MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 21 Desember 2017 16:51
WADUHHH...Pemkab Dinilai Biarkan Peredaran Miras, Sedangkan Warga Takut Melapor
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, align="left">SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai melakukan pembiaran penjualan miras yang masih bebas. Pasalnya, masalah itu tak pernah tuntas sejak dulu meski sudah ada peraturan daerah yang berlaku. Padahal, jika pemkab tegas, penjualan miras bisa dikendalikan.

”Kami sebagai guru sangat khawatir. Selain kasus peredaran Zenith, juga kadang anak-anak di sekolah ini kerap katanya membeli miras,” kata Trisca, seorang tenaga pendidik di Kota Sampit, Selasa (19/12).

Trisca mengaku mengetahui keberadaan penjual miras yang selalu menjual kepada pelajar. Namun, dia tidak berani melapor karena menyangkut keamanan mereka sendiri.

”Saya takut kalau melapor, apalagi ini urusan penjual miras, karena bisa saja kami yang melapor nanti jadi sasaran penjual miras karena dianggap mengganggu pekerjaan mereka,” katanya.

Dia berharap Pemkab Kotim bisa menertibkan penjualan miras, karena pelanggannya tidak lagi memandang usia. ”Padahal, dulu katanya kalau ada perda miras akan dirazia semua. Tapi sekarangkan buktinya masih bebas. Kami sebagai guru ini, selain harus mendidik mereka jadi baik, juga dihadapkan dengan peredaran miras dan Zenith yang meracuni anak-anak kita,” katanya.

Yetie, orangtua yang memiliki anak usia pelajar mengaku khawatir dengan peredaran miras dan obat keras daftar G di Sampit. Bahkan, dia menuding ada kesan pembiaran dari pemerintah daerah.

”Terutama soal miras ini lebih terang-terangan lagi. Kami melihat memang sengaja dibiarkan pemerintah. Mereka tidak tahu rasa kegundahan kami yang punya anak  ini melihat berita tentang miras dan obat yang semakin bebas,” kata Yetie.

Menurutnya, anak yang sudah dibentuk dan dididik dengan baik, bisa saja terpengaruh temannya. ”Anak-anak sangat mudah ikut-ikutan. Makanya, saya tidak habis pikir juga kok kenapa pemberantasan miras dan obat ini sepertinya sangat sulit. Bahkan, untuk warung miras yang buka 1 kali 24 jam saja aneh kalau sampai pemkab tidak tahu,” katanya.

Dia menilai langkah pemkab ikut serta memberantas masalah yang sedang berkembang di masyarakat sangat minim. Pihaknya berharap Bupati Kotim Supian Hadi mengetahui penjualan miras masih bebas.

Dia juga menagih janji Supian Hadi  ketika lomba gerak jalan anti narkoba dulu mengatakan tidak ada toleransi kepada warung miras dan narkoba.”Nah, janji itu kami tunggu untuk menutup warung miras, tapi buktinya sampai sekarang belum ada dilaksanakan juga penertibannya,” katanya.

Catatan Radar Sampit, penertiban warung miras telah dilakukan beberapa kali oleh aparat Polres Kotim maupun tim gabungan. Namun, penjualannya masih terkesan bebas.

Penerapan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol tak seganas yang digembar-gemborkan saat perda itu disahkan. Tak ada penindakan tegas dari aparatur terkait, sehingga pedagang miras berani terang-terangan.

Pantauan Radar Sampit, warung yang menjual miras di kawasan Jalan RA Kartini, Kecamatan Baamang, masih buka dengan bebas. Dalam satu malam, diperkirakan ada puluhan pembeli miras.

”Warung itu seolah sudah biasa menjual miras, apalagi malam Minggu kemarin, banyak sekali pemuda yang hilir mudik untuk membelinya,” kata warga sekitar yang meminta namanya tak disebutkan.

Informasinya, toko miras di Kotim saat ini tidak ada izin. Apalagi setelah terbitnya Perda Nomor 3 Tahun 2017. Bahkan, pemkab tak lagi memperpanjang isi penjualan miras di tempat hiburan malam (THM). (ang/ign)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 09:15

Disdik Investigasi Polemik Penarikan Siswa

SAMPIT – Kicauan Kepala SMP PGRI 4 Sampit Falwi yang merasa dirugikan karena puluhan peserta didik…

Jumat, 20 Juli 2018 08:55

BURUAN DAFTAR!!! Hadiah Berdatangan, Sudah Hampir 1.000 Peserta

SAMPIT – Animo pecinta sepeda sangat luar biasa dalam mengikuti Gowes Kemerdekaan 2018 . Panitia…

Kamis, 19 Juli 2018 17:21

534 Bacaleg Kotim Siap Bertarung

SAMPIT – Sebanyak 534 bacaleg siap berkompetisi memperebutkan 40 kursi DPRD Kotawaringin Timur…

Kamis, 19 Juli 2018 11:20

Pengurus Pasar Mangkikit Desak Polisi Usut Dugaan Mafia Proyek

SAMPIT – Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Mangkikit (PPPM) mendesak Polres Kotim mengusut dugaan…

Kamis, 19 Juli 2018 09:30

YA TUHAN!!! Bayi Nyaris Tewas Dikepung Api

  SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menelan korban jiwa. Wina Alawiyah…

Kamis, 19 Juli 2018 08:26

SIPPP!!!!! Goweser KMS Siap Berpartisipasi

SAMPIT – Antusiasme pecinta sepeda di Sampit sangat tinggi dalam mengikuti Gowes Kemerdekaan 2018.…

Rabu, 18 Juli 2018 17:06

Duhhh Ngeri!!! Hantam Truk, Kaki Putus, Siswa SMK Tewas

KASONGAN – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Tjilik Riwut Km 13,5 Kasongan – Sampit,…

Rabu, 18 Juli 2018 16:56

Remaja Kendarai Motor, Terobos Lalu Lintas, Dihantam Mobil Dinas

  SAMPIT – Pelanggaran aturan lalu lintas terbukti membahayakan pengguna jalan. DR (15),…

Rabu, 18 Juli 2018 16:54

GAWAT!!! 50 Desa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

SAMPIT – Ancaman bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 18 Juli 2018 08:19

GOWES KEMERDEKAAN!!! Jadi Wadah Berkumpul Pecinta Sepeda

SAMPIT – Event gowes kemerdekaan yang dilaksanakan Radar Sampit menjadi wadah berkumpul para pecinta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .