MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Selasa, 20 Februari 2018 12:11
WAH GAWAT!!! Pangkalan Bun Dikepung Kebakaran Lahan

Ditetapkan Status Siaga Darurat

SKALA BESAR: Asap tebal dari kebakaran lahan di sekitar kilometer 12-13 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang membumbung tinggi dan pekat. Tim penanganan kebakaran hutan dan lahan setempat kewalahan menangangi kebakaran yang semakin meluas itu.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Tidak sampai dalam satu bulan terakhir, kebakaran terus meluas dan menyebar, mengepung wilayah kabupaten ini.  Akibatnya, saat ini Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya sudah diselimuti kabut asap dengan bau menyengat, dan terasa perih di mata. 

Pada kejadian kemarin (19/2), kebakaran lahan skala besar terlihat dari wilayah Kelurahan Mendawai Seberang Kecamatan Arut Selatan, terus merambat hingga ke jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam).  Asap kebakaran sampai mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar wilayah tersebut, dan membuat langit sekitar Kota Pangkalan Bun diselimuti asap pekat.

 Dari pantauan di lapangan, karhutla merambat sampai ke kilometer 12 hingga kilometer 13 jalan Pangkalan Bun-Kolam. Api sebagian besar melahap areal perkebunan sawit milik warga. Dan petugas tim gabungan penanganan Karhutla setempat, berada di lokasi dan berusaha memadamkan kebakaran tersebut, di tengah terbatasnya peralatan dan mereka harus berjibaku melawan pekatnya asap kebakaran. 

Anggota tim dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, dan tim Manggala Agni yang berada di lokasi, juga berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke perkarangan rumah warga, yang memiliki kandang ternak ayam. 

Sementara itu di wilayah Kecamatan Kolam, dua hari terakhir karhutla sudah sampai ke kilometer 30 jalan Pangkalan Bun-Kolam.  Mengatasi itu, jajaran Polsek dan Koramil 1014-03/Kolam  dibantu karyawan dari PT BGA area 5 Kolam, turut berjibaku memadamkan api di wilayah itu. 

Sampai berita ini ditulis jam 18.30 WIB kemarin,  Wakapolsek Kolam Ipda Dwiyono dan Lettu Inf Abdul Karim Pelu selaku Danramil 1014-03/Kolam, belum dapat dimintai keterangan karena masih turut memadamkan api di lokasi Karhutla. 

Camat Kolam Yudhi Hudaya menyebutkan, sampai sore kemarin api sudah bisa dipadamkan namun kepulan asap masih tampak dari bekas kebakaran yang sudah menghanguskan puluhan hektare lahan. 

”Sampai sore tadi (red: kemarin) tim gabungan Polsek Kolam, Koramil Kolam dan Manggala Agni  dan dibantu yang lainnya masih berusaha memadamkan api dan rencananya masih dilanjutkan esok hari (hari ini),” ujarnya, Senin (19/2). 

Namun lanjut Yudhi, luasnya lahan yang terbakar menjadi kendala tim ini, pihaknya juga kekurangan peralatan dan personil untuk memadamkan Karhutla di kilometer 30 jalan Pangkalan Bun-Kolam tersebut. ”Namun sampai sore tadi tim telah berhasil melokalisir pergerakan api dengan cara membuat sekat pembatas kebakaran untuk mencegah meluasnya rambatan api,” tambahnya.

 Terpisah, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait mengatakan, anggota kepolisian turut berusaha keras memadamkan api yang berada di jalan Pangkalan Bun- Kolam itu. Kendala di lapangan yakni jarak sumber air dan titik kebakaran lahan sangat jauh, sehingga menyulitkan anggota untuk melakukan pemadaman. 

”Sampai sore ini (kemarin) kita masih berusaha memadamkan api, agak mulai berkurang,” ujarnya, kepada Radar Pangkalan Bun. 

Menurutnya Polres Kobar juga telah membentuk tim patroli Karhutla untuk wilayah Kumai dan Kolam. Tim 1 melakukan patroli dari pagi sampai siang, tim 2 siang sampai sore dengan dilengkapi sarana dan prasarana sendiri.

 Dandim 1014/Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan juga menyampaikan, pihaknya telah membentuk sebanyak 26 posko Karhutla yang terdiri dari BPBD, Polri, Manggala Agni dan Sat Damkar Kobar. Posko ini  berada di tiga Kabupaten, yakni Kobar, Lamandau dan Sukamara. 

”Walau pun belum turun hujan, kita tetap siaga, karena musim kemarau pasti datang,” tambahnya.

Sementara itu Prakirawan Stasiun BMKG Iskandar Pangkalan Bun, Rangga Setya Pratama menerangkan, saat ini asap dampak Karhutla sudah memasuki wilayah Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Jarak pandang minimum yang teramati pada pagi hingga siang hari, dilaporkan 1,5 kilometer. 

”Menurut pantauan kami, asap yang ada di wilayah Kobar merupakan gabungan kiriman asap dari wilayah Kalimantan Barat dan Kecamatan Kolam, serta Arsel,” terangnya. 

Rangga melanjutkan, untuk saat ini kondisi masih kering tidak ada hujan. Namun prospek cuaca mingguan, pihaknya memprakirakan dalam seminggu ini terdapat potensi hujan pada siang hingga sore hari. 

”Mudah-mudahan akan turun hujan, sekarang di radar kami daerah Pangkalan Banteng dan Arut Utara  diindikasikan sedang hujan,” ujarnya. 

Kebakaran lahan itu pun membuat Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah bersama tim dari BPBD Kobar, turun langsung ke lokasi kebakaran. Merespon hal itu pihaknya akan melakukan rapat bersama, membahas penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan itu. 

"Besok ( hari ini) kita ada pertemuan, terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan ini, dan pengajuan bantuan helikopter water bombing sudah kita lakukan di samping segala upaya pemadaman dengan sumber daya yang kita miliki," paparnya.  

Kepala BPBD Kobar, Hermon Lion juga mengatakan, Pemkab Kobar telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan pemadaman dari udara dengan bantuan helikopter water bombing. "Karena status saat ini sudah siaga darurat karhutla," tegasnya, Senin (19/2), kemarin. 

Dijelaskannya, permintaan bantuan helikopter water bombing dilakukan mengingat peralatan pemadam yang ada belum bisa efektif menjangkau titik api yang berada jauh dari jalan. Pemanfaatan pemadam portabel juga terbatas, bukan pada jumlah namun pada kemampuan alatnya, sehingga diambil solusi terbaik dengan pesawat water bombing. 

"Kendala di lapangan cukup banyak, terutama akses ke lokasi yang di tengah. Kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) kita tidak bisa masuk lebih jauh lagi. Hanya mengandalkan pemadam portabel dan masih belum mampu menangani. Akhirnya diputuskan meminta heli water bombing," imbuh Hermon. 

Hingga kini penanganan karhutla tersebut terus dilakukan secara bersama-sama, BPBD didukung oleh TNI, Polri, Tagana, Dinas Sosial, DLH, Manggala Agni dan Balai TNTP. 

"Lahan yang terbakar cukup luas, dan merupakan milik warga. Namun kita belum temukan adanya indikasi pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Misalnya seperti untuk membuka lahan, kita belum dapatkan itu,"pungkas Hermon. (jok/sla/gst/gus)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 12:03

Sssstttt!!! Mau Nyaleg Lewat Golkar Ini Ongkosnya

SAMPIT – Calon anggota legislatif dari Partai Golkar diminta menyiapkan dana besar untuk menghadapi…

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Begini Aksi Nyata Pejabat Penting Kalteng Menolak Paham Radikal

PALANGKA RAYA – Sejumlah pejabat penting di Kalimantan Tengah (Kalteng) berusaha merajut persatuan…

Senin, 18 Juni 2018 09:37

AWAS!!! ASN Jangan Tambah Libur

SAMPIT-- Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk disiplin, dan jangan sampai menambah hari libur lagi…

Jumat, 15 Juni 2018 14:29

Ramadan Berakhir, Harusnya Sedih, Harusnya Resah!

SAMPIT -  Seluruh umat Muslim di dunia merayakan hari raya Idul Fitri, Jumat (15/6). Umat menyambut…

Kamis, 14 Juni 2018 17:59

Polisi Ringkus Dua Calo Tiket

PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat dan jajaran Direskrimum Polda Kalteng menangkap dua…

Rabu, 13 Juni 2018 20:47

PT DLU Sampit Tegaskan Tak Ada Kericuhan

SAMPIT – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menegaskan, tak ada kericuhan yang terjadi…

Selasa, 12 Juni 2018 20:04

YA TUHAN!!! Bau Asap Merebak, Penumpang Panik

SAMPIT – Arus mudik dengan KM Egon tujuan Semarang yang berangkat 9 Juni lalu diwarnai kepanikan.…

Senin, 11 Juni 2018 20:16

Razia Tim Gabungan Terhadap Angkutan Mudik, Lima Positif Narkoba

SAMPIT – Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satlantas Polres…

Senin, 11 Juni 2018 13:41

Abrasi Ujung Pandaran, Diduga Akibat Tambang Puya???

SAMPIT – Semakin parahnya abrasi di Pantai Ujung Pandaran disinyalir merupakan warisan para penambang…

Senin, 11 Juni 2018 13:20

IKAPTK Kotim Berbagi Berkah

SAMPIT – Sekitar 58 orang dari berbagai angkatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .