MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Selasa, 13 Maret 2018 11:03
Ini Dia Penyebab Munculnya Konflik Lahan
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT-Anggota Komisi II DPRD Kotim, Dani Rakhman menilai,  konflik lahan antara perusahaan perkebunan dengan sejumlag masyarakat, salah satunya karena ada kesenjangan dari aspek ekonomi yang sangat menonjol. Menurutnya, ini akibat kepedulian dan hadirnya perkebunan  tidak lagi sebagai media untuk ikut mensejahterakan masyarakat,  namun untuk memperkaya para pengusaha sendiri.

"Konflik perkebunan dengan masyarakat ini saya lihat salah satunya karena faktor kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan yang begitu mencolok. Akibatnya masyarakat mulai sadar, bahwa investasi itu justru tidak berdampak apa-apa terhadap kehidupan mereka, "ujarnya, kemarin.

Dani melanjutkan, investasi saat awal masuk ke Kotim ini dianjurkan bisa membawa kepada masyarakat yang sejahtera dan mapan secara ekonomi. Dikatakan pula, boomingnya aktivitas perkebunan ini muncul setelah tahun 90an atau setelah hilangnya era kejayaan usaha perkayuan.

"Seingat saya, awalnya masyarakat ini welcome dengan investor karena dari pemerintah juga sudah menjanjikan bahwa hadirnya investor untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan di masyarakat. Sayangnya, di tataran praktiknya itu tidak terjadi, justru sebaliknya perusahaan belakangan ini justru dianggap sebagai rivalnya masyarakat, "papar Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Pria yang akrab disapa Deden ini juga mengatakan, ketegasan pemerintah daerah saja yang bisa membendung dan mencegah konflik terbuka antara warga dan investor. Salah satunya menyelesaikan persoalan yang selama ini jadi senjata dan tuntutan warga kepada  pihak perkebunan. Misalnya, seperti soal ganti rugi lahan, ketersediaan plasma kepada warga sekitar yakni 20 persen dari HGU yang dimiliki.

"Begitu juga dengan program CSR, selama inikan sangat tidak tepat sasaran. Masyarakat tidak merasakan secara langsung dibangunnya ikatan emosional antara perkebunan dengan warga sekitar. CSR cenderung asal dilaksanakan saja, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga di sekitar investasi tersebut, "ujarnya.

Diakuinya,  bahwa investasi itu memang mahal harganya. Bahkan satu perkebunan saja bisa menelan triliunan rupiah dananya. Tapi tambah Deden, apalah artinya investasi triliunan di depan mata,  jika masyarakat setiap hari selalu bertikai dengan para pemodal.

 "Sekarang zamannya jauh dari kata aman, damai dan  tentram, setiap hari selalu ada gesekan panas di tengah masyarakat yang terjadi, "tandasnya. (ang/gus)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 09:51

Duuhhhh Kasihan!!! Bayi Beruang Madu Kehilangan Induk

PANGKALAN BUN – Andi, warga Desa Pulau, Kecamatan Pangkalan Banteng, menyerahkan seekor bayi beruang…

Jumat, 22 Juni 2018 11:33

Satu Desa, Satu Petugas Bawaslu

KUALA PEMBUANG - Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Seruyan periode 2018-2023…

Kamis, 21 Juni 2018 17:45

PMI Rawat Penumpang Arus Balik yang Terluka

SAMPIT – Ketika arus balik penumpang kapal dari Semarang pada Rabu (20/6) kemarin, ternyata ada…

Kamis, 21 Juni 2018 17:40

Penggunaan Angkutan Bak Terbuka Perlu Diawasi ketat

SAMPIT-Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus menghimbau agar angkutan penumpang darat di masa arus balik tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 21:25

Penanganan Abrasi Libatkan Pemerintah Pusat

SAMPIT – Penanganan abrasi di Pantai Ujung Pandaran melibatkan pemerintah pusat. Pemkab Kotim…

Senin, 18 Juni 2018 09:42

Jamin Keamanan, Kapolres Patroli Tempat Wisata

PALANGKA RAYA – Memastikan kelancaran perayaan Idul Fitri dan keamanan masyarakat di sejumlah…

Minggu, 10 Juni 2018 22:45

Tak Khawatir Dekat Lebaran, Khitanan Massal Disambut Warga Antusias

SAMPIT- Libur sekolah dalam rangka bulan Ramadan- Lebaran dimanfaatkan orang tua untuk mengkhitan anak…

Sabtu, 09 Juni 2018 13:05

Belasan Pejabat Pratama Mendadak Digeser, Ada Apa Ini?

PALANGKA RAYA –Sehari menjelang libur panjang  dalam rangka Lebaran, Wali Kota Palangka Raya,…

Jumat, 08 Juni 2018 16:38

Hilang Seminggu, Iyung Ditemukan Jadi Almarhumah

KUALA PEMBUANG – Warga Jalan Kuala Pembuang – Telaga Pulang, tepatnya di desa trans Kartika…

Jumat, 08 Juni 2018 11:12

Serapan Anggaran Rendah, Pemprov Siapkan Rencana Aksi

PALANGKA RAYA - Serapan naggaran yang masih masih rendah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .