MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 16 Januari 2018 18:33
WADUH! Harga Bahan Pangan Masih Tinggi di Nanga Bulik

Pasca Natal dan Tahun Baru

KABAR PASAR: Pegawai toko kelontongan menunjukkan tumpukan jenis beras yang harganya masih tinggi.(RIA M. ANGGREANI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Dua pekan pascaperayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah bahan pangan belum kembali normal, seperti beras rata-rata mengalami kenaikan.

Pantauan koran ini di salah satu toko kelontong (mini market) di kota Nanga Bulik, hampir semua jenis beras mengalami kenaikan kisaran Rp5.000 hingga Rp30 ribu  per sak atau sekitar Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan harga beras ini sudah terjadi hampir sepekan terakhir. 

"Sembako yang lain harganya masih tetap, seperti minyak goreng dan gula.  Harga beras semua mengalami kenaikan," terang pegawai mini market, Lulu, Senin (15/1).

Lulu membeberkan untuk beras merek Dua Lele kemasan 5 kilogram dari

sebelumnya Rp61 ribu sekarang menjadi Rp67 ribu, kemasan 10 kilogram dari Rp119 ribu menjadi Rp131 ribu,  yang 20 kilogram dari Rp243 ribu menjadi Rp 260 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari Rp 302 ribu menjadi Rp 322 ribu. 

Kemudian beras merek Mangkok kemasan 5 kilogram yang sebelumnya Rp58 ribu sekarang menjadi Rp65 ribu, kemasan 10 kilogram dari sebelumnya Rp121 ribu menjadi Rp135 ribu, sedangkan yang kemasan 25 kilogram dari sebelumnya Rp273 ribu menjadi Rp310 ribu. 

“Kami tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga ini, diduga penyebabnya adalah pasokan yang berkurang akibat kedatangan kapal pembawa beras yang tertunda,” duga Lulu. 

Terpisah,  Udin, salah satu pedagang sayur mayur di pasar Nanga Bulik mengakui jika bulan Desember 2017 dan Januari 2018 memang sedang musim gelombang tinggi. 

Banyak kapal barang dari Jawa yang tertunda keberangkatan. Akibatnya stok barang di Kalimantan menipis dan menyebabkan kenaikan harga.  Walaupun harga dari Jawa sayur mayur juga sudah naik, karena produktivitas menurun akibat curah hujan tinggi . 

"Harga cabai masih tinggi.  Sekarang Rp80 ribu per kilogram. Minggu lalu malah sampai Rp100 ribu per kilogram karena pasokan sedikit ," jelasnya. 

Mahalnya bahan pangan ini tentu saja dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat. Faktanya memang tidak ada upaya pemerintah untuk mengantisipasinya. 

"Kalau tidak ada hari besar keagamaan,  tidak ada operasi pasar murah yang bisa menekan harga barang. Tapi walau bagaimanapun mahalnya, namanya kebutuhan makan ya harus dibeli. Tapi kalau biasanya beli beras kemasan besar, sekarang beli yang kemasan  kecil, supaya cukup uang belanjanya, " ungkap Syari, ibu rumah tangga di kota Nanga Bulik. 

Ia juga berharap agar pemerintah dan aparat terkait bisa mengawasi pasokan elpiji, terutama yang bersubsidi 3 kilogram. Karena sejak kebijakan konversi minyak tanah ke gas, masalah kelangkaan di pasaran tidak pernah ada solusinya. 

"Kalau pun mahal, tapi stok ada, tidak masalah. Mungkin masih bisa dibeli,  yang jadi masalah harga mahal,  barangnya juga kosong. Sampai putar-putar kota Nanga Bulik tidak ada yang jual," keluhnya. (mex/fm)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 15:59

Total Pendaftar Online Ada 1.497 CPNS

PANGKALAN BUN - Pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 resmi ditutup pukul…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:54

Kopi dan Kakau Jadi Pertanian Alternatif

PANGKALAN BUN - Selama ini masyarakat Kotawaringin Barat mengelola komoditas kopi dan kakao secara swadaya.…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:43

Rindu Kampung Seko Ala RKS Project

PANGKALAN BUN - Grup Band RKS Project launching Video Klip dan Short Movie “Rindu Kampung Seko”…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:19

Butuh Peran Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Desa

PANGKALAN BUN - Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memiliki…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:17

Belasan Kelompok Tani Dapat Bantuan Alsintan

PANGKALAN BUN- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:52

1.470 Pelamar Telah Mendaftar Online, Ada Formasi Hanya Satu pelamar

PANGKALAN BUN – Ribuan pelamar telah mendaftar di portal online SSCN instansi Pemerintah Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:49

Lahan di Desa Sebuai dan Keraya Kembali Terbakar

KUMAI - Kebakaran lahan kembali melanda Desa Sebuai dan Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:47

Wihhh Keren Nih!!! Bendung Berambai Bersolek

PANGKALAN BANTENG – Bendungan di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:23

SOPD Kobar Diminta Selesaikan Target

PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah meminta semua SOPD untuk melakukan percepatan…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:14

Baznas Saluran Bantuan Usaha dan Dana Sosial

PANGKALAN BUN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .