MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 10 Mei 2018 15:23
Pemeriksaan Saksi Crane Maut Belum Ada Hasil
MASIH DISELIDIKI: Kasus ambruknya crane dan menewaskan satu orang Kamis (3/5) lalu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.(AMIRUDIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Satuan Reserse Kriminal Polres Kotim sudah memeriksa 10 saksi dalam kasus ambruknya crane yang menelan satu korban tewas beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dilakukan penyidik di ruang sidik Polres Kotim, Rabu (9/5), selama sekitar tiga jam.

Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, kasus ambruknya crane perlu didalami lagi. Sebab, masih perlu pengembangan dalam menentukan peristiwa tersebut sebagai tindakan pidana atau murni kecelakaan.

”Masih perlu pendalaman dan pengembangan kasus lagi. Kami telah memeriksa sepuluh saksi. Hasil sementara, belum bisa diambil keputusan,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil tindakan untuk membentuk tim investigasi internal. Hal itu dilakukan agar mengetahui standar keamanan yang diterapkan dermaga.

Sebab, masyarakat menilai, jatuhnya crane bukan sebuah musibah yang terjadi begitu saja. Mereka menganggap ada indikasi human error atau kesalahan dari pengelola dermaga.

”Crane seberat itu bisa jatuh dan memakan korban jiwa. Tak mungkin kalau musibah. Namanya alat berat, ada operatornya. Pasti terjadi kesalahan atau human error di baliknya,” ujar Zamani, warga Jalan Pangeran Antasari.

Di sisi lain, masyarakat juga mendesak kepolisian segera mengeluarkan hasil sidik yang sudah dilakukan selama hampir sepekan. Mereka berharap polisi membuka lebar kasus tersebut, agar tak timbul asumsi miring yang mungkin saja beredar di masyarakat.

”Polisi harus segera tuntaskan kasus ambruknya crane itu. Takutnya, kalau tidak transparan, masyarakat menuding aparat selalu lamban dalam menuntaskan sebuah kasus pembunuhan,” kata Marwa, salah satu kontraktor di Sampit.

Menurutnya, crane ambruk disebabkan beberapa faktor. Pertama, usia besi yang sudah tua dan keropos. Hal itu tak terlihat apabila baja yang ada di crane dilapisi cat besi untuk menutupi usia yang usang.

Faktor kecerobohan manusia juga bisa saja terjadi. Penempatan titik truk yang tidak tepat dengan sudut/letak crane juga dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan pada pangkal crane.

Marwa mengatakan, meski hal itu kemungkinannya kecil, bisa saja terjadi di beberapa kasus. Sebab, posisi crane yang tidak tepat dan membawa barang, membuat beban angkutan tertumpu pada satu titik, yaitu ujung crane.

”Oleh karena itu, saya rasa, ada benarnya juga masyarakat memberikan masukan agar pemerintah membentuk tim investigasi internal guna menyelidiki standar keamanan yang diterapkan dermaga,” tandasnya.

Crane kapal seberat tiga ton lebih yang merenggut nyawa Aman (35) seorang buruh lepas ambruk pada Kamis (3/5). Crane sepanjang sekitar 12 meter tersebut beroperasi untuk memindahkan ratusan sak pupuk dari Kapal Lintas Bahari 23 ke dalam tiga truk.

Awalnya proses pemindahan berjalan lancar. Namun, petaka tiba saat crane itu selesai memindahkan karung dan masih berada di atas truk. Tiba-tiba salah satu kerangka besi crane terpisah. Akibatnya crane itu langsung ambruk dan menewaskan Aman.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) juga dinilai lalai dalam pengawasan terhadap pelabuhan, sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa. Hal itu dinilai sebagai akibat dari buruknya pengawasan pemerintah dan standar keselamatan kerja yang diabaikan. (ron/ign)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 09:57

SEMANGAT!!! Karate Kotim Target Berikan Medali Perdana

SAMPIT – Atlet karate Kotim yang akan berlaga di Porprov XI Provinsi Kalteng tahun 2018 dilepas…

Senin, 15 Oktober 2018 17:10

Hhmmm...Pelajar SMP Terjaring Razia di Karaoke

SAMPIT – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjaring razia gabungan personel kepolisian…

Senin, 15 Oktober 2018 14:54

YA TUHAN!!! ASN Ini Tewas di Tempat Gituan

PALANGKA RAYA – Tragis dialami berinisial MD (50), warga Jalan Paus. Dia ditemukan tak bernyawa…

Senin, 15 Oktober 2018 08:59

Sampit Fair Geliatkan Ekonomi UMKM

SAMPIT— Pelaksanaan Sampit Fair 2018 DI STADION 29 Nopember Sampit, diharapkan dapat meningkatkan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:09

WASPADA!!! Potensi Hoax Bisa Meningkat

SAMPIT – Potensi kabar bohong atau hoax diprediksi meningkat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu)…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:57

DUH!!! Pengrajin Rotan Makin Terpuruk

SAMPIT – Para pengrajin rotan di sentra industri rotan Jalan Usman Harun mengeluh. Pasalnya, sulitnya…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:54

Mantan Kepala DP3AP2KB Kotim Menangis, Kenapa?

SAMPIT – Serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan…

Selasa, 09 Oktober 2018 15:57

WASPADA!!! Penggalangan Dana Bantuan Korban Bencana Ilegal kalau Tak Ada Ini

SAMPIT – Gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah membuat masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:59

WOW!!! Pendaftar Tes CPNS Capai 2092

SAMPIT – Pendaftar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Senin, 08 Oktober 2018 12:56

Begini Keterangan Polisi soal Hebohnya Pembunuhan Sopir

SAMPIT – Aparat Polres Kotim akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus kematian M Jaidi alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .