MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Jumat, 12 Januari 2018 16:08
NAH KAM!!! Bandar Zenith Belum Diungkap, Massa Siap Demo
BAHAS ZENITH: Sejumlah organisasi dan tokoh masyarakat berkumpul di Sekretariat HMI Cabang Sampit, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit, kemarin (11/1). (FOTO: RADO/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda lintas organisasi massa sepakat  turun ke jalan untuk menggelar demontrasi. Mereka ingin mendesak Polres Kotawaringin Timur untuk mengungkap tuntas kasus dua truk pil zenith yang berjumlah 3,7 butir pil. Sebab, bandar atau pemilik barang haram tersebut belum juga tersentuh. 

Sebagai persiapan unjuk rasa, mereka melakukan pertemuan di Sekretariat HMI Cabang Sampit, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit, kemarin (11/1). Rapat koordinasi dihadiri Ketua LSM Balanga Gahara, Damang Kecamatan MB Ketapang M Jais, tokoh adat Dias Mantongka, Ketua LSM Gerakan Anak Borneo Zulkifli, Sekretaris HMI Cabang Sampit M Kumaidi, praktisi hukum Abdul Kadir, tokoh Pemuda Kotim Dody Kristian, serta sejumlah organisasi mahasiwa dan kepemudaan.

"Kami merencanakan turun pada 5 Februari 2018, kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap maraknya peredaran narkoba di Kotim agar turun," kata Gahara, aktivis lembaga swadaya masyarakat saat pertemuan di Sekretariat HMI Cabang Kotim  kemarin (11/1).  

Gahara meyakini, jumlah pil setan yang beredar di Kotim jauh lebih banyak dari hasil tangkapan dua truk zenith. Karena itu, pihaknya menuntut aparat mengungkap bandar dan pengedar zenith. Penangkapan yang dilakukan aparat dianggap belum menjawab keresahan masyarakat, karena bandar besarnya diduga masih bekeliaran di Sampit.

”Luar biasa peredarannya di Kotim, aparat jangan takut. Kami siap back up, kami juga sudah koordinasi dengan berbagai tokoh termasuk para ulama," tukasnya.

Hal senada yang diungkapkan oleh Damang Kepala Adat Kecamatan MB Ketapang M Jais. Peredaran narkoba di Kotim semakin menjadi-jadi. Sebab, aparat penegak hukum tidak memberikan efek jera.

"Belum sampai pada bandar besarnya, belum sampai pada pengendalinya. Mudah bagi aparat untuk mengungkapnya. Kami dukung aparat mengungkap kasus ini sampai tuntas," tegasnya.   

Tidak hanya itu, Jais juga meminta aparat kejaksaan dan pengadilan menghukum berat pemain zenith dengan UU Kesehatan. "Pemerintah daerah harus mendukung ini, kami akan turun ke jalan karena kami sangat prihatin melihat ini semua, kita jangan takut dari pada anak cucu kit kita mati karena narkoba nantinya," tegasnya.

M Jais juga menekankan agar aparat segera mengungkap pemilik dua truk zenith. Dia yakin kepolisian sudah memiliki banyak pengalaman, sehingga tidak mungkin jika tidak bisa mengungkapnya. "Jangan main-main dengan kasus ini, karena ini jelas ada upaya orang ingin merusak generasi kita, generasi masyarakat Dayak," tegasnya.

Warga lainnya, M Sopian , juga mengkritisi ketegasan aparat. Beberapa waktu lalu dengan jelas jajaran Polsek Ketapang memasukkan salah seorang yang diduga bandar zenith ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

”Beberapa waktu lalu polsek Ketapang saat itu, Kapolseknya Pak Rio berani menetapkan AR sebagai DPO. Tapi belakangan ini ternyata AR itu masih berkeluyuran di Sampit, apakah aparat tidak tahu, maka dari itu kami juga mendesak penegakan hukum semacam ini harus kita suarakan, jangan setengah-setengah,”tegas Sopian.

Sementara Ahmad Yani menyatakan kesiapannya membantu aparat mengungkap bandar zenith. ”Kalau mau, kita tunjukan rumahnya, kita siap menunjukkan tempatnya," tegasnya.

Dias Manthongka juga demikian, dia mengajak seluruh masyarakat mengawal kasus 2 truk zenith. "Kita sebagai masyarakat ingin aparat menangkap gembongnya,” kata dia.

Bahkan, kata Diaz, tokoh adat akan bertindak sendiri mengadili bandar yang selama ini masih  berkeliaran bebas di Kotim. Pasalnya warga dari  berbagai pelosok terutama tokoh merasa sudah dijajah oleh peredaran obat ini sehingga merusak generasi muda. (ang/yit)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 15:53

Enam Maling Walet Diringkus

SAMPIT – Kepolisian Resor (Polres) Kotim mengamankan dua komplotan pencuri…

Jumat, 22 Februari 2019 09:02

ALHAMDULILLAH...!!! PDAM Miliki Genset Baru

SAMPIT – Masyarakat Kotawaringin Timur tak perlu lagi khawatir air…

Kamis, 21 Februari 2019 16:33

Kendaraan Tak Bisa Masuk, Bongkar-Muat Jauh

Kios di kawasan jelawat, tepian Sungai Mentaya, mulai dihuni pedagang.…

Kamis, 21 Februari 2019 15:30

Gara-Gara Parkir Elektronik Pasar Ikan Terdampak, Pedagang Ancam Demo

SAMPIT – Persatuan pedagang pasar ikan di Pusat Perbelanjaan Mentaya…

Kamis, 21 Februari 2019 15:21

Penghuni Barak Simpan 7,96 Gram Sabu

SAMPIT – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kotim kembali mengungkap…

Kamis, 21 Februari 2019 15:19

INNALILLAH..!!! Hantam Truk CPO, Tukang Cukur Tewas

SAMPIT – Kecelakaan maut kembali merenggut korban jiwa. Kali ini…

Kamis, 21 Februari 2019 08:55

Berubah Jadwal, Sampit Expo Digelar Setelah Pemilu

SAMPIT – Pelaksanaan Sampit Expo 2019,  yang sebelumnya  direncanakan  digelar…

Rabu, 20 Februari 2019 16:42

Kelotok Karam.. Pelajar Ini Tetap ke Sekolah dengan Pakaian Basah

SAMPIT – Semangat puluhan pelajar di Desa Terantang patut diacungi…

Rabu, 20 Februari 2019 16:38

Nenek Buru Penjambret, Pelaku Panik Tinggalkan Motor

SAMPIT – Usia renta bukan jadi penghalang Saniah (59) untuk…

Rabu, 20 Februari 2019 12:24

Kades Terpilih Siap di Lantik

SAMPIT – Sebanyak 48 kepala desa terpilih hasil pilkades beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*