MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 17 Februari 2018 15:58
Beribadah, Bagikan Angpau dan Kue Keranjang

Perayaan Imlek Warga Tionghoa di Pangkalan Bun

BERDOA : Warga Tionghoa yang beragama Budha di Pangkalan Bun saat melaksanakan ritual ibadah di Wihara Graha Sailendra, Jumat (16/2). Secara umum, perayaan tahun baru imlek di Pangkalan Bun berjalan lancar.(Slamet Harmoko/Radar Pangkalan Bun)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Tahun Baru Imlek 2569 bagi warga Tionghoa diperingati pada Jumat (16/2). Di Pangkalan Bun, perayaan tahunan ini berlangsung sederhana. Sebagian besar masyarakat Tionghoa setempat merayakan pergantian tahun dengan berdoa di Klenteng bagi mereka yang beragama Konghucu, dan di Wihara untuk pemeluk agama Budha.

Pantauan Radar Pangkalan Bun di Wihara Graha Sailendra Kelurahan Baru atau di kawasan Pangkalan Lima, tampak dipadati warga yang sebagian besar merupakan keturunan Tionghoa untuk berdoa.

Cahyadi, salah satu pengunjung wihara mengatakan bahwa perayaan imlek merupakan perayaan budaya yang juga merupakan pesta rakyat Tiongkok (Tionghoa).

”Imlek ini bisa dibilang adat budaya warga kami dan keturunannya (Tionghoa). Tiap pergantian tahun memang pada umumnya semua berdoa di wihara, di luar kegiatan berdoa yang biasa kita lakukan setiap hari,”ujarnya, Jumat (16/2).

Menurutnya, pesta rakyat Tionghoa ini biasanya akan dirayakan selama 15 hari dari tanggal satu Imlek hingga ditutup tanggal 15, dengan perayaan Cap Go Meh.

Hal serupa juga diutarakan Herianto, salah satu tokoh Tionghoa di Pangkalan Bun ini mengatakan bahwa inti dari perayaan Imlek adalah mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan dan memohon perlindungan di masa mendatang. Dan seperti biasa, Imlek kental dengan kegiatan saling kunjung antar keluarga dan kerabat.

”Yang lebih muda mengunjungi yang tua, dan biasanya yang tua memberikan hadiah (angpao),”katanya.

Selain angpao dan semaraknya warna merah serta pertunjukan Barongsai, ada satu makanan khas yang ‘wajib ada’ dan selalu menjadi incaran warga Tionghoa saat Imlek, yakni Kue Keranjang. Kue yang biasa dikemas bulat silinder.

Menurut Herianto, kue keranjang atau dodol Cina adalah kue yang hanya dibuat 1 tahun sekali menjelang perayaan Imlek. Kekhasan yang dimiliki kue ini tidak hanya dari bentuknya saja, tetapi memang wajib ada sebagai sajian dalam peribadatan, dibagikan kepada saudara, atau bahkan pada tetangga.

”Dari nama asalnya, kue keranjang punya nama asli Nian Gao, dimana Nian berarti tahun dan Gao berarti kue,”katanya.

Kemudian penyusunan kue yang dibuat meninggi dan bertingkat-tingkat dengan susunan makin kecil di bagian atasnya, memiliki makna peningkatan rejeki atau kemakmuran. Dilanjutkan Herianto filosofi kue kerangjang adalah, pertama adalah bahan pembuat kue, yakni dari tepung ketan yang punya sifatnya lengket. Ini bermakna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu.

”Rasanya yang manis dari gula dan terasa legit menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup,”terangnya.

Sementara untuk bentuk kue kerangjang, menurutnya memiliki makna yang cukup dalam. Bentuk bulat kue keranjang tanpa sudut di semua sisi juga melambangkan pesan kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting dibandingkan lainnya, dan akan selalu bersama tanpa batas akhir. Diharapkan keluarga juga bisa berkumpul minimal 1 tahun sekali sehingga akan tercipta kerukunan dalam hidup dan siap untuk menghadapi hari-hari ke depan.

”Jadi, pesan kekeluargaan begitu jelas terlihat di sini, tidak hanya dengan keluarga saja, tetapi juga dengan komunitas, tetangga, klien, dan pelanggan usaha,”tandas Herianto.(sla/gus)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:46

INNALILLAH!!! Bocah Tewas Tenggelam setelah Lebaran

SAMPIT – Seorang bocah sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di Sungai Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan…

Senin, 18 Juni 2018 11:39

Harga Ayam Potong Melambung, Lebaran Usai Ogah Turun

PANGKALAN BUN- Beberapa hari menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, hingga 2 hari pasca lebaran,…

Rabu, 13 Juni 2018 20:56

MANTAP!!! Pemkab Kobar Operasikan RPH Modern

PANGKALAN BUN – Untuk memastikan ketersediaan daging sapi layak konsumsi di pasaran, Pemerintah…

Selasa, 12 Juni 2018 20:32

PT. SAP Bagikan Ratusan Sembako Gratis

PANGKALAN BUN – PT. Sinar Alam Permai- Kumai dan PT Petro Andalan Nusantara, Wilmar Group, Sabtu…

Senin, 11 Juni 2018 13:37

YA ELLLA!!! Beli Tiket Jutaan, Hanya Dapat Kuitansi

PANGKALAN BUN – Arus mudik di Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) di Tempenek, Kecamatan Kumai,…

Senin, 11 Juni 2018 13:30

Gaji Belum Dibayar, Karyawan Demo

NANGA BULIK – Ratusan karyawan PT Gemareksa Mekarsari dan PT Satria Hupasarana menggelar aksi…

Sabtu, 09 Juni 2018 19:12

WADUWWW!!!! Dua Orang Sopir dan Dua Halper, Diamankan Lantaran Positif Narkoba

SAMPIT – Dua orang sopir, Pujiono (35) dan Yulianto (36), beserta dua helper yakni Erwin Pebruari…

Sabtu, 09 Juni 2018 13:02

Sudah 9.488 Orang Mudik Pakai Kapal

PANGKALAN BUN- Penumpang arus mudik melalui jalur pelabuhan Panglima Utara di Kecamatan Kumai, Kabupaten…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:59

Dukung Festival Babukung Berkelanjutan

PANGKALAN BUN – Festival Babukung 2018 untuk pariwisata berkelanjutan dan berkeadilan,akan terus…

Jumat, 08 Juni 2018 11:28

Waspada Pencurian Rumah Kosong

PANGKALAN BUN-Hari raya semakin dekat, sudah memasuki H-7 lebaran. Pada hari-hari seperti ini, biasanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .