MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT
Rabu, 13 Desember 2017 12:40
Islam Indonesia, Islam yang Mengayomi
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, Oleh: Sulistiyo Wardoyo)*

Sudah merupakan hal yang wajar apabila menjelang Natal dan Tahun Baru pengamananobjek vital seperti gedung perkantoran dan tempat beribadah oleh aparat kepolisian akan semakin diperketat. Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi terorisme dan sebagainya.

Sebagai bagian dari mayoritas, saya sebenarnya sangat malu dan cukup ‘tidak nyaman’ dengan kondisi demikan, mengapa? Sebab hal ini sedikit menandakan bahwa penduduk mayoritas di Indonesia, yakni pemeluk agama Islam, tidak bisa menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi pemeluk agama lain yang merupakan minoritas untuk beribadah.

Hal yang dapat diperdebatkan memang, namun begitulah kenyataannya, sebab apabila mayoritas dapat melindungi minoritas, maka pengamanan tidak perlu dilakukan superketat hingga menyisir bagian-bagian pojok gereja atau mensiagakan aparat keamanan di sekitarnya.

Pada dasarnya setiap akhir tahun keadaan relatif kondusif. Kondisi tersebut menciptakan dua argumen, pertamakeamanan yang disediakan mungkin terlalu berlebihan atau kedua, malah hal itulah yang menciutkan niat pelaku kejahatan sehingga mereka melakukan aksinya pada lain hari. Argumen kedua terdengar lebih rasional karena fakta-fakta yang terjadi menunjukan demikian.

Menengok kembali tahun  2000 silam, banyak sekali terjadi kasus hingga aksi Bom yang dideteksi terjadi di beberapa gereja di tanah air, seperti pelemparan bom Molotov ke gereja di Samarinda walaupun tidak dilakukan persis saat natal yang terakhir kali hingga aksi terorisme yang dianggap paling sadis yakni di Thamrin beberapa tahun lalu.

Dapat diyakini bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia bersifat toleran dan tidak akan sampai hati membunuh atau meledakan bom di tempat ibadah agama lain atau tempat umum. Namun sayangnya, masih ada sebagian kecil masyarakat yang menganggap aksi keji pemboman tersebut sebagai jihad yang mulia. Ironisnya lagi, banyak pula yang diam dan tidak bersuara menentang hal tersebut, bahkan menuduh tanpa bukti yang jelas kalau aksi itu adalah konspirasi untuk menyudutkan umat Islam.

Jangan menutup mata jika lebih banyak umat Islam yang terbunuh oleh sesama umat Islam ketimbang umat agama lain yang terbunuh akibat ulah orang yang mengaku Islam. Pemboman di masjid di Sinai, Mesir beberapa waktu lalu cukuplah menjadi salah satu contoh. Aksi terorisme tersebut diduga kuat dilakukan oleh ISIS, korban yang tewas tidak main-main jumlahnya, lebih dari 200 orang.

Namun bagaimana respons umat Islam di Indonesia? Umat seperti diam, tidak bersuara untuk mengutuk aksi tersebut. Bahkan dalam salah satu acara pada 2 Desember 2017, umat lebih tertarik untuk membahas masalah Viktor Laiskodat yang diduga menghina beberapa Parpol karena mengatakan Parpol tersebut mendukung kegiatan terorisme.

Itulah cerminan umat sebagian umat Islam yang berfaham konservatif dan rentan ditunggangi oleh kepentingan politik maupun pendeknya pemahaman terkait ideologi dan agama Islam, sangat fokus pada pihak luar, dibandingkan pihak internal yang mencoreng dan menghancurkan Islam dari dalam. Karena perlu diingat bahwa Islam tidak akan hancur oleh pihak eksternal, namun oleh pihak internal.

Sudah saatnya umat Islam seluruh Indonesia menyatukan suara dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Caranya cukup mudah dengan bersikap awas dan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang ingin menganggu saudara dalam kemanusiaan kita untuk beribadah menyembah Tuhan yang dipercayainya. Selain itu,aktivitas lainnya adalah dengan tidak menggangu peribadatan umat agama lain. )*Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya


BACA JUGA

Rabu, 30 Mei 2018 09:27

Gelar Khatam Alquran di Bulan Ramadan

SAMPIT – Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengelar…

Selasa, 29 Mei 2018 15:25

Ssstttt!!! Warga Endus Aksi Mesum di Ruang Publik

SAMPIT –Bulan Ramadan merupakan waktu untuk meningkatkan keimanan. Namun, di beberapa lokasi justru…

Kamis, 17 Mei 2018 10:51

Edukasi Pelajar dan Mahasiswa Terkait HIV/AIDS

SAMPIT – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengedukasi…

Jumat, 20 April 2018 10:09

Siswa Diwajibkan Ikut Praktik Manasik Haji

SAMPIT – Sebanyak 378 siswa dan siswi kelas X semua jurusan di SMKN 1 Sampit, mempraktikkan manasik…

Selasa, 17 April 2018 19:40

Penyakit Langka, Masih Bisa Disembuhkan

Muhammad Lintang Arsya Saputra lahir tak sempurna. Kondisinya memprihatinkan. Bayi lucu itu tidak memiliki…

Sabtu, 14 April 2018 10:06

Personel Damkar Perlu Latihan

SAMPIT –Ternyatamasih banyak personel di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim…

Senin, 02 April 2018 12:02

Disdik Jamin Soal UNBK Tak Bocor

SAMPIT – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/MA dan SMK di Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 27 Maret 2018 09:25

Dua Hari Penilaian, DLH Optimis Raih Adipura

SAMPIT – Tim terpadu dari Badan Lingkungan Hidup Kalteng melakukan penilaian Adipura di Kota Sampit…

Minggu, 25 Maret 2018 01:12

Media Sebagai Garda Kampanye Damai

Oleh: Stevanus Sulu )* Beberapa waktu belakang ini, isu hoax semakin menggila di Indonesia. Mulai dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .