MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 21 Desember 2017 16:51
WADUHHH...Pemkab Dinilai Biarkan Peredaran Miras, Sedangkan Warga Takut Melapor
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai melakukan pembiaran penjualan miras yang masih bebas. Pasalnya, masalah itu tak pernah tuntas sejak dulu meski sudah ada peraturan daerah yang berlaku. Padahal, jika pemkab tegas, penjualan miras bisa dikendalikan.

”Kami sebagai guru sangat khawatir. Selain kasus peredaran Zenith, juga kadang anak-anak di sekolah ini kerap katanya membeli miras,” kata Trisca, seorang tenaga pendidik di Kota Sampit, Selasa (19/12).

Trisca mengaku mengetahui keberadaan penjual miras yang selalu menjual kepada pelajar. Namun, dia tidak berani melapor karena menyangkut keamanan mereka sendiri.

”Saya takut kalau melapor, apalagi ini urusan penjual miras, karena bisa saja kami yang melapor nanti jadi sasaran penjual miras karena dianggap mengganggu pekerjaan mereka,” katanya.

Dia berharap Pemkab Kotim bisa menertibkan penjualan miras, karena pelanggannya tidak lagi memandang usia. ”Padahal, dulu katanya kalau ada perda miras akan dirazia semua. Tapi sekarangkan buktinya masih bebas. Kami sebagai guru ini, selain harus mendidik mereka jadi baik, juga dihadapkan dengan peredaran miras dan Zenith yang meracuni anak-anak kita,” katanya.

Yetie, orangtua yang memiliki anak usia pelajar mengaku khawatir dengan peredaran miras dan obat keras daftar G di Sampit. Bahkan, dia menuding ada kesan pembiaran dari pemerintah daerah.

”Terutama soal miras ini lebih terang-terangan lagi. Kami melihat memang sengaja dibiarkan pemerintah. Mereka tidak tahu rasa kegundahan kami yang punya anak  ini melihat berita tentang miras dan obat yang semakin bebas,” kata Yetie.

Menurutnya, anak yang sudah dibentuk dan dididik dengan baik, bisa saja terpengaruh temannya. ”Anak-anak sangat mudah ikut-ikutan. Makanya, saya tidak habis pikir juga kok kenapa pemberantasan miras dan obat ini sepertinya sangat sulit. Bahkan, untuk warung miras yang buka 1 kali 24 jam saja aneh kalau sampai pemkab tidak tahu,” katanya.

Dia menilai langkah pemkab ikut serta memberantas masalah yang sedang berkembang di masyarakat sangat minim. Pihaknya berharap Bupati Kotim Supian Hadi mengetahui penjualan miras masih bebas.

Dia juga menagih janji Supian Hadi  ketika lomba gerak jalan anti narkoba dulu mengatakan tidak ada toleransi kepada warung miras dan narkoba.”Nah, janji itu kami tunggu untuk menutup warung miras, tapi buktinya sampai sekarang belum ada dilaksanakan juga penertibannya,” katanya.

Catatan Radar Sampit, penertiban warung miras telah dilakukan beberapa kali oleh aparat Polres Kotim maupun tim gabungan. Namun, penjualannya masih terkesan bebas.

Penerapan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol tak seganas yang digembar-gemborkan saat perda itu disahkan. Tak ada penindakan tegas dari aparatur terkait, sehingga pedagang miras berani terang-terangan.

Pantauan Radar Sampit, warung yang menjual miras di kawasan Jalan RA Kartini, Kecamatan Baamang, masih buka dengan bebas. Dalam satu malam, diperkirakan ada puluhan pembeli miras.

”Warung itu seolah sudah biasa menjual miras, apalagi malam Minggu kemarin, banyak sekali pemuda yang hilir mudik untuk membelinya,” kata warga sekitar yang meminta namanya tak disebutkan.

Informasinya, toko miras di Kotim saat ini tidak ada izin. Apalagi setelah terbitnya Perda Nomor 3 Tahun 2017. Bahkan, pemkab tak lagi memperpanjang isi penjualan miras di tempat hiburan malam (THM). (ang/ign)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 17:36

WEW!!! Pengenaan Biaya untuk Penunggu Pasien, Nyaris Jadi Blunder

SAMPIT – Kesepakatan antara DPRD Kotim dan manajemen rumah sakit membatalkan penerapan tarif bagi…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:59

BEJAATTTT!!! Honorer Pemkab 'Goyang' Anak SMP

BUNTOK - Nafsu setan merasuki seorang honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel)…

Kamis, 18 Oktober 2018 16:54

ADUHHH!!! Sampit Banjir Sabu Asal Kalbar

SAMPIT – Kota Sampit masih menjadi pangsa pasar peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Meski satu…

Kamis, 18 Oktober 2018 16:49

YA TUHAN!!! Kapal Karam, Dua Hilang Ditelan Lautan

SAMPIT – Kapal Motor (KM) Jala Kencana karam di muara Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur,…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:11

Menikmati Keindahan Sekaligus Kehancuran, Berebut Keluar dari Wilayah Bencana

TIADA yang tahu kapan datangnya musibah. Sehari sebelum kejadian, saya seperti diberikan kesempatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:09

APES APA KONYOL??? Ketiduran di dalam Gedung, Maling Walet Ditangkap

SAMPIT – Satu komplotan pencurian sarang burung walet yang masih berusia remaja, LF (17) giliran…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:20

WAH GAWAT!!! Biaya Berobat Bakal Kian Berat

SAMPIT – Biaya berobat di RSUD dr Murjani Sampit bakal semakin berat. RSUD dr Murjani Sampit mengambil…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:13

Jerit dan Tangis Bersahutan, Menyaksikan Kehancuran dari Ketinggian

KOTA yang awalnya penuh keindahan itu seketika hancur ketika diguncang bencana. Gempa berkekuatan 7,4…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:36

Tersangka Sabu Melahirkan, Bayi Lucunya Bakal Diadopsi

SAMPIT –Suasana tegang sangat terasa di Puskesmas Baamang, Senin (15/10), sekitar pukul 01.30.…

Selasa, 16 Oktober 2018 09:57

SEMANGAT!!! Karate Kotim Target Berikan Medali Perdana

SAMPIT – Atlet karate Kotim yang akan berlaga di Porprov XI Provinsi Kalteng tahun 2018 dilepas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .