MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 20 Februari 2018 12:11
WAH GAWAT!!! Pangkalan Bun Dikepung Kebakaran Lahan

Ditetapkan Status Siaga Darurat

SKALA BESAR: Asap tebal dari kebakaran lahan di sekitar kilometer 12-13 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang membumbung tinggi dan pekat. Tim penanganan kebakaran hutan dan lahan setempat kewalahan menangangi kebakaran yang semakin meluas itu.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Tidak sampai dalam satu bulan terakhir, kebakaran terus meluas dan menyebar, mengepung wilayah kabupaten ini.  Akibatnya, saat ini Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya sudah diselimuti kabut asap dengan bau menyengat, dan terasa perih di mata. 

Pada kejadian kemarin (19/2), kebakaran lahan skala besar terlihat dari wilayah Kelurahan Mendawai Seberang Kecamatan Arut Selatan, terus merambat hingga ke jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam).  Asap kebakaran sampai mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar wilayah tersebut, dan membuat langit sekitar Kota Pangkalan Bun diselimuti asap pekat.

 Dari pantauan di lapangan, karhutla merambat sampai ke kilometer 12 hingga kilometer 13 jalan Pangkalan Bun-Kolam. Api sebagian besar melahap areal perkebunan sawit milik warga. Dan petugas tim gabungan penanganan Karhutla setempat, berada di lokasi dan berusaha memadamkan kebakaran tersebut, di tengah terbatasnya peralatan dan mereka harus berjibaku melawan pekatnya asap kebakaran. 

Anggota tim dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, dan tim Manggala Agni yang berada di lokasi, juga berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke perkarangan rumah warga, yang memiliki kandang ternak ayam. 

Sementara itu di wilayah Kecamatan Kolam, dua hari terakhir karhutla sudah sampai ke kilometer 30 jalan Pangkalan Bun-Kolam.  Mengatasi itu, jajaran Polsek dan Koramil 1014-03/Kolam  dibantu karyawan dari PT BGA area 5 Kolam, turut berjibaku memadamkan api di wilayah itu. 

Sampai berita ini ditulis jam 18.30 WIB kemarin,  Wakapolsek Kolam Ipda Dwiyono dan Lettu Inf Abdul Karim Pelu selaku Danramil 1014-03/Kolam, belum dapat dimintai keterangan karena masih turut memadamkan api di lokasi Karhutla. 

Camat Kolam Yudhi Hudaya menyebutkan, sampai sore kemarin api sudah bisa dipadamkan namun kepulan asap masih tampak dari bekas kebakaran yang sudah menghanguskan puluhan hektare lahan. 

”Sampai sore tadi (red: kemarin) tim gabungan Polsek Kolam, Koramil Kolam dan Manggala Agni  dan dibantu yang lainnya masih berusaha memadamkan api dan rencananya masih dilanjutkan esok hari (hari ini),” ujarnya, Senin (19/2). 

Namun lanjut Yudhi, luasnya lahan yang terbakar menjadi kendala tim ini, pihaknya juga kekurangan peralatan dan personil untuk memadamkan Karhutla di kilometer 30 jalan Pangkalan Bun-Kolam tersebut. ”Namun sampai sore tadi tim telah berhasil melokalisir pergerakan api dengan cara membuat sekat pembatas kebakaran untuk mencegah meluasnya rambatan api,” tambahnya.

 Terpisah, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait mengatakan, anggota kepolisian turut berusaha keras memadamkan api yang berada di jalan Pangkalan Bun- Kolam itu. Kendala di lapangan yakni jarak sumber air dan titik kebakaran lahan sangat jauh, sehingga menyulitkan anggota untuk melakukan pemadaman. 

”Sampai sore ini (kemarin) kita masih berusaha memadamkan api, agak mulai berkurang,” ujarnya, kepada Radar Pangkalan Bun. 

Menurutnya Polres Kobar juga telah membentuk tim patroli Karhutla untuk wilayah Kumai dan Kolam. Tim 1 melakukan patroli dari pagi sampai siang, tim 2 siang sampai sore dengan dilengkapi sarana dan prasarana sendiri.

 Dandim 1014/Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan juga menyampaikan, pihaknya telah membentuk sebanyak 26 posko Karhutla yang terdiri dari BPBD, Polri, Manggala Agni dan Sat Damkar Kobar. Posko ini  berada di tiga Kabupaten, yakni Kobar, Lamandau dan Sukamara. 

”Walau pun belum turun hujan, kita tetap siaga, karena musim kemarau pasti datang,” tambahnya.

Sementara itu Prakirawan Stasiun BMKG Iskandar Pangkalan Bun, Rangga Setya Pratama menerangkan, saat ini asap dampak Karhutla sudah memasuki wilayah Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Jarak pandang minimum yang teramati pada pagi hingga siang hari, dilaporkan 1,5 kilometer. 

”Menurut pantauan kami, asap yang ada di wilayah Kobar merupakan gabungan kiriman asap dari wilayah Kalimantan Barat dan Kecamatan Kolam, serta Arsel,” terangnya. 

Rangga melanjutkan, untuk saat ini kondisi masih kering tidak ada hujan. Namun prospek cuaca mingguan, pihaknya memprakirakan dalam seminggu ini terdapat potensi hujan pada siang hingga sore hari. 

”Mudah-mudahan akan turun hujan, sekarang di radar kami daerah Pangkalan Banteng dan Arut Utara  diindikasikan sedang hujan,” ujarnya. 

Kebakaran lahan itu pun membuat Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah bersama tim dari BPBD Kobar, turun langsung ke lokasi kebakaran. Merespon hal itu pihaknya akan melakukan rapat bersama, membahas penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan itu. 

"Besok ( hari ini) kita ada pertemuan, terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan ini, dan pengajuan bantuan helikopter water bombing sudah kita lakukan di samping segala upaya pemadaman dengan sumber daya yang kita miliki," paparnya.  

Kepala BPBD Kobar, Hermon Lion juga mengatakan, Pemkab Kobar telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan pemadaman dari udara dengan bantuan helikopter water bombing. "Karena status saat ini sudah siaga darurat karhutla," tegasnya, Senin (19/2), kemarin. 

Dijelaskannya, permintaan bantuan helikopter water bombing dilakukan mengingat peralatan pemadam yang ada belum bisa efektif menjangkau titik api yang berada jauh dari jalan. Pemanfaatan pemadam portabel juga terbatas, bukan pada jumlah namun pada kemampuan alatnya, sehingga diambil solusi terbaik dengan pesawat water bombing. 

"Kendala di lapangan cukup banyak, terutama akses ke lokasi yang di tengah. Kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) kita tidak bisa masuk lebih jauh lagi. Hanya mengandalkan pemadam portabel dan masih belum mampu menangani. Akhirnya diputuskan meminta heli water bombing," imbuh Hermon. 

Hingga kini penanganan karhutla tersebut terus dilakukan secara bersama-sama, BPBD didukung oleh TNI, Polri, Tagana, Dinas Sosial, DLH, Manggala Agni dan Balai TNTP. 

"Lahan yang terbakar cukup luas, dan merupakan milik warga. Namun kita belum temukan adanya indikasi pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Misalnya seperti untuk membuka lahan, kita belum dapatkan itu,"pungkas Hermon. (jok/sla/gst/gus)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 15:06

Pengadilan Negeri Harus Jadi Rumah Keadilan

SAMPIT – Pengadilan Negeri Sampit sebagai ujung tombak penegakan hukum diminta bisa menjadi rumah…

Sabtu, 22 September 2018 08:14

Ini Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Gunung Mas di Pileg 2019

KUALA KURUN-   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunung Mas  mengumumkan secara terbuka Daftar…

Jumat, 21 September 2018 17:26

Ini Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Gunung Mas di Pileg 2019

KUALA KURUN-   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunung Mas  mengumumkan secara terbuka Daftar…

Jumat, 21 September 2018 14:43

Pemilik KTP Kalimantan Dapat ”Keistimewaan”

SAMPIT – Peserta yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kalimantan mendapat ”keistimewaan”…

Jumat, 21 September 2018 14:36

NAHHHH!!! Nasabah CU EPI Klaim Punya Bukti Aset Gelap Tersangka

SAMPIT – Sejumlah nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit mengaku menemukan aset…

Kamis, 20 September 2018 13:25

Ssttttt!!!! Kejari Endus Manipulasi Harga Tanah

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur (Kotim) menduga terjadi manipulasi harga tanah dalam…

Kamis, 20 September 2018 13:22

DESAK!!!! Tuntaskan Polemik Pemecatan Honorer

SAMPIT – Polemik pemecatan tenaga kontrak (honorer ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 19 September 2018 08:46

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Air

KUALA KAPUAS – Kabut asap akibat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas mulai…

Selasa, 18 September 2018 16:02

Bupati Balas ”Serangan” Wakil Rakyat

SAMPIT – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membalas ”serangan”…

Senin, 17 September 2018 15:25

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Polisi Periksa 30 Saksi

MUARA TEWEH – Dugaan pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Camp C Hajak PT Antang Ganda Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .