MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Selasa, 13 Maret 2018 11:03
Ini Dia Penyebab Munculnya Konflik Lahan
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT-Anggota Komisi II DPRD Kotim, Dani Rakhman menilai,  konflik lahan antara perusahaan perkebunan dengan sejumlag masyarakat, salah satunya karena ada kesenjangan dari aspek ekonomi yang sangat menonjol. Menurutnya, ini akibat kepedulian dan hadirnya perkebunan  tidak lagi sebagai media untuk ikut mensejahterakan masyarakat,  namun untuk memperkaya para pengusaha sendiri.

"Konflik perkebunan dengan masyarakat ini saya lihat salah satunya karena faktor kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan yang begitu mencolok. Akibatnya masyarakat mulai sadar, bahwa investasi itu justru tidak berdampak apa-apa terhadap kehidupan mereka, "ujarnya, kemarin.

Dani melanjutkan, investasi saat awal masuk ke Kotim ini dianjurkan bisa membawa kepada masyarakat yang sejahtera dan mapan secara ekonomi. Dikatakan pula, boomingnya aktivitas perkebunan ini muncul setelah tahun 90an atau setelah hilangnya era kejayaan usaha perkayuan.

"Seingat saya, awalnya masyarakat ini welcome dengan investor karena dari pemerintah juga sudah menjanjikan bahwa hadirnya investor untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan di masyarakat. Sayangnya, di tataran praktiknya itu tidak terjadi, justru sebaliknya perusahaan belakangan ini justru dianggap sebagai rivalnya masyarakat, "papar Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Pria yang akrab disapa Deden ini juga mengatakan, ketegasan pemerintah daerah saja yang bisa membendung dan mencegah konflik terbuka antara warga dan investor. Salah satunya menyelesaikan persoalan yang selama ini jadi senjata dan tuntutan warga kepada  pihak perkebunan. Misalnya, seperti soal ganti rugi lahan, ketersediaan plasma kepada warga sekitar yakni 20 persen dari HGU yang dimiliki.

"Begitu juga dengan program CSR, selama inikan sangat tidak tepat sasaran. Masyarakat tidak merasakan secara langsung dibangunnya ikatan emosional antara perkebunan dengan warga sekitar. CSR cenderung asal dilaksanakan saja, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga di sekitar investasi tersebut, "ujarnya.

Diakuinya,  bahwa investasi itu memang mahal harganya. Bahkan satu perkebunan saja bisa menelan triliunan rupiah dananya. Tapi tambah Deden, apalah artinya investasi triliunan di depan mata,  jika masyarakat setiap hari selalu bertikai dengan para pemodal.

 "Sekarang zamannya jauh dari kata aman, damai dan  tentram, setiap hari selalu ada gesekan panas di tengah masyarakat yang terjadi, "tandasnya. (ang/gus)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:17

Musirawas Bedah Rumah Enam Warga Miskin

ASAM BARU- Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Musirawas Citraharpindo memperbaiki enam rumah…

Senin, 24 September 2018 09:56

Kendaraan Umum Wajib Lakukan Uji KIR

SAMPIT - Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur mewajibkan kepada kendaraan transportasi umum,…

Senin, 24 September 2018 09:51

Ikut Pilkades atau Pileg, Mantir Harus Mundur

SAMPIT – Guna meminimalisir penyalahgunaan wewenang jabatan, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten…

Sabtu, 22 September 2018 11:07

NAH!!! Bakal Ada Lampu Merah Lagi

SAMPIT – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur berencana akan membangun pemasangan tiang…

Jumat, 21 September 2018 16:50

WASPADA!!! Hoax Terkait Tes CPNS

SAMPIT—Menjelangtes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) seperti saat ini diprediksi bakal…

Kamis, 20 September 2018 15:28

Guru PAUD Diminta Tingkatkan Kreativitas Mengajar

SAMPIT— Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi upaya Pusat…

Kamis, 20 September 2018 15:25

Mentaya 63 Jawarai Piala Kemerdekaan

SAMPIT— Piala kemerdekaan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 73 Kemerdekaan RI, di lapangan Kompi…

Kamis, 20 September 2018 13:30

Rp 3 Miliar Tanggulangi Karhutla

PALANGKA RAYA – Makin marak dan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah…

Selasa, 18 September 2018 16:10

Material Padat Dilelang BPKAD

SAMPIT – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kotim berencana melakukan…

Selasa, 18 September 2018 08:43

Pelayanan Transportasi di Kotim Terus Dibenahi

SAMPIT— Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya membenahi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .