MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 16 Januari 2018 18:33
WADUH! Harga Bahan Pangan Masih Tinggi di Nanga Bulik

Pasca Natal dan Tahun Baru

KABAR PASAR: Pegawai toko kelontongan menunjukkan tumpukan jenis beras yang harganya masih tinggi.(RIA M. ANGGREANI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Dua pekan pascaperayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah bahan pangan belum kembali normal, seperti beras rata-rata mengalami kenaikan.

Pantauan koran ini di salah satu toko kelontong (mini market) di kota Nanga Bulik, hampir semua jenis beras mengalami kenaikan kisaran Rp5.000 hingga Rp30 ribu  per sak atau sekitar Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan harga beras ini sudah terjadi hampir sepekan terakhir. 

"Sembako yang lain harganya masih tetap, seperti minyak goreng dan gula.  Harga beras semua mengalami kenaikan," terang pegawai mini market, Lulu, Senin (15/1).

Lulu membeberkan untuk beras merek Dua Lele kemasan 5 kilogram dari

sebelumnya Rp61 ribu sekarang menjadi Rp67 ribu, kemasan 10 kilogram dari Rp119 ribu menjadi Rp131 ribu,  yang 20 kilogram dari Rp243 ribu menjadi Rp 260 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari Rp 302 ribu menjadi Rp 322 ribu. 

Kemudian beras merek Mangkok kemasan 5 kilogram yang sebelumnya Rp58 ribu sekarang menjadi Rp65 ribu, kemasan 10 kilogram dari sebelumnya Rp121 ribu menjadi Rp135 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari sebelumnya Rp273 ribu menjadi Rp310 ribu. 

“Kami tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga ini, diduga penyebabnya adalah pasokan yang berkurang akibat kedatangan kapal pembawa beras yang tertunda,” duga Lulu. 

Terpisah,  Udin, salah satu pedagang sayur mayur di pasar Nanga Bulik mengakui jika bulan Desember 2017 dan Januari 2018 memang sedang musim gelombang tinggi. 

Banyak kapal barang dari Jawa yang tertunda keberangkatan. Akibatnya stok barang di Kalimantan menipis dan menyebabkan kenaikan harga.  Walaupun harga dari Jawa sayur mayur juga sudah naik, karena produktivitas menurun akibat curah hujan tinggi . 

"Harga cabai masih tinggi.  Sekarang Rp80 ribu per kilogram. Minggu lalu malah sampai Rp100 ribu per kilogram karena pasokan sedikit ," jelasnya. 

Mahalnya bahan pangan ini tentu saja dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat. Faktanya memang tidak ada upaya pemerintah untuk mengantisipasinya. 

"Kalau tidak ada hari besar keagamaan,  tidak ada operasi pasar murah yang bisa menekan harga barang. Tapi walau bagaimanapun mahalnya, namanya kebutuhan makan ya harus dibeli. Tapi kalau biasanya beli beras kemasan besar, sekarang beli yang kemasan  kecil, supaya cukup uang belanjanya, " ungkap Syari, ibu rumah tangga di kota Nanga Bulik. 

Ia juga berharap agar pemerintah dan aparat terkait bisa mengawasi pasokan elpiji, terutama yang bersubsidi 3 kilogram. Karena sejak kebijakan konversi minyak tanah ke gas, masalah kelangkaan di pasaran tidak pernah ada solusinya. 

"Kalau pun mahal, tapi stok ada, tidak masalah. Mungkin masih bisa dibeli,  yang jadi masalah harga mahal,  barangnya juga kosong. Sampai putar-putar kota Nanga Bulik tidak ada yang jual," keluhnya. (mex/fm)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:19

Maknai Kemerdekaan dengan Semangat Pembangunan

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) menggelar upacara peringatan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:01

Api Hanguskan 5 Ruko dan Kontrakan

PANGKALAN BUN - Kebakaran di kawasan permukiman penduduk kembali terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:51

PT SAP Upacara HUT RI ke 73 di Area Pabrik

PANGKALAN BUN – Di seluruh penjuru nusantara pada 17 Agustus 2018 ini menggelar upacara peringatan…

Jumat, 17 Agustus 2018 18:11

Karhutla di Kobar Terus Meluas

PANGKALAN BUN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus meluas.…

Jumat, 17 Agustus 2018 09:08

Paskibra 2018 Siswa-Siswi Terbaik Kobar

PANGKALAN BUN – Sebanyak 72 pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 17 Agustus 2018 09:07

ASTAGA!!! Ribuan Ekor Ayam Terpanggang Sia-Sia

KUMAI - Kebakaran menghanguskan kandang ayam pedaging milik Narin, di RT 11 Sungai Sintuk, Kecamatan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:36

WASPADA!!! Kabut Asap Mulai Menyengat

SAMPIT – Kabut asap dampak kebakaran hutan lahan (karhutla) mulai terasa di Kota Sampit. Meskipun…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:34

ASLI GAWAT!!!! Api Muncul Kembali

PANGKALAN BUN - Kebakaran lahan di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:41

Di Pasar Ini Hewan Kurban Terjamin Kesehatannya

PANGKALAN BUN – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat yang ingin membeli hewan kurban bisa datang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:27

Keluarga Besar Panglima Utar Kumai Berkumpul

KUMAI - Keluarga keturunan Panglima Utar Kumai terus menjalin tali silaturahmi dengan mengadakan kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .