MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 13 Maret 2018 15:03
Sering Hujan, Petani Sayur di Sampit Rugi
BERPACU DENGAN CUACA : Petani memanen tanaman sawi di kebun Jalan Teratai 4 Sampit, Senin (12/3).(ALFRITS/RADAR DAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir mengakibatkan tanaman sayur rusak. Kelebihan pasokan air membuat tanaman layu dan mati. Kondisi ini diperparah dengan angin kencang.

Kerusakan tanaman sayur dialami Ma’naji, petani sayur di Jalan Teratai 4 Sampit. Sawi, kangkung, bayam, dan bawang prei tidak dapat dijual lantaran rusak.

“Kalau hujan gini ya rugi. Sudah produksinya menurun, harganya juga tidak bisa naik,” ucap Ma’naji, Senin (12/3).

Meskipun hujan dapat meringankan tugasnya untuk mengairi lahan, tapi jika kelebihan air justru merugikan. Dia juga harus mengalokasikan dana lebih untuk pupuk yang larut oleh air hujan.  

Kejadian serupa juga dialami Asmuna, petani sayur di lokasi yang sama. Dirinya menanam selada, kangkung, bayam, dan sawi. Dirinya memilih sayur itu lantaran masa panen yang tidak terlalu lama, yaitu sekitar 40 hari.

“Kalau selada masih agak kuat terkena angin. Soalnya dia kan pendek-pendek. Beda sama sawi yang tinggi, mudah rusak,” katanya sambil mengikat bayam di dalam pondok.

Menurutnya, kangkung dan bayam masih bisa bertahan di musim penghujan. Hasil panennya juga lebih bagus dibandingkan dengan sawi. Serangan ulat juga datang menyerang tanaman sawi saat musim hujan.

Alih-alih mendapat untung lebih, dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli obat pemberantas ulat. Harga sayur yang hanya Rp 1.500 hinga Rp 3.000 per ikat tidak sebanding dengan obat pembasmi ulat seharga Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu.

Para petani itu berharap agar intensitas hujan di musim ini tidak terlalu tinggi. Serta, harga jual sayur dapat merangkak naik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (rm-88/yit)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:12

Wahhh!!! Wahhh!!! Truk Ramai-Ramai Masuk Kota, Bikin Macet

SAMPIT –  Kerusakan jalan lingkar selatan yang semakin parah membuat…

Selasa, 15 Januari 2019 10:18

INGAT!!!! Ujian Sekolah Penentu Kelulusan

SAMPIT – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMA/MA se-Kabupaten…

Senin, 14 Januari 2019 15:31

ASTAGA!!!! Karyawan Sawit Perkosa Wanita Kelainan Jiwa

SAMPIT – Sungguh bejat perbuatan pria bernama Mairun Boing alias…

Senin, 14 Januari 2019 15:25

Kapok Enggak???? Tidak Pakai Helm, Pelajar Disuruh Push Up

SAMPIT – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Besi punya cara sendiri…

Senin, 14 Januari 2019 15:14

Disdukcapil segera Satroni Sekolah

SAMPIT – Agar seluruh warga Indonesia dapat masuk sebagai daftar…

Senin, 14 Januari 2019 10:22

BERSIAPLAH!!! AFK Kotim Persiapkan Kompetisi Futsal

SAMPIT – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Kotawaringin Timur (Kotim) mempersiapkan…

Sabtu, 12 Januari 2019 13:43

Masih Banyak..!!! Ada 16.237 Warga Belum Kantongi KTP El

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)  Kabupaten Kotawaringin…

Jumat, 11 Januari 2019 14:29

Begini Jadinya Bila Kios Kecil Dibiarkan Bersaing dengan Ritel Modern

SAMPIT - Keberadaan ritel modern di Kota Sampit kian menggeser kios…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*