MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 14 April 2018 09:49
Penutupan Lokalisasi Belum Dijadwal

PSK Enggan Diantar Sampai ke Rumah

PROGRAM PUSAT: Lokalisasi Sungai Pakit segera ditutup, dan petugas Dinas Sosial beserta Satpol PP saat sosialisasi pencegahan berkembangnya praktek prostitusi.(Slamet Harmoko/Radar Pangkalan Bun)

PROKAL.CO, PANGKALAN BANTENG-Rencana mewujudkan penutupan lokalisasi di Kabupaten Kobar tinggal menghitung hari. Meski belum ada kepastian tanggal, sebelum bulan ramadan kabupaten diharuskan bersih dari lokasi transaksi syahwat tersebut.

Sementara itu, kabar penolakan bantuan pemerintah sebesar Rp 5,5 juta oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Sungai Pakit kecamatan Pangkalan Banteng mulai mengemuka. Namun kabar tersebut justru dibantah oleh ML, salah satu pengelola wisma di komplek prostitusi di tengah areal pekebunan kelapa sawit tersebut.

”Mas, anak-anak (PSK) itu yang saya tahu tidak menolak bantuan yang Rp 5,5 juta itu. Namun menolak cara pemulangan yang diantar pemerintah sampai ke rumah,”tegasnta, Jumat (13/4).

Menurutnya, meski selama ini mereka menjadi PSK namun tetap saja memiliki rasa malu.

“Ya jelas malu lah mas, kan sebagian besar keluarga mereka gak tahu kalau kerjaan mereka seperti itu (jadi PSK),”tambah ML.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial kabupaten Kobar, Gusti Nuraini mengatakan bahwa awal pekan depan pihaknya akan kembali dipanggil Kementerian Sosial untuk penegasan penutupan lokalisasi yang ada di Kobar.

”Sekitar tanggal 18-20 April nanti kita (dinsos) dan bupati akan ke Kementerian sosial lagi. Dan ada 26 kabupaten kota yang dipanggil. Itu terkait komitmen penutupan lokalisasi yang merupakan program nasional,”terangnya, Jumat (13/4).

Menanggapi  kabar adanya sejumlah PSK yang menolak dipulangkan sesuai prosedur pemerintah, Gusti menegaskan bahwa mereka wajib membuat surat pernyataan bahwa tidak akan kembali lagi ke Kobar dengan status sebagai PSK atau menggeluti profesi yang secara nyata dilarang pemerintah maupun agama itu.

”Kalau tidak mau dipulangkan sesuai prosedur pemerintah, mereka harus membuat surat pernyataan diatas materai. Jadi kalau mereka nanti kembali ke Kobar dan ternyata masih menjadi PSK akan kita tuntut secara hukum,”tegasnya.

Gusti juga menjelaskan bahwa prosedur pemulangan para PSK dilakukan dengan pengawalan Dinas terkait, mulai dari pemberangkatan dari lokasi (Kobar) hingga ke kampung halaman mereka.

“Dari sini kita antar, begitu sampai di provinsi asal mereka kita serahkan ke dinas terkait. Dan selanjutnya mereka diantar ke tempat tinggal masing-masing,”katanya.

Ia juga menjelaskan,  selain penolakan untuk dipulangkan sesuai prosedur, ada kabar yang menyebutkan bahwa para PSK menolak bantuan dari pemerintah yang rencananya dialokasikan sebesar Rp 5,5 juta per orang.

“Untuk yang menolak bantuan itu, kita belum bisa memberikan jawaban apakah boleh atau tidak,”tandas  Gusti Nuraini.(sla/gus)

 

           

 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:36

WASPADA!!! Kabut Asap Mulai Menyengat

SAMPIT – Kabut asap dampak kebakaran hutan lahan (karhutla) mulai terasa di Kota Sampit. Meskipun…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:34

ASLI GAWAT!!!! Api Muncul Kembali

PANGKALAN BUN - Kebakaran lahan di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:41

Di Pasar Ini Hewan Kurban Terjamin Kesehatannya

PANGKALAN BUN – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat yang ingin membeli hewan kurban bisa datang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:27

Keluarga Besar Panglima Utar Kumai Berkumpul

KUMAI - Keluarga keturunan Panglima Utar Kumai terus menjalin tali silaturahmi dengan mengadakan kegiatan…

Rabu, 15 Agustus 2018 19:22

Rakhman Kunjungi Jamaah Haji dan Bagikan Kurma

PANGKALAN BUN - Anggota DPD RI Komite III Utusan Kalimantan Tengah (Kalteng) H Muhammad Rakhman…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:02

Warga Binaan Ikut Memeriahkan HUT RI ke 73

PANGKALAN BUN – Berada di balik jeruji besi, tidak melunturkan semangat warga binaan pemasyarakatan…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Karhutla Berhasil Dipadamkan dengan Helikopter

PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di lahan gambut di Kelurahan…

Selasa, 14 Agustus 2018 17:43

Dinkes Serahkan TKS kepada Satpol PP

PANGKALAN BUN - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat menyerahkan tenaga kerja sukarela (TKS)…

Selasa, 14 Agustus 2018 17:41

Pramusaji Kafe Didor

SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN DITEMBAK: Tersangka menunjukkan cara mencuri sepeda motor kepada…

Senin, 13 Agustus 2018 15:12

HADDEEHHH!!! TKS Puskesmas Diduga Terlibat Penjualan Miras

PANGKALAN LADA - Bupati Kobar Hj Nurhidayah geram dengan ulah penjual minuman keras (miras). Apalagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .