MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 18 Januari 2018 20:32
Rumah Subsidi Naik Menjadi Rp 142 Juta

REI Kotim Targetkan Bangun 1500 Hunian MBR

DOK. RADAR SAMPIT NAIK TIAP TAHUN: Perumahan subsidi type 36 yang dibangun di Kota Sampit. Harga rumah subsidi tahun lalu 135 juta, tahun ini naik menjadi Rp 142 juta.(DOK.RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT - Real Estate Indonesia (REI) Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan pembangunan 1.500 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2018. Angka ini lebih banyak dari realisasi pembangunan rumah subsidi tahun 2017 yang mencapai 1.200 unit. 

Ketua REI Kabupaten Kotawaringin Timur Andi Saputra mengatakan, target ini sebagai bentuk komitmen REI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah (PSR). Pembangunan perumahan juga akan menjadi pendorong perputaran aktivitas ekonomi lebih besar.

Dia menyatakan, REI Kotim terus meningkatkan porsinya dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini terlihat dari realisasi pembangunan rumah subsidi di tahun 2017 yang mencapai 1200 unit. 

”Mayoritas developer sekarang menggarap rumah subsidi. Selain perputarannya cepat, ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program sejuta rumah. Jumlah penduduk semakin tinggi, ini harus diimbangi penyediaan rumah,” kata Andi. 

Lebih lanjut Andi mengatakan, harga rumah bersubsidi terus mengalami kenaikan harga sebanyak lima persen setiap tahun. Ini mengacu dari ketentuan yang telah disetujui oleh Kementerian PUPR. Untuk Wilayah Kalimantan, pada 2016 di angka Rp 128 juta, tahun 2017 menjadi Rp135 juta, dan pada 2018 menjadi Rp 142 juta.

”Harga rumah subsidi di Kalteng saat ini Rp 142 juta.  Kalau rumah nonsubsidi, harganya bervariasi sesuai dengan lokasi dan spesifikasi rumah,” kata  Andi.

Dia menjelaskan, harga rumah subsidi antara satu daerah dengan daerah lain berbeda beda. Contohnya, harga  rumah subsidi di wilayah Jawa (kecuali Wilayah Jabodetabek) tahun ini Rp 130 juta. Sedangkan di Jabodetabek Rp 148,5 juta. Wilayah Sumatera (kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung) Rp130 juta, Sulawesi Rp136 juta, Maluku dan Maluku Utara  Rp148,5 juta, Bali dan Nusa Tenggara  Rp148,5 juta, Papua dan Papua Barat  Rp 205 juta. 

”Harga tertinggi di Papua karena material bangunan lebih mahal,” terang Andi.  

Pengembang Perumahan Sawit Griya Residence ini juga menyinggung rancangan peraturan daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tentang pajak daerah. Dalam Pasal 79 Ayat 1 Raperda tentang Pajak yang diusulkan Pemkab Kotim, tarif pajak BPHTB ditetapkan sebesar 5 persen.  Usulan ini dianggap terlalu besar dan melampaui besaran pajak yang telah ditetapkan dalam Pemerintah Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya.

Dalam PP Nomor 34 Tahun 2016 Pasal 2 Ayat 1, disebutkan besarnya BPHTB sebesar 2,5 persen dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan selain pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa rumah sederhana atau rumah susun sederhana. Sedangkan Ayat 2 tarif pajak BPHTB untuk rumah sederhana (rumah subsidi) hanya 1 persen.

Andi Saputra berharap peraturan daerah sejalan dengan semangat pemerintah pusat yang memberikan keringanan pajak demi meningkatkan daya beli masyarakat ekonomi bawah. Dampak pengenaan pajak yang terlalu tinggi akan dirasakan langsung masyarakat. 

”Jika tarif BPHTB tetap 5 persen, yang terbebani bukan pengembang perumahan, tapi pembeli perumahan dan semua masyarakat. Pembeli rumah subsidi juga terbebani,” kata Andi. (yit)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 16:33

Kotim Targetkan Sejuta Benih Ikan

SAMPIT – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan…

Kamis, 17 Januari 2019 15:28

Ohhhh Elpiji..Meski Keliling, Belum Tentu Dapat

SAMPIT – Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) masih sulit dicari.…

Kamis, 17 Januari 2019 09:41

Dewan Ingin PBB Masyarakat Miskin Dihapuskan

SAMPIT-Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Rudianur  menyarankan agar pemerintah melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 09:05

Syukurlah!!! Kasus DBD Menurun di Awal Tahun

SAMPIT— Dalam satu bulan terakhir, sejak sejak Desember 2018 hingga…

Kamis, 17 Januari 2019 09:03

Penerapan E-Parking, Pedagang PPM Bakal Diberi Tanda Khusus

SAMPIT- Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) di dalam kawasan Pusat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Adipura Lewati Puluhan Titik Penilaian, Ini Titik-titiknya

SAMPIT –Demi perjuangan meraih Piala Adipura, setidaknya ada 54 titik…

Kamis, 17 Januari 2019 08:41

Laksanakan KKN, 56 Mahasiswa STIE Sampit Siap Terjun Mengabdi ke Masyarakat

SAMPIT-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit kembali melaksanakan Kuliah…

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:12

Wahhh!!! Wahhh!!! Truk Ramai-Ramai Masuk Kota, Bikin Macet

SAMPIT –  Kerusakan jalan lingkar selatan yang semakin parah membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*