MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT
Sabtu, 28 April 2018 23:53
BIN: Tiga Universitas Diawasi Khusus
Budi Gunawan. (net)

PROKAL.CO, Badan Intelejen Negara (BIN) mengungkap 39 persen mahasiswa di Indonesia sudah terpapar paham radikal. Bahkan 3 universitas menjadi perhatian khusus karena bisa menjadi basis penyebaran paham radikal.

Hal itu diungkapkan Kepala BIN, Budi Gunawan, saat menjadi pembicara dalam ceramah umum Kepala BIN kepada BEM PTNU se-Indonesia di kampus Unwahas, Semarang. Budi menjelaskan dari riset BIN tahun 2017 diketahui 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA sederajat setuju dengan tegaknya negara Islam di Indonesia.

"Ini bisa mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini," kata Budi Gunawan, Sabtu (28/4) dalam rilis yang diterima Radar Sampit.

 Selanjutnya, ia menjelaskan, dari survei BIN tahun 2017 diketahui pula 39 persen mahasiswa di Indonesia sudah terpapar paham radikal.

”Sebanyak 39 persen mahasiswa terpapar paham radikal. Ada 15 provinsi yang jadi perhatian kita dan terus amati pergerakannya," tandas Budi.

Ia juga mengungkap ada 3 universitas yang menjadi sorotan BIN karena berpotensi menjadi basis penyebaran paham radikal. Meski demikian Budi tidak menjelakan ada di mana universitas itu.

”Ada 3 perguruan tinggi yang sangat jadi perhatian kita karena kondisinya bisa jadi basis penyebaran paham radikal," tegasnya.

Mahasiswa, lanjut Budi, memang sering dijadikan target penyebaran paham radikal oleh pelaku-pelaku terorisme. Mereka jadi target cuci otak kemudian dicekoki pemahaman-pemahaman teroris.

"Kampus jadi lingkungan menjanjikan bagi pengusung paham radikal dan menjadikan mahasiswa sebagai target brain wash dengan manfaatkan kepolosoan mahasiswa," terangnya.

Salah satu mahasiswa yang terjebak dalam paham itu dan menjadi teroris yaitu Bahrun Naim. Budi menjelaskan Bahrun Naim mulai melibatkan diri dengan paham radikal ketika menjadi mahasiswa di Surakarta atau Solo dan sekitarnya.

"Contoh Bahrun Naim, pemuda yang melibatkan diri dengan radikalisme sejak kuliah. Kondisi ini tentu menegaskan kampus menjadi target kelompok radikal untuk ekspansi ide, ideologi, brain wash," pungkasnya.

Oleh sebab itu ia berharap para mahasiswa harus mampu mencegah pemahaman radikal agar tidak mempengaruhi mereka. Mahasiswa harus paham mana yang baik dan buruk. (ign)


BACA JUGA

Rabu, 30 Mei 2018 09:27

Gelar Khatam Alquran di Bulan Ramadan

SAMPIT – Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengelar…

Selasa, 29 Mei 2018 15:25

Ssstttt!!! Warga Endus Aksi Mesum di Ruang Publik

SAMPIT –Bulan Ramadan merupakan waktu untuk meningkatkan keimanan. Namun, di beberapa lokasi justru…

Kamis, 17 Mei 2018 10:51

Edukasi Pelajar dan Mahasiswa Terkait HIV/AIDS

SAMPIT – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengedukasi…

Jumat, 20 April 2018 10:09

Siswa Diwajibkan Ikut Praktik Manasik Haji

SAMPIT – Sebanyak 378 siswa dan siswi kelas X semua jurusan di SMKN 1 Sampit, mempraktikkan manasik…

Selasa, 17 April 2018 19:40

Penyakit Langka, Masih Bisa Disembuhkan

Muhammad Lintang Arsya Saputra lahir tak sempurna. Kondisinya memprihatinkan. Bayi lucu itu tidak memiliki…

Sabtu, 14 April 2018 10:06

Personel Damkar Perlu Latihan

SAMPIT –Ternyatamasih banyak personel di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .