MANAGED BY:
RABU
23 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Jumat, 05 Januari 2018 17:47
Ckckck, Banyak yang Tergiur Bisnis Liur
MENGGIURKAN-Warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, ramai-ramai melakoni bisnis liur. Nampak sarang burung walet dibangun menjulang cukup tinggi, Kamis (4/1).(ANGGRA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KASONGAN - Warga di Kabupaten Katingan khususnya yang 'berkantong tebal' ramai-ramai menginvestasikan modalnya untuk membuat sarang burung walet. Mereka tergiur bisnis liur yang memiliki harga jual cukup tinggi tersebut. Bukan hanya di sekitar ibu kota kecamatan atau sentral ekonomi, bangunan sarang walet juga marak ditemukan hingga ke pelosok desa.

Darmono Setyo (43) warga Kasongan Lama menuturkan, saat ini bisnis sarang burung walet banyak digeluti masyarakat lantaran menguntungkan.

"Awalnya saya terpengaruh setelah melihat hasil panen teman saya. Bayangkan saja, dalam sebulan dua gedung waletnya bisa menghasilkan uang Rp 100 juta lebih," ungkapnya, Kamis (4/1).

Dirinya sempat ragu menginvestasikan modalnya untuk membangun sarang walet, lantaran pernah mendapat informasi bahwa burung walet memiliki siklus migrasi selama 15 tahunan. Sedangkan saat ini, usaha sarang burung walet di Kasongan sudah hampir delapan tahun.

"Katanya orang-orang sih seperti itu. Contohnya di Samuda, dulu terkenal sebagai penghasil sarang walet terbesar. Tapi saat ini usaha itu sudah layu, banyak gedung yang dibiarkan kosong begitu saja karena tidak ada lagi waletnya," imbuh Darmono.

Walet budidaya saat ini merupakan burung yang berasal dari kawasan perbukitan.

"Tapi saya beranikan diri membangun walaupun dengan modal pas-pasan, karena teman saya itu membangun sarang baru lagi. Artinya usaha ini memang menguntungkan," bebernya.

Abdul Gofur (45) warga Desa Hampalit menuturkan, sudah lima tahun menekuni sarang burung walet. Investasi tersebut sangat menguntungkan meskipun dengan modal yang tergolong cukup besar.

"Satu sarang dengan material bata ukuran 6 x 12 meter dengan tinggi 15 meter bisa menghabiskan dana Rp 400 jutaan. Kalau desain, suara, suhu, dan kelembapan sesuai, biasanya burung mulai bersarang mulai enam hingga satu tahun," sebutnya.

Kendati begitu, tingginya harga sarang burung walet saat ini telah memancing niat jahat para pencuri. Apalagi bangunan sarang walet yang berada jauh dari permukiman penduduk.

"Kalau bangunan kayu, biasanya mereka langsung bongkar saat cuaca sedang hujan deras tengah malam. Kalau beton, ada yang nekat memanjat melalui pintu masuk walet dan ada juga yang masuk dengan cara menggali tanah. Dulu sarang walet beserta aki, flashdisc, dan ampliyer juga jadi korban," pungkasnya. (agg/yit) 


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 10:57

Juni, Posko Siaga Kebakaran Dibentuk Lagi

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) Juni mendatang sudah mempersiapkan…

Rabu, 23 Mei 2018 10:55

Pasar Takjil Bapinang DIresmikan

SAMPIT – Guna memberikan kemudahan kepada kaum muslimin ketika mencari menu berbuka puasa (takjil).…

Selasa, 22 Mei 2018 11:38

YA AMPUNNN!!! Enam Remaja Pesta Lem

PALANGKA RAYA – Perbuatan tidak patut ditiru diperlihatkan enam remaja berusia dibawah umur. Bukannya…

Selasa, 22 Mei 2018 10:41

Tekan Inflasi, Disdagprin Buka Pasar Murah

SAMPIT – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotim telah memprediksi setiap bulan suci…

Selasa, 22 Mei 2018 10:37

Promosi Wisata Kotim Harus Gencar

SAMPIT – Sektor pariwisata di Kotim dinilai bisa menurun. Untuk menghindari hal itu, perlu keseriusan…

Senin, 21 Mei 2018 11:45

Redam Emosi di Bulan Ramadan

SAMPIT – Ulama yang ada di Sampit menegaskan agar bulan suci Ramadan tak dijadikan ajang unjuk…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:02

Astaga!! Gara-Gara Makan Tak Bayar, Amat Diangkut Polisi

PALANGKA RAYA – Bulan Ramadan harusnya digunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada sang…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:51

Balap Liar Marak di Pagi Hari

PANGKALAN BUN - Aksi balapan liar (bali) di jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun di bulan suci ramadan…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:44

Harga Ikan ”Latah” Ikutan Naik

SAMPIT- Sejak beberapa hari menjelang Ramadan harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Bahkan,…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:34

Petugas-Petugas Ini Diminta Siaga Selama Ramadan

SAMPIT — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .