MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 17 Mei 2018 15:52
SYUKURLAH!!! Jaringan Teroris Tak Terdeteksi di Kotim

Serangan Teror Meluas, Polres Terapkan Pengamanan Berlapis

BERLAPIS: Seorang warga diperiksa di luar pagar sebelum memasuki kawasan Polres Kotim, Rabu (16/5).(TAMAMU RONY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Keberadaan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga otak teror di Tanah Air baru-baru ini tak terdeteksi di Kotawaringin Timur.Badan Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Kotawaringin Timur memastikan jaringan itu tak ada.

Kepala Badan Kesbangpol Kotim Kaspul Bahri mengatakan, pihaknya belum mengendus adanya keberadaan kelompok yang diduga terlibat rentetan bom bunuh diri di Surabaya itu.

”Insya Allah belum ada JAD maupun JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) di daerah ini,” kata Kaspul, Rabu (16/5).

Kaspul menuturkan, Kotim memang pernah kecolongan, karena ada salah satu tersangka teroris beberapa tahun silam berdiam di Sampit. Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, pendataan warga wajib dilakukan.

”Makanya pak Bupati memerintahkan kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT mendata setiap warga. Bukan maksud mencurigai, hanya sekadar antisipasi,” ujar Kaspul.

Kaspul menegaskan, organisasi JAD maupun JAT diharamkan beraktivitas di Kotim. ”Memang tugas kami mendata organisasi maupun lembaga swadaya masyarakat. Tapi, selama mereka tidak terdaftar di Kesbangpol, mereka tidak berhak ada di Kotim,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kotim Supian Hadi meminta masyarakat terlibat dalam memantau kondusifitas daerah. Dia menegaskan, tak ada tempat bagi teroris di Bumi Habaring Hurung.

”Tidak ada tempat untuk teroris. Kita harus bersama menghadapi ini,” katanya saat memberikan sambutan dalam apel siaga menyambut Ramadan.

Menurutnya, menjaga keamanan di masyarakat tak hanya tugas aparat kepolisian maupun TNI, namun semua elemen, termasuk dirinya sebagai bupati. Supian meminta pihak kecamatan, kelurahan hingga RW dan RT mendata warganya. Hal itu bukan maksud mencurigai.

”Bukan mencurigai, namun kita harus tahu siapa dan apa kegiatannya. Siapa saja boleh tinggal di Kotim, yang penting menjaga keamanan ketertiban dalam bermasyarakat,” katanya.

Pelaksanaan apel siaga menyambut Ramadan, lanjutnya, bukan berarti khawatir terhadap kemungkinan buruk saat Ramadan. Hal tersebut merupakan momentum untuk saling instrospeksi diri, sehingga dengan Ramadan menambah kerukunan antarumat beragama.

”Tak hanya bagi umat Islam, alangkah indahnya keamanan di Kotim dijaga oleh seluruh elemen masyarakat,” katanya. 

Terkait rentetan peristiwa di Tanah Air, Supian juga menilai peristiwa itu adalah tindak kejahatan. Tak ada mengarah ke kelompok maupun agama tertentu. 

”Saya pernah belajar di pesantren dan selama saya belajar tidak ada guru atau ulama saya yang mengajarkan membeci atau memerangi umat lain. Justru kami ditekankan untuk saling menghormati antargolongan,” ujar Supian.

 

Pemeriksaan Berlapis

Sementara itu, Polres Kotim memperketat penjagaan di pos gerbang utama Mapolres. Penjagaan kali ini lebih intensif lantaran para pengunjung diperiksa dua kali lipat, sebelum dan sesudah masuk halaman Polres.

Hal itu sebagai wujud pengamanan maksimal aparat demi menciptakan situasi yang aman, mengingat serangan teror terjadi lagi di Mapolda Riau. Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, tak hanya Maporles yang diperketat, tapi juga semua tempat keramaian, polsek, dan tempat ibadah.

”Tujuan kami untuk mempersempit ruang gerak pelaku teror guna menghindari dan mencegah lebih dini hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Antisipasi teror juga dilakukan dengan memperketat keamanan jalur transportasi darat keluar-masuk Kota Sampit. Kendaraan penumpang diperiksa. Sejauh ini, kata Rommel, Kotim masih aman.

Dirinya menegaskan, bakal menjaga situasi keamanan dan ketertiban dengan melakukan sinergisitas dengan pihak lain. Rommel juga mengucapkan bela sungkawa terhadap para korban yang meninggal dunia akibat serangan teroris di beberapa daerah.

Dari pantauan Radar Sampit, para petugas pengamanan yang mengenakan rompi anti peluru, senjata laras panjang, dan helm, mengawasi setiap gerakan pengunjung. ”Kami lakukan pemeriksaan berlapis. Untuk situasi siaga satu seperti saat ini, tak boleh ada kelengahan. Hal sekcil apa pun wajib diperiksa demi rasa aman dan nyaman,” kata petugas jaga.

Rommel meminta maaf kepada masyarakat bila merasa tak nyaman ketika diperiksa. Sebab, hal itu dilakukan juga demi kepentingan bersama.

Pengunjung yang sempat diwawancarai koran ini merasa tak keberatan dengan penggeledahan barang oleh petugas. Sebab, hal itu salah satu upaya memperkecil kemungkinan terjadinya hal buruk.

”Sama sekali tak keberatan (diperiksa). Justru kami yang mengunjungi Polres Kotim jadi merasa aman karena penjagaannya sangat ketat. Kalau bisa seterusnya seperti ini,” ujar Razali Usman, pengunjung Mapolres. (oes/ron/ign)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:57

Akhir Hayat Eksekutor Koruptor

SAMPIT – Mantan Kepala Kejari Kotim Chandra Sidayatra (56), tutup usia, Senin (13/8), di Rumah…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:50

Kasus Selingkuh Oknum Dokter dan Sopir Ambulans Dibawa ke Jalur Adat

SAMPIT – Dugaan kasus perselingkuhan yang melibatkan SM (23), oknum sopir ambulans, dan RP (34),…

Senin, 13 Agustus 2018 15:23

Bayi Malang yang Dibuang di Semak akan Dioperasi

PALANGKA RAYA–Kasus pembuangan bayi darah daging remaja berusia 15 tahun di Jalan G Obos, hingga…

Senin, 13 Agustus 2018 14:59

Gelombang Tinggi, Feri Tetap Operasional

SAMPIT – Sejumlah feri penyeberangan di Sungai Mentaya, khususnya di wilayah selatan Kabupaten…

Senin, 13 Agustus 2018 14:57

BREAKING NEWS!!!! Densus 88 Amankan Pasutri Terduga Teroris

SAMPIT-  Tim Gabungan Polda Kalimantan Tengah, Polres palangka Raya dan Densus 88 Anti Teror Mabes…

Sabtu, 11 Agustus 2018 22:59

Tongkang Hancurkan Jamban, Kelotok dan Lanting Kami

SAMPIT- Pagi  Jumat (10/8) kemarin,  sekitar pukul 5.00WIB , warga pinggiran sungai Mentaya…

Jumat, 10 Agustus 2018 20:22

Sekda Kota Dituntut Enam Bulan, Denda Rp 10 Juta

PALANGKA RAYA – Setelah sempat mengalami penundaan dua kali karena ketidaksiapan tim Jaksa Penuntut…

Jumat, 10 Agustus 2018 20:19

Bunuh Istri hingga Tewas Suami Gantung Diri eh Talinya Putus

KUALA KAPUAS – Warga Jalan Barito, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat Dalam, Kabupaten Kapuas,…

Jumat, 10 Agustus 2018 20:15

BIADABBB!!!! Bayi Dibuang di Semak

PALANGKA RAYA - Bayi laki-laki ditemukan warga  di dalam semak belukar, Jalan G Obos XXVI dengan…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:48

Kasus Fitri, Polres Kotim Periksa OC

SAMPIT – Misteri kasus kematian Nur Fitri alias Bunga kembali jadi konsentrasi utama petugas reserse…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .