MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 16 Januari 2018 19:20
Nah Loh!!! Sabuk Pantai Ujung Pandaran Dikeluhkan
PEMECAH OMBAK: Proyek pembangunan sabuk pantai di Ujung Pandaran.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Sejumlah masyarakat Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit mengeluhkan proyek pembuatan sabuk pantai atau pemecah ombak. Sebab, pembuatan sabuk pantai justru menggunakan pasir pantai.

“Sedot pasir dibuat untuk sabuk pantai jarak semestinya 30 meter dari pantai. Faktanya, pekerja mengambil pasir jaraknya hanya 10 meter dari pantai,” ucap SR via telepon mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan, Senin (16/1).

Apabila hal tersebut terus dibiarkan, menurut SR, pantai akan mengalami abrasi, sehingga sabuk pantai yang dibuat dengan dana miliaran rupiah kemungkinan ke depannya tidak ada manfaatnya.

”Dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat sabuk pantai sebesar Rp 5,6 miliar dengan panjang 1.200 meter,” ujarnya.

Senada disampaikan NG, pria asli ujung pandaran ini juga mempertanyakan pembuatan sabuk pantai yang terputus-putus. Dia mengibaratkan bahwa sabuk itu harus panjang dan tidak putus-putus. Namun, faktanya sabuk pantai tersebut dibuat putus-putus. “Saya melihat ada kejanggalan, kenapa sabuk kok putus-putus kalau putus-putus itu bukan sabuk,” ujar NG.

Hingga saat ini, pengerjaan pembuatan sabuk pantai di Ujung Pandaran belum selesai. Padahal sesuai pelang papan proyek bahwa pengerjaan hanya diberikan waktu 45 hari kerja.  

“Kontrak pekerjaan proyek itu diperkirakan Oktober 2017 sedangkan sekarang Januari 2018. Awalnya kontraktor menggunakan mesin sedot pasir hanya satu mungkin karena kejar target sekarang mesin sedot ada dua tambahan,” bebernya.

Warga Ujung Pandaran juga mengeluhkan pemecah ombak yang telah lama dibangun kondisinya saat ini mengalami kerusakan. Susunan batu beton terlihat berantakan bahkan batu beton juga ada yang pecah dan hilang. “Pemecah ombak yang ada batu-batu beton banyak yang rusak karena terus disapu ombak,” pungkas NG. (fin/yit)


BACA JUGA

Kamis, 17 Mei 2018 16:14

Begini Suasana Tarawih Perdana di Sampit

SAMPIT – Tarawih perdana memasuki bulan suci Ramadan yang digelar tadi malam, masjid dipenuhi…

Kamis, 17 Mei 2018 15:40

Indahnya Deklarasikan Damai Lintas Agama

SAMPIT – Tujuh tokoh lintas agama di Kotawaringin Timur membacakan deklarasi damai di depan Bupati…

Kamis, 17 Mei 2018 10:37

Anggarkan Rp 1 Miliar Bangun Masjid

SAMPIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menganggarkan dana Rp 1 miliar dari APBD provinsi…

Kamis, 17 Mei 2018 10:34

Warung Makan Diminta Tak Buka Siang Hari

SAMPIT – Bupati Kotim Supian Hadi resmi membuka Pasar Kuliner Ramadan di Taman Kota Sampit, Rabu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:16

Biasakan Anak Membaca sejak Usia Dini

  SAMPIT – Guna meningkatkan kecintaan anak terhadap baca dan tulis, mereka harus dibiasakan…

Rabu, 16 Mei 2018 11:07

PDAM Diminta Tingkatkan Kualitas Air

SAMPIT – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit diminta terus meningkatkan kualitas…

Selasa, 15 Mei 2018 15:30

Besok, Pasar Ramadan Dibuka

SAMPIT – Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit akan dibuka untuk umum mulai Rabu (16/5) sore. Beragam…

Selasa, 15 Mei 2018 09:47

Sampit Gelar Obor Pesan Perdamaian

SAMPIT -  Ratusan umat muslim di Kota Sampit mengikuti pawai obor menyambut Ramadan. Sejumlah tokoh…

Senin, 14 Mei 2018 11:19

PKL di Bundaran Balanga Diminta Tertib

SAMPIT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotawaringin Timur (Kotim) belum mengambil tindakan…

Senin, 14 Mei 2018 10:59

Jelang Ramadan, Kampanyekan Anti Narkoba

SAMPIT – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengkampanyekan anti narkoba, apalagi menjelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .