MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 13 Maret 2018 15:03
Sering Hujan, Petani Sayur di Sampit Rugi
BERPACU DENGAN CUACA : Petani memanen tanaman sawi di kebun Jalan Teratai 4 Sampit, Senin (12/3).(ALFRITS/RADAR DAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir mengakibatkan tanaman sayur rusak. Kelebihan pasokan air membuat tanaman layu dan mati. Kondisi ini diperparah dengan angin kencang.

Kerusakan tanaman sayur dialami Ma’naji, petani sayur di Jalan Teratai 4 Sampit. Sawi, kangkung, bayam, dan bawang prei tidak dapat dijual lantaran rusak.

“Kalau hujan gini ya rugi. Sudah produksinya menurun, harganya juga tidak bisa naik,” ucap Ma’naji, Senin (12/3).

Meskipun hujan dapat meringankan tugasnya untuk mengairi lahan, tapi jika kelebihan air justru merugikan. Dia juga harus mengalokasikan dana lebih untuk pupuk yang larut oleh air hujan.  

Kejadian serupa juga dialami Asmuna, petani sayur di lokasi yang sama. Dirinya menanam selada, kangkung, bayam, dan sawi. Dirinya memilih sayur itu lantaran masa panen yang tidak terlalu lama, yaitu sekitar 40 hari.

“Kalau selada masih agak kuat terkena angin. Soalnya dia kan pendek-pendek. Beda sama sawi yang tinggi, mudah rusak,” katanya sambil mengikat bayam di dalam pondok.

Menurutnya, kangkung dan bayam masih bisa bertahan di musim penghujan. Hasil panennya juga lebih bagus dibandingkan dengan sawi. Serangan ulat juga datang menyerang tanaman sawi saat musim hujan.

Alih-alih mendapat untung lebih, dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli obat pemberantas ulat. Harga sayur yang hanya Rp 1.500 hinga Rp 3.000 per ikat tidak sebanding dengan obat pembasmi ulat seharga Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu.

Para petani itu berharap agar intensitas hujan di musim ini tidak terlalu tinggi. Serta, harga jual sayur dapat merangkak naik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (rm-88/yit)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:43

Mewujudkan Usaha Kebun Sawit melalui Koperasi

LEBIH dari 100 hektare lahan khas Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, kini telah…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:39

TERNYATA!!! Kaum Milenial Belum Garap E-Commerce

SAMPIT – Sebanyak 79 persen atau 112 juta pengguna smartphone adalah generasi milenial. Namun,…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:21

PT SSP Gandeng KPP Sampit Gelar Workshop

SAMPIT- Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sampit melaksanakan Workshop Business Development Services dengan…

Selasa, 16 Oktober 2018 09:44

WAH MERIAH!!! Bazar Kreatif Meriahkan Ulang Tahun SMAN 1 Sampit

SAMPIT - Genap 56 tahun usia SMAN 1 Sampit pada 10 Oktober kemarin. Perayaan ulang tahun kali pun cukup…

Selasa, 16 Oktober 2018 09:36

Agustiar Sabran Lantik 160 Pengurus DAD Kotim

SAMPIT – Sebanyak 160 pengurus DAD Kabupaten Kotawaringin Timur, dikukuhkan selama periode lima…

Senin, 15 Oktober 2018 16:40

Posko Karhutla akan Ditutup

SAMPIT – Tugas Pos Komando Kebakaran Hutan dan Lahan (Posko Karhutla) di Jalan S Parman, Sampit,…

Senin, 15 Oktober 2018 15:03

Jembatan Jebol, Truk Terjun ke Sungai

PULANG PISAU-  Jembatan di Desa Belanti Siam Blok A jebol setelah dilintasi truk. Akibatnya truk…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

WAHHHH SERUNYA!!! Ratusan Burung Adu Kicau, Punya Siapa yang Suaranya Paling Indah

SAMPIT – Ratusan kicau mania meramaikan kontes burung di Jalan Padat Karya, Sampit, Minggu (14/10)…

Senin, 15 Oktober 2018 08:13

TIDAK BENAR!!! Jadi Aktivis Kampus Bikin Gagal Kuliah

SAMPIT- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Manjakan Nasabah, BRI Sampit Undi Hadiah Simpedes, Berikut Nama Nasabah yang Beruntung

SAMPIT -  Bank BRI Kantor Cabang Sampit kembali menggelar penarikan undian hadiah Simpedes untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .