MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 14 Desember 2017 14:25
BUSYET!!! Ada Enam Gembong Zenith di Kotim, Ini Orang-orangnya
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO, SAMPIT – Peredaran Zenith di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama ini disinyalir dikendalikan enam bandar besar. Mereka aktif menjual pil setan untuk meracuni generasi muda sejak beberapa tahun belakangan. Gembong Zenith itu mulai tiarap seiring gencarnya penangkapan pengedar oleh aparat.

Hal tersebut diungkap mantan pengedar Zenith asal Banjarmasin yang menetap di Sampit, Selasa (12/12). Dia meminta namanya disamarkan. Radar Sampit menyebutnya Alang. Dia merupakan teman Opan, pecandu Zenith sekaligus kurir yang sebelumnya menceritakan lengkap sepak terjang dalam bisnis hitam itu, Senin (11/12) lalu.

Menurut Alang, ada sekitar enam orang yang sampai saat ini disinyalir masih menjual Zenith di Sampit. Transaksi haram pil setan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Mereka berinisial AS, HA, YK, SY, MI, dan TS. Alang mengaku tak tahu keberadaan para bandar tersebut.

Enam orang itu, lanjut Alang, diduga menjadi menjual Zenith dalam jumlah besar. Mereka menghabiskan 3 – 8 boks selama tiga bulan. Bahkan terkadang sampai 10 boks. Masing-masing boks berisi 200 keping Zenith yang dipasok dari luar pulau. Terkadang juga didatangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

”Sejak gencarnya razia polisi menggerebek pengedar maupun penjual barang haram itu, saya kehilangan kabar keenam orang tersebut,” katanya.

Alang kemudian menceritakan pengalamannya mengedarkan pil setan itu. Sebelumnya, dia bekerja untuk ST, pengedar Zenith yang kini diduga pindah ke Banjarmasin. Saat itu dia juga memiliki pekerjaan tetap sebagai seorang pengelola kebun sawit milik kakak iparnya. Meski jumlah sawitnya tak banyak, penghasilannya per bulan cukup untuk menutupi kebutuhannya.

Pada awal Desember dua tahun lalu, dia sempat berjualan Zenith menggantikan ST yang gulung tikar pada pertengahan tahun 2015. Dia mendapatkan nomor kontak semua pemasok Zenith dari ST.

Berbekal modal uang sebesar Rp 30 juta hasil menyisihkan tabungannya mengelola kebun sawit, Alang memberanikan diri memesan Zenith dari Banjarmasin. Zenith diperoleh dari YF, yang dulu pernah memasok pil setan itu untuk ST.

Orderan pertamanya sebanyak dua boks dengan harga Rp 3 juta. Per boks berisi 150 keping. Per keping dijual seharga Rp 10 ribu. Dia menjualnya kepada pengguna dengan harga Rp 20 ribu, mengikuti harga pasar saat itu. Namun, menjelang tahun baru 2016, dia menaikkannya dengan harga dua kali lipat, Rp 40 ribu.

Keuntungan penjualan Zenith yang besar, membuat Alang ketagihan. Dia memperoleh Zenith itu dari Banjarmasin agar lebih aman dan murah. Alang tak mampu mendatangkan Zenith  dari luar Kalimantan. Alasannya, takut terkena razia petugas. Dia tak mau ambil risiko meski Zenith asal tanah Jawa disebut-sebut lebih ”enak”.

”Memang ada bedanya. Pil dari Semarang itu ada kandungan yang bikin efek candunya lebih baik. Saya tidak tahu apa kandungannya. Tapi, kalau dicoba, pusingnya tak terasa. Jadi, tahu-tahu badan segar dan stamina bertambah. Namun, waktu tidurnya berkurang,” ujar Alang.

Alang berhenti menjual Zenith pada awal 2017 lalu, karena alasan keamanan dan kenyamanan hidupnya. Dia berpikir, menjual sesuatu yang melanggar hukum dan ilegal, tak akan membuatnya hidup tenang. Meskipun keuntungannya berlipat ganda, Alang merupakan tipe orang yang tak terlalu berambisi memuaskan hawa nafsunya.

Apalagi, menurutnya, dua orang temannya mati sia-sia karena menjadi pecandu sekaligus pelanggan tetap Zenith yang dijualnya. Hal itu menyadarkannya agar segera melepas bisnis kotor itu.

Meski pensiun sebagai pengedar, Alang masih mengikuti perkembangan pasar gelap Zenith di Sampit. Untuk pengiriman barang haram itu dari luar Kalimantan, lanjutnya, melalui jalur laut. Paling banyak ditujukan ke Banjarmasin.

”Paling banyak dikirim melalui jalur laut ke Banjarmasin. Itu sudah terjadi sejak 2010,” katanya. Namun, lanjut dia, pengiriman tersebut terkadang singgah ke Sampit. Biasanya enam gembong tadi sebagai pemesan tetapnya.

Penyelundupan Zenith 3,74 juta butir yang diungkap aparat pada Rabu (6/12) lalu dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Zenith itu diangkut dua truk dan dikirim menggunakan jasa pelayaran KM Kirana I.

 

Bungkam

Sementara itu, aparat kepolisian seolah bungkam mengenai perkembangan kasus dua truk Zenith yang diamankan pekan lalu. Upaya konfirmasi kepada Kasat Narkoba Polres Kotim Samsul Bachri dan Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Ariefianto membentur tembok, Selasa (12/12). Demikian pula saat ke Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar.

Padahal, sejumlah kalangan sebelumnya mendesak aparat untuk membongkar pemesan barang haram itu dan meringkus bos besarnya. Zenith selama ini dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu tindak kriminal selain narkoba dan minuman keras.

Publik menilai masih banyak misteri yang belum terungkap sejak dua truk itu disita aparat. Misalnya, alamat pemesan yang palsu maupun nasib dua sopir truk yang disebut-sebut mengaku tak mengetahui isi barang yang diantar meski telah mengarungi laut sehari semalam.

Zenith berisi 3.740.000 butir Zenith yang disita aparat pekan lalu, menggunakan truk bernopol KH 8762 AR yang dikemudikan BA dan truk bernomor N 9076 UV disopiri KA. KA tercatat sebagai warga Sawiran RT 04/06 Desa  Dawuhon Sengon, Purwodadi, Jawa Tengah. Sementara BA merupakan warga Jalan Rindang Banua RT 05/03 Pahandut, Palangka Raya.

Lolosnya Zenith sampai ke Pelabuhan Sampit juga masih misteri. Publik mempertanyakan pemeriksaan barang di pelabuhan yang dinilai lemah. Diduga transaksi pengiriman barang senilai Rp 14,49 miliar itu melibatkan banyak pihak hingga bisa lolos mengarungi Laut Jawa.

”Ini kelalaian pihak Pelabuhan Semarang. Kenapa bisa kecolongan seperti itu? Biasanya pengiriman barang selalu mereka cek. Pemkab Kotim harus bereaksi keras dengan lemahnya pengawasan. Kapan perlu surati Dirjen Hubla (Perhubungan Laut) agar persoalan semacam ini tidak terulang,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kotim Rimbun.

Pengungkapan jaringan Zenith itu melibatkan Polda Kalteng dibantu tim dari Direktorat Reserse Narkoba Bareskrim Polri. Mereka turun tangan memburu produsen obat keras daftar G itu sampai ke ke Kelurahan Cijorong, Banten, Jumat (8/12) lalu.

Aparat menemukan sebuah gudang berisi obat-obatan, antara lain 20 karung obat kuat merk PAE, satu karung obat asam urat merk berantas, lima karung obat kuat Tong Hot Laga, dan lima karung obat kuat urat madu.

Selain itu, polisi juga mengamankan bahan baku pembuatan obat daftar G yang dikemas dalam tong dan ember, sebelas roll gulungan merk Carnophen/Zenith, dua roll gulungan merk trihetbenit, dan lain-lain.

Gudang itu dipasang garis polisi. Aparat juga menyelidiki AM, yang diduga sebagai pengelola gudang dan ada hubungannya dengan jutaan Zenith yang dikirim ke Sampit.

 

Cegah Ngelem

Sementara itu, Ketua LSM Lantera Kartini Forisni Aprilista yang konsen pada masalah perempuan dan anak mengatakan, semua pihak perlu mengantisipasi para pecandu Zenith yang beralih ke ngelem setelah obat keras itu mulai langka dan harganya kian meroket hingga menyentuh Rp 150 ribu per sepuluh butir.

”Selain obat keras itu, masih ada penjualan lem, miras (minuman keras), narkoba, dan lainnya. Itu semua tugas kita bersama. Jangan sampai hal itu digunakan para pelaku yang hanya mencari untung tanpa memikirkan nasib pengguna,” katanya.

Menurutnya, harus ada kesepakatan dari semua pihak agar tidak sembaragan menjual barang berbahaya yang bisa digunakan untuk ”teler”. Jika perlu ada sanksi bagi pelanggarnya.

”Tinggal lingkungan keluarga anak yang menjaga, memberikan ajaran dan pendidikan agama agar menjauhi pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan mereka kelak,” tandasnya. (ron/mir/ign)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 20:11

BREAKING NEWS!!! Taluk Dalam Ceria Diamuk Api

SAMPIT - Kebakaran hebat melanda Kompleks Taluk Dalam, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan…

Selasa, 23 Januari 2018 17:50

AWAS!!! Predator Sungai Masih Mengintai

PALANGKA RAYA – Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) membentuk…

Selasa, 23 Januari 2018 17:28

Pemkab akan Biayai 24 Ribu Peserta JKN

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan semua peserta program jaminan…

Selasa, 23 Januari 2018 09:18

BERSIAPLAH!!! Pekan Ini, Kotim Usulkan Formasi CPNS

SAMPIT— Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pekan ini diminta…

Minggu, 21 Januari 2018 00:44

HAH!!! Jalur Bundaran Besar Bakal Ditutup, Kenapa?

PALANGKA RAYA – Persiapan pernikahan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Yulistra Ivo Azhari…

Minggu, 14 Januari 2018 00:33

WASPADA!!! Banjir Susulan Masih Menghantui

SAMPIT – Masyarakat di beberapa desa di Kotawaringin Timur yang masih terendam banjir diminta…

Minggu, 14 Januari 2018 00:25

HEBOH!!! Video Penangkapan Buaya Jadi Viral

PANGKALAN BUN – Penemuan buaya di dekat sungai Mengkahing (anak sungai) Arut  di desa Batu…

Kamis, 11 Januari 2018 15:16

EDAN!!! Anak Kibuli Ayah Rp 1,7 Miliar

KASONGAN – Usai sudah pelarian Fahriansyah alias Ipah (39). Warga Kelurahan Samba Kahayan, RT…

Rabu, 10 Januari 2018 17:40

TERCYDUK!!!! Satpam Mustika Sembuluh Curi Sawit

SAMPIT – Tiga karyawan perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh I berkomplot mencuri buah kelapa…

Rabu, 10 Januari 2018 16:03

TEGAS!!! Pengedar Jamur Setan Bisa Dihukum Mati

SAMPIT – Isu peredaran jamur kotoran sapi atau yang lebih dikenal dengan sebutan magic mushroom…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .