MANAGED BY:
RABU
23 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 10 Mei 2018 15:23
Pemeriksaan Saksi Crane Maut Belum Ada Hasil
MASIH DISELIDIKI: Kasus ambruknya crane dan menewaskan satu orang Kamis (3/5) lalu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.(AMIRUDIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Satuan Reserse Kriminal Polres Kotim sudah memeriksa 10 saksi dalam kasus ambruknya crane yang menelan satu korban tewas beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dilakukan penyidik di ruang sidik Polres Kotim, Rabu (9/5), selama sekitar tiga jam.

Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, kasus ambruknya crane perlu didalami lagi. Sebab, masih perlu pengembangan dalam menentukan peristiwa tersebut sebagai tindakan pidana atau murni kecelakaan.

”Masih perlu pendalaman dan pengembangan kasus lagi. Kami telah memeriksa sepuluh saksi. Hasil sementara, belum bisa diambil keputusan,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil tindakan untuk membentuk tim investigasi internal. Hal itu dilakukan agar mengetahui standar keamanan yang diterapkan dermaga.

Sebab, masyarakat menilai, jatuhnya crane bukan sebuah musibah yang terjadi begitu saja. Mereka menganggap ada indikasi human error atau kesalahan dari pengelola dermaga.

”Crane seberat itu bisa jatuh dan memakan korban jiwa. Tak mungkin kalau musibah. Namanya alat berat, ada operatornya. Pasti terjadi kesalahan atau human error di baliknya,” ujar Zamani, warga Jalan Pangeran Antasari.

Di sisi lain, masyarakat juga mendesak kepolisian segera mengeluarkan hasil sidik yang sudah dilakukan selama hampir sepekan. Mereka berharap polisi membuka lebar kasus tersebut, agar tak timbul asumsi miring yang mungkin saja beredar di masyarakat.

”Polisi harus segera tuntaskan kasus ambruknya crane itu. Takutnya, kalau tidak transparan, masyarakat menuding aparat selalu lamban dalam menuntaskan sebuah kasus pembunuhan,” kata Marwa, salah satu kontraktor di Sampit.

Menurutnya, crane ambruk disebabkan beberapa faktor. Pertama, usia besi yang sudah tua dan keropos. Hal itu tak terlihat apabila baja yang ada di crane dilapisi cat besi untuk menutupi usia yang usang.

Faktor kecerobohan manusia juga bisa saja terjadi. Penempatan titik truk yang tidak tepat dengan sudut/letak crane juga dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan pada pangkal crane.

Marwa mengatakan, meski hal itu kemungkinannya kecil, bisa saja terjadi di beberapa kasus. Sebab, posisi crane yang tidak tepat dan membawa barang, membuat beban angkutan tertumpu pada satu titik, yaitu ujung crane.

”Oleh karena itu, saya rasa, ada benarnya juga masyarakat memberikan masukan agar pemerintah membentuk tim investigasi internal guna menyelidiki standar keamanan yang diterapkan dermaga,” tandasnya.

Crane kapal seberat tiga ton lebih yang merenggut nyawa Aman (35) seorang buruh lepas ambruk pada Kamis (3/5). Crane sepanjang sekitar 12 meter tersebut beroperasi untuk memindahkan ratusan sak pupuk dari Kapal Lintas Bahari 23 ke dalam tiga truk.

Awalnya proses pemindahan berjalan lancar. Namun, petaka tiba saat crane itu selesai memindahkan karung dan masih berada di atas truk. Tiba-tiba salah satu kerangka besi crane terpisah. Akibatnya crane itu langsung ambruk dan menewaskan Aman.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) juga dinilai lalai dalam pengawasan terhadap pelabuhan, sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa. Hal itu dinilai sebagai akibat dari buruknya pengawasan pemerintah dan standar keselamatan kerja yang diabaikan. (ron/ign)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 16:30

Satpol PP Kotim Tegaskan Tak Ada Pungli

SAMPIT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim menegaskan, tak ada oknum di instansi tersebut…

Selasa, 22 Mei 2018 11:41

Warga Pilih Mudik di Awal Ramadan, Ini Alasannya

SAMPIT- Arus mudik menggunakan kapal laut mulai terlihat di Pelabuhan Sampit, Senin (21/5). Sejumlah…

Senin, 21 Mei 2018 17:30

Ratusan Personel Amankan Gereja di Sampit

SAMPIT – Satu pekan usai teror bom yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia membuat aparat menetapkan…

Senin, 21 Mei 2018 17:27

Bekas Pelacuran Diawasi Ketat

PANGKALAN BANTENG – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berusaha keras mencegah kembalinya…

Sabtu, 19 Mei 2018 16:27

Pemudik Bakal Membludak, DLU Siapkan Delapan Keberangkatan

SAMPIT – Menghadapi membeludaknya pemudik, sejumlah operator pelayaran menambah keberangkatan.…

Kamis, 17 Mei 2018 15:52

SYUKURLAH!!! Jaringan Teroris Tak Terdeteksi di Kotim

SAMPIT – Keberadaan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga otak teror di Tanah Air…

Kamis, 17 Mei 2018 15:25

GUBRAKKKKK!!! Sekeluarga Mandi di Kantor PDAM

SAMPIT – Niat hati ingin liburan di Kota Sampit, tapi yang didapat justru kekecewaan. Itulah yang…

Selasa, 15 Mei 2018 16:30

AWAS!!! Teror Hoax dan Ujaran Kebencian Bergentayangan di Medsos

SAMPIT – Peristiwa pemboman sejumlah lokasi di Surabaya, diikuti rentetan hoax yang beredar secara…

Selasa, 15 Mei 2018 16:13

Jejak Teroris Ada di Sampit

SAMPIT – Teror bom beruntun di Surabaya dalam dua hari terakhir jadi peringatan bagi semua pihak…

Selasa, 15 Mei 2018 16:07

PSK Kobar Dilepas Menteri Sosial, Diminta Jalani Kehidupan Baru

TAHAPAN langkah penutupan lokalisasi di Kotawaringin Barat (Kobar) berjalan sesuai rencana. Hari ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .