MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 14 April 2018 09:49
Penutupan Lokalisasi Belum Dijadwal

PSK Enggan Diantar Sampai ke Rumah

PROGRAM PUSAT: Lokalisasi Sungai Pakit segera ditutup, dan petugas Dinas Sosial beserta Satpol PP saat sosialisasi pencegahan berkembangnya praktek prostitusi.(Slamet Harmoko/Radar Pangkalan Bun)

PROKAL.CO, PANGKALAN BANTENG-Rencana mewujudkan penutupan lokalisasi di Kabupaten Kobar tinggal menghitung hari. Meski belum ada kepastian tanggal, sebelum bulan ramadan kabupaten diharuskan bersih dari lokasi transaksi syahwat tersebut.

Sementara itu, kabar penolakan bantuan pemerintah sebesar Rp 5,5 juta oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Sungai Pakit kecamatan Pangkalan Banteng mulai mengemuka. Namun kabar tersebut justru dibantah oleh ML, salah satu pengelola wisma di komplek prostitusi di tengah areal pekebunan kelapa sawit tersebut.

”Mas, anak-anak (PSK) itu yang saya tahu tidak menolak bantuan yang Rp 5,5 juta itu. Namun menolak cara pemulangan yang diantar pemerintah sampai ke rumah,”tegasnta, Jumat (13/4).

Menurutnya, meski selama ini mereka menjadi PSK namun tetap saja memiliki rasa malu.

“Ya jelas malu lah mas, kan sebagian besar keluarga mereka gak tahu kalau kerjaan mereka seperti itu (jadi PSK),”tambah ML.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial kabupaten Kobar, Gusti Nuraini mengatakan bahwa awal pekan depan pihaknya akan kembali dipanggil Kementerian Sosial untuk penegasan penutupan lokalisasi yang ada di Kobar.

”Sekitar tanggal 18-20 April nanti kita (dinsos) dan bupati akan ke Kementerian sosial lagi. Dan ada 26 kabupaten kota yang dipanggil. Itu terkait komitmen penutupan lokalisasi yang merupakan program nasional,”terangnya, Jumat (13/4).

Menanggapi  kabar adanya sejumlah PSK yang menolak dipulangkan sesuai prosedur pemerintah, Gusti menegaskan bahwa mereka wajib membuat surat pernyataan bahwa tidak akan kembali lagi ke Kobar dengan status sebagai PSK atau menggeluti profesi yang secara nyata dilarang pemerintah maupun agama itu.

”Kalau tidak mau dipulangkan sesuai prosedur pemerintah, mereka harus membuat surat pernyataan diatas materai. Jadi kalau mereka nanti kembali ke Kobar dan ternyata masih menjadi PSK akan kita tuntut secara hukum,”tegasnya.

Gusti juga menjelaskan bahwa prosedur pemulangan para PSK dilakukan dengan pengawalan Dinas terkait, mulai dari pemberangkatan dari lokasi (Kobar) hingga ke kampung halaman mereka.

“Dari sini kita antar, begitu sampai di provinsi asal mereka kita serahkan ke dinas terkait. Dan selanjutnya mereka diantar ke tempat tinggal masing-masing,”katanya.

Ia juga menjelaskan,  selain penolakan untuk dipulangkan sesuai prosedur, ada kabar yang menyebutkan bahwa para PSK menolak bantuan dari pemerintah yang rencananya dialokasikan sebesar Rp 5,5 juta per orang.

“Untuk yang menolak bantuan itu, kita belum bisa memberikan jawaban apakah boleh atau tidak,”tandas  Gusti Nuraini.(sla/gus)

 

           

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 09:09

43 Pasutri Ikuti Sidang Itsbat Nikah

NANGA BULIK – Sebanyak 43 pasangan suami istri (Pasutri) mengikuti sidang itsbat nikah di aula…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:07

Pemohon Kartu Kuning Meningkat, Ini Musababnya

SUKAMARA – Masa penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara…

Kamis, 18 Oktober 2018 17:01

Empat Tahun Menunggu, Warga Tagih Pemasangan Listrik

KOTAWARINGIN LAMA –  Sejumlah warga Desa Dawak, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam)…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:59

Total Pendaftar Online Ada 1.497 CPNS

PANGKALAN BUN - Pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 resmi ditutup pukul…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:54

Kopi dan Kakau Jadi Pertanian Alternatif

PANGKALAN BUN - Selama ini masyarakat Kotawaringin Barat mengelola komoditas kopi dan kakao secara swadaya.…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:43

Rindu Kampung Seko Ala RKS Project

PANGKALAN BUN - Grup Band RKS Project launching Video Klip dan Short Movie “Rindu Kampung Seko”…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:19

Butuh Peran Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Desa

PANGKALAN BUN - Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memiliki…

Rabu, 17 Oktober 2018 09:17

Belasan Kelompok Tani Dapat Bantuan Alsintan

PANGKALAN BUN- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:52

1.470 Pelamar Telah Mendaftar Online, Ada Formasi Hanya Satu pelamar

PANGKALAN BUN – Ribuan pelamar telah mendaftar di portal online SSCN instansi Pemerintah Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 14:49

Lahan di Desa Sebuai dan Keraya Kembali Terbakar

KUMAI - Kebakaran lahan kembali melanda Desa Sebuai dan Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .