MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 09 Juni 2018 10:40
Sabuk Pantai Diduga Gagal Fungsi
MASIH DIGENJOT : Penanganan abrasi dengan cara membuat tanggul darurat terus dilakukan walaupun hingga menjelang lebaran belum selesai dikerjakan.(ARIFIN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Rusaknya Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit kembali mendapat tanggapan dari kalangan legislatif.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rudianur, persoalan bukan pada penanganan abrasi yang telah dilakukan Pemkab Kotim, tapi sabuk pantai yang gagal fungsi. “Dugaan saya, itu proyek gagal,” ucap Rudianur usai buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kabupaten Kotim, Kamis (7/6) malam. 

Pemasangan sabuk Pantai Ujung Pandaran merupakan proyek dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Konsultan dan pemborong proyek tersebut dari dari Jakarta.

“Mulai dari konsultan dan pemborong proyek, semua dari Jakarta.  Pekerja lokal tidak dilibatkan sehingga ada kecemburuan sosial bagi warga Desa Ujung Pandaran. Sebab, proyek berada di desa tapi tenaga kerja mengambil dari luar desa,” keluh Rudianur.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur menegaskan, tidak ada laporan pembangunan dari pemborong proyek sabuk pantai kepada pemerintah desa.

“Sejak dikerjakan mulai pembuatan sabuk pantai sampai selesai, kami tidak tahu. Sebab, konsultan dan pemborong tidak pernah melapor ke desa. Dan ini juga sangat kami sayangkan,” ujar Aswin.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng H Heriansyah menyebutkan bahwa sabuk pantai itu untuk membuat daratan. Namun, perlu waktu sekitar satu tahun.

“Sabuk pantai itu bukan untuk menahan gelombang tapi untuk membuat daratan dan waktunya agak lama, sekitar satu tahun baru terlihat,” kata mantan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kotim ini.

Kini, Pemkab Kotim mengerahkan dinas dan instansi terkait hingga warga Desa Ujung Pandaran untuk membuat tanggul darurat menggunakan karung pasir untuk menyelematkan aset daerah.

“Penanganan sudah kami lakukan dengan menggunakan dana bencana. Dan beberapa hari ke depan akan kami cek kembali hasil dari pada penanganan abrasi tersebut,” tegas Bupati Kotim Supian Hadi usai buka puasa bersama di sekretariat PWI Kabupaten Kotim. (fin/yit)

 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 08:49

Pengetahuan Proktor USBNBK Perlu Ditingkatkan

SAMPIT – Suksesnya ujian sekolah berstandar nasional berbasis komputer (USBNBK)…

Senin, 18 Februari 2019 08:43

The Power of Integral Raih Juara Nasional

SAMPIT – Kabar mengejutkan datang dari jenjang Sekolah Menengah Atas…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:02

Penurunan Tarif Listrik Belum Berlaku di Kotim

SAMPIT – Beredarnya informasi mengenai pengenaan tarif pelanggan listrik 900…

Jumat, 15 Februari 2019 14:56

Penting Nih..!!! Penyaluran BBM Harus Sampai Pelosok

SAMPIT – Kunjungan Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat Republik…

Jumat, 15 Februari 2019 10:12

Pasar Tradisional Masih Sangat Diminati

SAMPIT-- Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten…

Kamis, 14 Februari 2019 17:11

Hamdhani Ajak Masyarakat Beli Bahan Pokok di Bulog

SAMPIT – Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Kamis, 14 Februari 2019 09:03

Pemkab Kotim Terus Pantau Serapan Anggaran

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  semakin menerapkan kerja  keras…

Rabu, 13 Februari 2019 17:15

Pria Misterius Hilang di Sungai Mentaya

SAMPIT – Puluhan warga yang di sekitar Pusat Perbelanjaan Mentaya…

Rabu, 13 Februari 2019 15:42

Tokoh Ini Sebut Pasar PPM Tak Terawat

SAMPIT – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 14:56

Maling Kotak Amal Terekam CCTV Masjid Nurul Iman

SAMPIT – Aksi pencurian uang dalam kotak amal Masjid Nurul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*