MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 19 April 2018 12:11
DBD Kembali Serang Warga Ketapang
BUNUH NYAMUK: Dinas Kesehatan Kotim melakukan pengasapan di asrama polisi Jalan MT Haryono, Sampit, kemarin (18/4)(ALFRITS/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Demam berdarah dengue (DBD) kembali menjangkiti warga Mentawa Baru Ketapang. Hingga pertengahan April, Puskesmas Ketapang I telah menerima laporan tujuh pasien positif DBD.  

”Bulan ini dari data kami ada lima penderita. Tapi, tim saya di lapangan menyampaikan ada tambahan lagi dua orang. Jadi, mudah-mudahan cuma tujuh penderita saja bulan ini, jangan nambah lagi,” ungkap Kepala Puskesmas Ketapang I drg Heru Kuncoro.

Jumlah penderita tersebut merupakan pasien yang dinyatakan positif DBD oleh pihak rumah sakit. Bahkan, ada beberapa penderita yang sempat mengalami DSS (dengue shock syndrome). Sebabnya, trombosit pasien yang menurun drastis sekitar 40 platelet per liter. Kondisi ini sangat kritis.

“Untungnya, tidak ada korban meninggal akibat DBD ini,” ucapnya lega.

Dia menyampaikan, terdapat dua lokasi yang menjadi sasaran fogging oleh Dinas Kesehatan Kotim, yakni pemukiman di Jalan Kasuari dan asrama polisi di Jalan MT Haryono. Banyaknya kasus DBD saat musim hujan memang tak dapat dihindari jika masyarakat enggan menjaga kebersihan lingkungan. Air hujan yang tertampung pada barang-barang bekas di luar rumah merupakan salah satu tempat tumbuhnya jentik nyamuk. Meski begitu, jentik nyamuk juga bisa hidup di dalam rumah pada bak penampung air ataupun pada dispenser air minum.   

Dirinya berharap masyarakat selalu waspada terhadap jentik nyamuk pada air bersih. Pemberian obat larva (abate) pada tempat penampungan air yang tidak bisa dikuras juga harus diperhatikan oleh masyarakat. Jangan ragu untuk datang ke puskesmas jika ada anggota keluarga yang demam lebih dari 2 hari. Agar, mendapat penanganan yang tepat oleh pihak kesehatan.

Terpisah, ketua RT asrama polri polres Kotim Effendi mengatakan, ada salah satu warganya yang memang pernah terjangkit DBD sekitar dua minggu yang lalu. Namun, penderita tersebut kini sudah membaik dan sehat kembali.

“Sebenarnya bukan dari tempat kami (asrama) nyamuknya. Dari penelitian pihak puskesmas ditemukan banyak jentik di lingkungan sekolah di depan sana,” kata Effendi memantau kegiatan fogging.

Fogging sendiri tak hanya berfokus pada satu tempat. Radius 100 meter dari lokasi ditemukannya jentik nyamuk akan menjadi ladang fogging oleh dinas kesehatan. Oleh sebab itu, kawasan asrama polri dan SDN 2 Mentawa Baru Hulu juga akan dilakukan fogging untuk memberantas nyamuk dewasa penyebab DBD.  

Secara terpisah, warga Baamang juga meminta dinkes melakukan fogging di daerah Baamang. Sebab, ada tiga anak-anak yang terkena DBD di daerah Baamang Hilir, tepatnya di Kampung Pemuatan.

“Dua anak-anak  sudah ada yang positif kena demam berdarah,” kata Yulia Hafiza, warga Baamang,

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Puskesmas Baamang I  Rosalina mengatakan, masyarakat yang mengajukkan fogging di daerahnya karena ada pasien DBD harus melalui standar operasional prosedur.

“Jika pasien dinyatakan positif menderita DBD maka akan dilakukan PE oleh puskesmas dimana penderita itu berdomisili,” kata Rosalina.

Rumah sakit akan memastikan dari hasil tes darah dan sebagainya. Sebab, tidak semua pasien yang datang ke puskesmas benar-benar mengalami demam berdarah. Mungkin saja, gejala yang diderita memang seperti demam berdarah tetapi bisa jadi itu hanya infeksi sejenis. Jika memang positif terkena DBD, dinkes akan menginstruksikan puskesmas untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi untuk mencari sumber penularan.

“Kami tidak ujuk-ujuk setiap ada pengaduan demam berdarah langsung semprot, karena kami tahu fogging itu mengandung racun, jadi kami juga harus mempertimbangkan rasio risiko dan juga manfaatnya,” katanya. (rm-87/rm-88/yit)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 10:06

Catat Ramai-Ramai..! Pakir Kurang 20 Menit, Tak Perlu Bayar

SAMPIT- Tak jarang, perilaku juru parkir yang memungut biaya bagi…

Kamis, 17 Januari 2019 16:33

Kotim Targetkan Sejuta Benih Ikan

SAMPIT – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan…

Kamis, 17 Januari 2019 15:28

Ohhhh Elpiji..Meski Keliling, Belum Tentu Dapat

SAMPIT – Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) masih sulit dicari.…

Kamis, 17 Januari 2019 09:41

Dewan Ingin PBB Masyarakat Miskin Dihapuskan

SAMPIT-Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Rudianur  menyarankan agar pemerintah melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 09:05

Syukurlah!!! Kasus DBD Menurun di Awal Tahun

SAMPIT— Dalam satu bulan terakhir, sejak sejak Desember 2018 hingga…

Kamis, 17 Januari 2019 09:03

Penerapan E-Parking, Pedagang PPM Bakal Diberi Tanda Khusus

SAMPIT- Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) di dalam kawasan Pusat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Adipura Lewati Puluhan Titik Penilaian, Ini Titik-titiknya

SAMPIT –Demi perjuangan meraih Piala Adipura, setidaknya ada 54 titik…

Kamis, 17 Januari 2019 08:41

Laksanakan KKN, 56 Mahasiswa STIE Sampit Siap Terjun Mengabdi ke Masyarakat

SAMPIT-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit kembali melaksanakan Kuliah…

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*