MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Jumat, 18 Mei 2018 09:57
Ada 400-an TKA, Bilangnya Masih Wajar
Kepala Disnakertrans Kalteng,Rivianus Syahril Tarigan.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA  -  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng menyebut jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kalteng masih dalam batas kewajaran. Pasalnya, TKA yang terdata di Disnakertrans sekitar 479.

Kepala Disnakertrans Kalteng, Rivianus Syahril Tarigan menyebut jumlah TKA per April 2018 berkisar 479 orang atau masih standar bila dibandingkan banyaknya perusahaan besar swasta.

479 TKA yang ada di provinsi ini pun mayoritas pekerja profesional di bidangnya masing-masing serta berasal dari belasan negara asing.

"Kalau untuk negara asal TKA itu, ada dari China, Malaysia, Korea Selatan, Australia, Kanada, Sri Langka, Prancis dan lainnya," tegas Syahril Tarigan, Kamis (17/5).

Mengenai adanya permintaan dari kalangan DPRD Kalteng perlu ada pembatasan TKA, menurut dia sebenarnya sudah diatur dalam berbagai peraturan.

"Karena TKA yang dapat bekerja di Indonesia ini harus memenuhi sejumlah persyaratan, satu diantaranya yakni kualifikasinya tidak atau belum ada di negara ini," imbuhnya.

Syahril mengatakan apabila ada perusahaan mempekerjakan TKA diluar persyaratan yang telah ditentukan, pasti akan ditindak tegas. Untuk jenis tindakan tersebut akan langsung diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja.

"Pemerintah daerah itu kan fungsinya lebih pada pengawasan TKA. Kalau kita menemukan ada yang bermasalah, tentu kita akan sampaikan kepada Kemenaker. Kita di Kalteng ini sangat tegas dalam hal TKA," ucapnya.

Syahril menegaskan bahwa pihaknya sampai sekarang ini belum ada menemukan atau mendapat laporan terkait TKA bermasalah. Meskipun begitu, dia mengharapkan masyarakat menyampaikan atau melaporkan kepada pihaknya apabila ada menemukan TKA bermasalah.

Seluruh perusahaan yang mempekerjakan TKA di provinsi ini selalu diingatkan agar benar-benar menjaga tingkah laku, pergaulan dan memahami pola hidup masyarakat sekitar.

"TKA-kan tentu kesulitan berkomunikasi dengan tenaga kerja Indonesia maupun masyarakat sekitar karena berbeda bahasa, jadi pemberi kerja harus memberikan pemahaman dan hal yang boleh serta tidak boleh dilakukan. Ini yang selalu kami ingatkan," tukasnya. (arj/fm)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 10:39

SMAN 1 Kurun ikuti Kejuaraan Basket

KUALA KURUN – Tim Basket Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)…

Sabtu, 23 Februari 2019 10:15

Pajak Kendaraan Mati, Bayar di Tempat

PULANG PISAU - Razia gabungan Polres Pulang Pisau (Pulpis) bersama…

Jumat, 22 Februari 2019 15:34

Ya Ampunnnn!!!! Anak Bakar Tilam, Rumah Tinggal Arang

PALANGKA RAYA – Sebuah rumah dan tempat pencetakan batako Jalan…

Jumat, 22 Februari 2019 14:54

RASA KAM..!!! Polisi Tembak Maling Aki Lampu Merah

PALANGKA RAYA – Tim Buru Sergap (Buser) Polres Palangka Raya…

Jumat, 22 Februari 2019 11:10

PWI Diminta Kerjasama Dengan Pemdes

KUALA KURUN – Dalam pelaksanaan rapat kerja dan evaluasi pemerintah…

Jumat, 22 Februari 2019 11:07

Monitoring Situasi Pascapilkades

KUALA KURUN – Pascapelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun…

Jumat, 22 Februari 2019 11:02

Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

KUALA KURUN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten…

Jumat, 22 Februari 2019 09:12

Pemkot Apresiasi Kejari Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mengapresiasi langkah Kejaksaan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:10

Wali Kota Ingin Gencarkan Gerakan Indonesia Bersih

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menghadiri…

Jumat, 22 Februari 2019 08:55

AYO..!!! Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pemilu

KAPUAS – Dukunganagar terciptanya Pemilu yang aman dan damai terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*