MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 16 Januari 2018 19:20
Nah Loh!!! Sabuk Pantai Ujung Pandaran Dikeluhkan
PEMECAH OMBAK: Proyek pembangunan sabuk pantai di Ujung Pandaran.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Sejumlah masyarakat Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit mengeluhkan proyek pembuatan sabuk pantai atau pemecah ombak. Sebab, pembuatan sabuk pantai justru menggunakan pasir pantai.

“Sedot pasir dibuat untuk sabuk pantai jarak semestinya 30 meter dari pantai. Faktanya, pekerja mengambil pasir jaraknya hanya 10 meter dari pantai,” ucap SR via telepon mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan, Senin (16/1).

Apabila hal tersebut terus dibiarkan, menurut SR, pantai akan mengalami abrasi, sehingga sabuk pantai yang dibuat dengan dana miliaran rupiah kemungkinan ke depannya tidak ada manfaatnya.

”Dana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat sabuk pantai sebesar Rp 5,6 miliar dengan panjang 1.200 meter,” ujarnya.

Senada disampaikan NG, pria asli ujung pandaran ini juga mempertanyakan pembuatan sabuk pantai yang terputus-putus. Dia mengibaratkan bahwa sabuk itu harus panjang dan tidak putus-putus. Namun, faktanya sabuk pantai tersebut dibuat putus-putus. “Saya melihat ada kejanggalan, kenapa sabuk kok putus-putus kalau putus-putus itu bukan sabuk,” ujar NG.

Hingga saat ini, pengerjaan pembuatan sabuk pantai di Ujung Pandaran belum selesai. Padahal sesuai pelang papan proyek bahwa pengerjaan hanya diberikan waktu 45 hari kerja.  

“Kontrak pekerjaan proyek itu diperkirakan Oktober 2017 sedangkan sekarang Januari 2018. Awalnya kontraktor menggunakan mesin sedot pasir hanya satu mungkin karena kejar target sekarang mesin sedot ada dua tambahan,” bebernya.

Warga Ujung Pandaran juga mengeluhkan pemecah ombak yang telah lama dibangun kondisinya saat ini mengalami kerusakan. Susunan batu beton terlihat berantakan bahkan batu beton juga ada yang pecah dan hilang. “Pemecah ombak yang ada batu-batu beton banyak yang rusak karena terus disapu ombak,” pungkas NG. (fin/yit)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 16:33

Kotim Targetkan Sejuta Benih Ikan

SAMPIT – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan…

Kamis, 17 Januari 2019 15:28

Ohhhh Elpiji..Meski Keliling, Belum Tentu Dapat

SAMPIT – Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) masih sulit dicari.…

Kamis, 17 Januari 2019 09:41

Dewan Ingin PBB Masyarakat Miskin Dihapuskan

SAMPIT-Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Rudianur  menyarankan agar pemerintah melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 09:05

Syukurlah!!! Kasus DBD Menurun di Awal Tahun

SAMPIT— Dalam satu bulan terakhir, sejak sejak Desember 2018 hingga…

Kamis, 17 Januari 2019 09:03

Penerapan E-Parking, Pedagang PPM Bakal Diberi Tanda Khusus

SAMPIT- Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) di dalam kawasan Pusat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Adipura Lewati Puluhan Titik Penilaian, Ini Titik-titiknya

SAMPIT –Demi perjuangan meraih Piala Adipura, setidaknya ada 54 titik…

Kamis, 17 Januari 2019 08:41

Laksanakan KKN, 56 Mahasiswa STIE Sampit Siap Terjun Mengabdi ke Masyarakat

SAMPIT-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit kembali melaksanakan Kuliah…

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:12

Wahhh!!! Wahhh!!! Truk Ramai-Ramai Masuk Kota, Bikin Macet

SAMPIT –  Kerusakan jalan lingkar selatan yang semakin parah membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*