MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Selasa, 13 Maret 2018 15:40
Pemilik Galangan Jadi Tersangka, Hakim Diprotes
TAK TERIMA: Penasihat Hukum (PH) dari Sabran Antonius Kristianto (baju panjang) didampingi pihak keluarga memperlihatkan legalitas galangan kayu dan tak terima putusan hakim, Senin (12/3).(DODI/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Kalah dalam praperadilan dan merasa tak diberikan keadilan oleh majelis hakim, tersangka kepemilikan kayu diduga ilegal dan kuasa hukumnya mengancamkan akan melaporkan hakim atas putusan Praperadikan kepada Komisi Kode Etik dan Komisi III DPR-RI.

Upaya  itu dilakukan setelah pemilik galangan kayu yang dijadikan tersangka oleh pihak Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Dinas Kehutanan dalam kasus pengangkutan sembilan kubik kayu jenis meranti campuran. Padahal diakui tersangka hanya sebagai penjual kayu dan membeli kayu tersebut di bansaw yang sudah berizin atau legal.

Mereka mengaku keberatan hingga menetapkan Sabran sebagai tersangka dan menilai hal itu dilakukan dengan cara tidak professional. Sebab Sabran sebagai pemilik galangan ditetapkan sebagai tersangka sedangkan pihak pembeli dari galangan dan pemilik bansaw yang menjadi tempat pihak galangan membeli kayu tidak dilakukan penyelidikan.

“Kami minta keadilan dan putusan majelis hakim itu sangat tidak adil, karena putusan dalam praperadilan tersebut dianggapnya tidak berlandaskan hukum dan gugatan pihaknya ditolak,” tegas Penasehat Hukum (PH) dari Sabran, Antonius Kristianto, Senin (12/3).

Kata Antonius, putusan itu juga mencantumkan dan  menganggap mekanisme yang dilakukan Sporc sudah sesuai prosedur. Padahal sejumlah bukti dan keterangan saksi ahli dalam sidang praperadilan diabaikan oleh Majelis Hakim yang dipimpin Zulkifli.

”Ini tidak bisa dibiarkan dan tidak adil. Intinya putusan ini akan kami laporkan ke Komisi Kode Etik hakim dan Komisi III DPR-RI, karena kami nilai putusan ini tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak keluarga Sabran, Udin  menyebutkan keberatan atas penanganan yang dilakukan pihak SPORC karena galangan yang dimiliki Sabran sendiri telah mengantongi izin dan pengangkutan kayu juga bukan dilakukan oleh pihaknya namun oleh pihak pembeli.

“Jelas tindakan tidak professional. Galangan memiliki izin dan pengangkutan dilakukan sendiri oleh pembeli namun pemilik galangan yang jadi tersangka sedangkan pihak galangan juga membeli kayu tersebut dari bansaw dan ada nota-nota pembeliannya,” tegasnya.

Dia menerangkan, kasus ini berawal dari adanya pembeli bernama Wahyu yang mendatangi galangan milik Sabran di Jalan Seth Adji. Saat itu Wahyu menyuruh anak buahnya untuk mebeli kayu jenis meranti campuran di galangan milik Sabran sebanyak 9 kubik dan saat itu disepakati harga untuk 9 kubik kayu itu senilai Rp 20 Juta, pengangkutannya dilakukan sendiri oleh pembeli.

Tak lama, tambahnya , anak buah Wahyu mengangkut kayu yang dibeli dengan menggunakan truk dan ternyata truk tersebut diamankan oleh pihak SPORC. Oleh Wahyu meminta agar Sabran mengecek keberadaan anak buah Wahyu di Kantor SPORC. Karena merasa tak bersalah Sabran mendatangi Kantor SPORC Sabran dan ternyata diamankan.

“Tak lama ditetapkan sebagai tersangka atas pengangkutan kayu sedangkan Wahyu selaku pembeli tidak dilakukan penanganan oleh pihak Sporc, padahal hal itu tidak ada kaitannya. Intinya kami keberatan dan akan menempuh jalur hukum lagi,” pungkasnya.(daq)

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 12:47

Seleksi CPNS Ternyata Tak Menutupi Kekurangan PNS, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA – Dibukanya formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kalteng,…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:04

Hasil Seleksi Berkas CPNS Kapuas Akan Diumumkan

KUALA KAPUAS – Masa pendaftaran secara online telah selesai, panitia penerimaan CPNS Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 15:13

Dandim 1011/KLK Berganti, Ahmad Syaikhu Diganti Bambang K Bawono

KUALA KAPUAS – Jabatan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1011/KLK Kabupaten Kapuas…

Selasa, 16 Oktober 2018 15:10

Ditinggal Sendirian, Bocah 14 Tahun Diperkosa

TAMIANG LAYANG - Bocah yang masih berusia belasan tahun diperkosa dengan cara diancam dengan senjata…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:56

301,45 Gram Sabu Dimusnahkan dengan Pembersih WC

PALANGKA RAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah musnahkan barang bukti, sabu…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:54

Ternyata Ini Penyebab ASN Tewas di Pal 12

PALANGKA RAYA – Tewasnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Palangka Raya inisial MD…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:33

JANGAN MACAM-MACAM..!! Pelaksanaan Lelang Dipantau KPK

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kalimantan Tengah (Kalteng)…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:28

Penting!!! jadi Perhatian, Hak Dasar Anak Harus Dipenuhi

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta semua pihak untuk memperhatikan…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:26

DPAD Kalteng Optimalkan Perpustakaan Keliling

PALANGKA RAYA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengoptimalkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 09:51

Pasien DBD di Pulpis Capai 39 Orang

PULANG PISAU- Tiga wilayah di Kabupaten Pulang Pisau terserang demam berdarah dengue (DBD), yaitu Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .