MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 09 Juni 2018 10:40
Sabuk Pantai Diduga Gagal Fungsi
MASIH DIGENJOT : Penanganan abrasi dengan cara membuat tanggul darurat terus dilakukan walaupun hingga menjelang lebaran belum selesai dikerjakan.(ARIFIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Rusaknya Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit kembali mendapat tanggapan dari kalangan legislatif.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rudianur, persoalan bukan pada penanganan abrasi yang telah dilakukan Pemkab Kotim, tapi sabuk pantai yang gagal fungsi. “Dugaan saya, itu proyek gagal,” ucap Rudianur usai buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kabupaten Kotim, Kamis (7/6) malam. 

Pemasangan sabuk Pantai Ujung Pandaran merupakan proyek dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konsultan dan pemborong proyek tersebut dari dari Jakarta.

“Mulai dari konsultan dan pemborong proyek, semua dari Jakarta.  Pekerja lokal tidak dilibatkan sehingga ada kecemburuan sosial bagi warga Desa Ujung Pandaran. Sebab, proyek berada di desa tapi tenaga kerja mengambil dari luar desa,” keluh Rudianur.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur menegaskan, tidak ada laporan pembangunan dari pemborong proyek sabuk pantai kepada pemerintah desa.

“Sejak dikerjakan mulai pembuatan sabuk pantai sampai selesai, kami tidak tahu. Sebab, konsultan dan pemborong tidak pernah melapor ke desa. Dan ini juga sangat kami sayangkan,” ujar Aswin.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng H Heriansyah menyebutkan bahwa sabuk pantai itu untuk membuat daratan. Namun, perlu waktu sekitar satu tahun.

“Sabuk pantai itu bukan untuk menahan gelombang tapi untuk membuat daratan dan waktunya agak lama, sekitar satu tahun baru terlihat,” kata mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kotim ini.

Kini, Pemkab Kotim mengerahkan dinas dan instansi terkait hingga warga Desa Ujung Pandaran untuk membuat tanggul darurat menggunakan karung pasir untuk menyelematkan aset daerah.

“Penanganan sudah kami lakukan dengan menggunakan dana bencana. Dan beberapa hari ke depan akan kami cek kembali hasil dari pada penanganan abrasi tersebut,” tegas Bupati Kotim Supian Hadi usai buka puasa bersama di sekretariat PWI Kabupaten Kotim. (fin/yit)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 17:13

Camat Ingatkan Azab Penimbun Drainase

SAMPIT - Camat Mentawa Baru Ketapang Sutimin mengaku siap dikritik …

Kamis, 13 Desember 2018 17:10

Jalan Bundaran Diperbaiki Lagi

SAMPIT – Jalan aspal bergelombang di bundaran sekitar kantor Pemkab…

Kamis, 13 Desember 2018 16:38

Kabid Maksa Minta Fee Proyek Ruang Kelas

BUNTOK – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Barito…

Kamis, 13 Desember 2018 15:02

Timbangan Pedagang akan Ditera Ulang

SAMPIT–Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur akan segera melakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:37

MANTAP!!! RSUD dr Murjani Peringkat 3 Pelayanan Prima

SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit,…

Rabu, 12 Desember 2018 17:23

Anak-Anak Mengais Rezeki dari Kerusakan Jalan

SAMPIT – Kerusakan jalan di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, …

Rabu, 12 Desember 2018 17:17

Disperkim Tebang 70 Pohon

SAMPIT – Sebanyak 70 pohon di Kota Sampit telah ditebang…

Rabu, 12 Desember 2018 17:13

Wah Parah!!! Peredaran Pita Cukai Palsu Melonjak

SAMPIT – Peredaran pita cukai palsu masih banyak beredar di…

Rabu, 12 Desember 2018 10:37

Urus Piutang, BPJS Ketenagakerjaan Libatkan KPKNL

SAMPIT - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit menggelar Talkshow dengan tema…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Tinduk Resmi Jadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

SAMPIT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sampit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .