MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 16 Januari 2018 18:33
WADUH! Harga Bahan Pangan Masih Tinggi di Nanga Bulik

Pasca Natal dan Tahun Baru

KABAR PASAR: Pegawai toko kelontongan menunjukkan tumpukan jenis beras yang harganya masih tinggi.(RIA M. ANGGREANI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Dua pekan pascaperayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah bahan pangan belum kembali normal, seperti beras rata-rata mengalami kenaikan.

Pantauan koran ini di salah satu toko kelontong (mini market) di kota Nanga Bulik, hampir semua jenis beras mengalami kenaikan kisaran Rp5.000 hingga Rp30 ribu  per sak atau sekitar Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan harga beras ini sudah terjadi hampir sepekan terakhir. 

"Sembako yang lain harganya masih tetap, seperti minyak goreng dan gula.  Harga beras semua mengalami kenaikan," terang pegawai mini market, Lulu, Senin (15/1).

Lulu membeberkan untuk beras merek Dua Lele kemasan 5 kilogram dari

sebelumnya Rp61 ribu sekarang menjadi Rp67 ribu, kemasan 10 kilogram dari Rp119 ribu menjadi Rp131 ribu,  yang 20 kilogram dari Rp243 ribu menjadi Rp 260 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari Rp 302 ribu menjadi Rp 322 ribu. 

Kemudian beras merek Mangkok kemasan 5 kilogram yang sebelumnya Rp58 ribu sekarang menjadi Rp65 ribu, kemasan 10 kilogram dari sebelumnya Rp121 ribu menjadi Rp135 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari sebelumnya Rp273 ribu menjadi Rp310 ribu. 

“Kami tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga ini, diduga penyebabnya adalah pasokan yang berkurang akibat kedatangan kapal pembawa beras yang tertunda,” duga Lulu. 

Terpisah,  Udin, salah satu pedagang sayur mayur di pasar Nanga Bulik mengakui jika bulan Desember 2017 dan Januari 2018 memang sedang musim gelombang tinggi. 

Banyak kapal barang dari Jawa yang tertunda keberangkatan. Akibatnya stok barang di Kalimantan menipis dan menyebabkan kenaikan harga.  Walaupun harga dari Jawa sayur mayur juga sudah naik, karena produktivitas menurun akibat curah hujan tinggi . 

"Harga cabai masih tinggi.  Sekarang Rp80 ribu per kilogram. Minggu lalu malah sampai Rp100 ribu per kilogram karena pasokan sedikit ," jelasnya. 

Mahalnya bahan pangan ini tentu saja dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat. Faktanya memang tidak ada upaya pemerintah untuk mengantisipasinya. 

"Kalau tidak ada hari besar keagamaan,  tidak ada operasi pasar murah yang bisa menekan harga barang. Tapi walau bagaimanapun mahalnya, namanya kebutuhan makan ya harus dibeli. Tapi kalau biasanya beli beras kemasan besar, sekarang beli yang kemasan  kecil, supaya cukup uang belanjanya, " ungkap Syari, ibu rumah tangga di kota Nanga Bulik. 

Ia juga berharap agar pemerintah dan aparat terkait bisa mengawasi pasokan elpiji, terutama yang bersubsidi 3 kilogram. Karena sejak kebijakan konversi minyak tanah ke gas, masalah kelangkaan di pasaran tidak pernah ada solusinya. 

"Kalau pun mahal, tapi stok ada, tidak masalah. Mungkin masih bisa dibeli,  yang jadi masalah harga mahal,  barangnya juga kosong. Sampai putar-putar kota Nanga Bulik tidak ada yang jual," keluhnya. (mex/fm)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 15:07

Kapal Penumpang Tunggu Dispensasi

SAMPIT – Kapal penumpang PT Dharma Lautan Utama (DLU) masih  menunggu dispensasi agar bisa…

Selasa, 22 Mei 2018 11:34

WADUW!! Beredar Hoax Penangkapan Teroris di Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN – Sebagian masyarakat Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dihebohkan…

Selasa, 22 Mei 2018 11:03

Bupati Santuni Anak Panti Asuhan

PANGKALAN BUN- Bupati Kobar, Hj Nurhidayah menggelar acara berbuka puasa bersama anak yatim piatu, …

Senin, 21 Mei 2018 17:22

DUHHH!!!! Pemain Petasan Resahkan Warga

PANGKALAN BUN - Kenakalan remaja di bulan suci Ramadan semakin meresahkan masyarakat Kota Pangkalan…

Sabtu, 19 Mei 2018 16:24

Simpan Sabu, Sopir dan Buruh Dibekuk Polisi

PANGKALAN BUN - Unit Reskrim Polsek Arut Selatan (Arsel) bersama Satres Narkoba Polres Kotawaringin…

Sabtu, 19 Mei 2018 16:17

Harga Tiga Bahan Pangan Ini Meroket

PANGKALAN BANTENG-Kenaikan harga  bahan pangan saat Ramadan tak terbendung lagi. Kenaikan harga…

Jumat, 18 Mei 2018 15:17

Ya Tuhan!!! Pengidap Epilepsi Meninggal di Parit

PANGKALAN LADA - Diduga penyakit epilepsinya kambuh, Untung Widodo (39) ditemukan tewas di parit…

Jumat, 18 Mei 2018 15:01

Kebakaran Lahan kembali Terjadi

PANGKALAN BUN - Pelarangan pembakaran lahan yang ditetapkan pemerintah tampaknya belum sepenuhnya…

Jumat, 18 Mei 2018 11:34

Pemkab Bentuk Tim Penanganan Walet

PANGKALAN BUN- Dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sarang burung walet, Pemerintah…

Jumat, 18 Mei 2018 11:19

60 Pedagang Meriahkan Pasar Ramadan

PANGKALAN BUN- Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah membuka Pasar Ramadan di lapangan Tugu, Kecamatam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .