

Agar Ada Keadilan, Santri Diberikan Edukasi Kesetaraan Gender

SAMPIT – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:12

Kotim Siapkan Pembangunan Lumbung Padi

SAMPIT –Dinas Ketahanan Pangan  Kabupaten Kotim terus mengupayakan pembangunan infrastruktur,…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:09

Calon Nihil!!! Khawatir Bakal Ada yang Melawan Kotak Kosong

SAMPIT—Perpanjangan masa penjaringan Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades), dalam rangkaian Pemilihan…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:04

Penghuni Lapas Rekam KTP-El, Begini Suasananya

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)  Kotim, memastikan perekaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .