MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 16 Januari 2018 19:20
Nah Loh!!! Sabuk Pantai Ujung Pandaran Dikeluhkan
PEMECAH OMBAK: Proyek pembangunan sabuk pantai di Ujung Pandaran.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Sejumlah masyarakat Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit mengeluhkan proyek pembuatan sabuk pantai atau pemecah ombak. Sebab, pembuatan sabuk pantai justru menggunakan pasir pantai.

“Sedot pasir dibuat untuk sabuk pantai jarak semestinya 30 meter dari pantai. Faktanya, pekerja mengambil pasir jaraknya hanya 10 meter dari pantai,” ucap SR via telepon mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan, Senin (16/1).

Apabila hal tersebut terus dibiarkan, menurut SR, pantai akan mengalami abrasi, sehingga sabuk pantai yang dibuat dengan dana miliaran rupiah kemungkinan ke depannya tidak ada manfaatnya.

”Dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat sabuk pantai sebesar Rp 5,6 miliar dengan panjang 1.200 meter,” ujarnya.

Senada disampaikan NG, pria asli ujung pandaran ini juga mempertanyakan pembuatan sabuk pantai yang terputus-putus. Dia mengibaratkan bahwa sabuk itu harus panjang dan tidak putus-putus. Namun, faktanya sabuk pantai tersebut dibuat putus-putus. “Saya melihat ada kejanggalan, kenapa sabuk kok putus-putus kalau putus-putus itu bukan sabuk,” ujar NG.

Hingga saat ini, pengerjaan pembuatan sabuk pantai di Ujung Pandaran belum selesai. Padahal sesuai pelang papan proyek bahwa pengerjaan hanya diberikan waktu 45 hari kerja.  

“Kontrak pekerjaan proyek itu diperkirakan Oktober 2017 sedangkan sekarang Januari 2018. Awalnya kontraktor menggunakan mesin sedot pasir hanya satu mungkin karena kejar target sekarang mesin sedot ada dua tambahan,” bebernya.

Warga Ujung Pandaran juga mengeluhkan pemecah ombak yang telah lama dibangun kondisinya saat ini mengalami kerusakan. Susunan batu beton terlihat berantakan bahkan batu beton juga ada yang pecah dan hilang. “Pemecah ombak yang ada batu-batu beton banyak yang rusak karena terus disapu ombak,” pungkas NG. (fin/yit)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:38

Beras Produksi Katingan Diklaim Daerah Lain

KASONGAN - Wilayah Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala sejauh ini merupakan lumbung padi di Kabupaten…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:32

Rem Blong, Motor Hantam Belakang Mobil

SAMPIT – Malang menimpa Mufa Soni (35), pengendara sepeda motor ini dilarikan ke rumah sakit lantaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:26

Akui Wani!!! Truk Disita Pengadilan, Bos Minyak Melawan

SAMPIT – Perseteruan antara PT Biru Kenyala Damai Sentosa (BKDS) yang bergerak di sektor transpostir…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:23

Ancam Bunuh Istri, Pria Baamang Malah Tewas Gantung Diri

SAMPIT – M Fajrianur (27) mengakhiri hidupnya dengan tragis. Pemuda itu ditemukan tewas gantung…

Jumat, 17 Agustus 2018 18:08

Pemkab Kotim Bertekad Jadikan RSUD Murjani Rujukan Nasional

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menandatangani deklarasi komitmen bersama…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:37

Api Amuk Pulau Hanaut

SAMPIT – Kepulan asap pekat hitam menyelimuti Kecamatan Pulau Hanaut sejak dua hari lalu. Asap…

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10

Lomba Agustusan Semakin Ditinggalkan

SAMPIT – Berbagai lomba memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia biasanya selalu digelar…

Jumat, 17 Agustus 2018 09:04

Harga Stabil, Penjualan Meningkat

SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga daging sapi di pasar tradisional Sampit stabil.…

Jumat, 17 Agustus 2018 09:02

Penyajian Nasi Tumpeng, Perlu Disesuaikan dengan Momentum

SAMPIT –  Banyak masyarakat yang belum paham teknik penyajian nasi tumpeng. Ini terungkap…

Kamis, 16 Agustus 2018 18:08

Sabu 7,46 Gram Dilarutkan

PALANGKA RAYA – Badan Narkotika Nasional Kota Palangka Raya dan kejaksaan Negeri Palangka Raya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .