MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Rabu, 20 Juni 2018 11:54
Harga Ayam dan Telur Masih Tinggi
MASIH MAHAL: Siti Ropiah, salah seorang pedagang ayam di Pasar Kahayan. Dia menyebut harga ayam masih tergolong tinggi.(DODI/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Empat hari pascaperayaan Idul Fitri, beberapa harga komoditi makanan ternyata masih tinggi. Tercatat harga telur itik sekarang satu butir Rp 3.000 dan telur ayam ras Rp 1.700. Harga itu naik dari Rp 2.800 untuk telur Itik dan Rp 1.600 untuk telur ayam. Sedangkan harga ayam potong kini seharga Rp 50.500 per kilogram (Kg).

Kisaran harga itu berada  di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya. Harga ayam bahkan sempat melambung tinggi mencapai Rp 60.000. Padahal harga biasa atau harga normal kisaran 35-39 perkilo gram. Kenaikan disebabkan masih belum normalnya para pedagang ayam berjualan karena masih libur Lebaran dan pasokan yang juga belum stabil.

“Sebelum Lebaran dan usai Lebaran sempat harganya Rp 60.000 perkilo. Terus sebelumnya juga sempat turun 55 ribu, tak lama turun lagi 50 ribu.Nah sekarang naik lagi jadi 53 ribu. Alasannya stok masih terbatas dan distribusi belum sepenuhnya seperti biasa. Pedagang juga belum banyak berjualan karena masih libur,” ujar salah seorang pedagang ayam, Siti Rofiah, Selasa (19/6).

Siti menyampaikan dirinya biasa mengambil ayam yang didistribusikan dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Kendati tak jarang juga mengambil dari peternak lokal di Palangka Raya.

“Ngambilnya di Palangka Raya, tapi lebih banyak di Banjarmasin, harganya kadang tidak jauh beda, tapi juga kadang lumayan berbeda. Jadi harga ini masih diatas 50 ribu karena masih balum optimal pendistribusian ayamnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Aris salah seorang pedagang telur mengatakan untuk telur itik memang ada kenaikan sebesar 200 rupiah. Dari Rp 2.800 kini jadi Rp 3.000 perbutir untuk telur Itik. Sedangkan untuk telur ayam rasa da kenaikan seratus rupiah, yakni dari Rp 1.600 perbutir jadi Rp 1.700.

“Naik harganya karena distribusi dari Banjarmasin belum sepenuhnya aktif, terus pedagang juga belum semuanya buka, naiknya hanya 200 perak,” katanya.

Aris menambahkan biasanya dengan adanya kenaikan itu, harga turun bisa memerlukan beberapa minggu. Namun terkadang bukanya turun malah bisa kembali naik tergantung kondisi dan keadaan pendistribusian.

“Tergantung situasi tetapi biasanya kalau turun memerlukan beberapa minggu pasca kenaikan, semoga bisa turun cepat dan kembali normal,” pungkasnya.

Pantauan Radar Palangka suasana Pasar Kahayan masih terlihat sepi. Beberapa pedagang belum juga membuka tokonya. Pengunjung pun tidak seramai hari biasa. Diperkirakan Senin mendatang kondisi sudah normal kembali.

 

Pedagang Keliling Enggan Jualan

Sementara itusalah seorang pedagang sayur Keliling, Bapa Putra mengaku, harga beberapa bahan pokok belum mengalami perubahan, sehingga masih belum mau mulai berjualan lantaran harga masih tinggi.

"Tadi pagi survei harga di pasar harga cabe rawit masih Rp125.000/kg, daging ayam ras masih berada dikisaran Rp 60.000/kg,  Jadi saya masih belum berani berjualan, mau dijual berapa kalau harga di pasar subuh saja sudah segitu," kata Bapa Putra kepada, Selasa (19/6).

Bapa Putra memang sehari-hari berjualan sayur keliling dengan lebih dahulu membeli stok dari pasar. Kemudian menjualnya lagi ke kompleks-kompleks di seputaran Jalan Tingang Kota Palangka Raya.

"Pedagang yang jualan kan masih sedikit jadi yang tersisa ini terpaksa menaikkan harga karena memang stok menipis.  Sementara transportasi pengangkutan belum jalan, kelihatannya masih libur lebaran. Makanya saya juga masih meliburkan diri," jelasnya.

Di tempat lain, salah seorang pemilik rumah makan yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Supriatni, mengatakan hal yang sama, bahwa harga ayam potong masih dikisaran Rp 50.000-60.000/kg.

"Setiap hari saya membeli daging ayam untuk dagangan dan ketringan 2,5-3 kg, dengan harga yang seperti itu, ya merasa keberatan, semoga harga kembali normal, makanya saat ini saya mensiasatinya dengan mengurangi sedikit potongan ayam yang saya jual," pungkasnya. (dag/agf/vin)

 

 

 

 

   

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 15:19

WADUWWW!!!! 2.263 Warga Menganggur

PALANGKA RAYA – Jumlah pengangguran di Kota Palangka Raya tahun…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:06

STAKN Sempurnakan Pedoman Akademik

PALANGKA RAYA – Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Palangka…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:04

BPJS Kesehatan Lakukan 3TA

PALANGKA RAYA – Demi meningkatkan pencapaian kolektabilitas (pendapatan) iuran dalam…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:37

Ke Tempat Wisata Ini, Semua Wahana Bakal Dipungut Bayaran

KUALA KURUN – Berdasarkan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:17

Bawa Parang, Pemuda Desa Masuk Bui

KUALA KAPUAS – UD (25), pemuda asal Desa Sak Tamiang,…

Jumat, 07 Desember 2018 16:55

Infrastruktur Tiga Kawasan Prioritas Dibenahi

PALANGKA RAYA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)…

Jumat, 07 Desember 2018 16:47

MANTAP JIWA!!!! Kalteng Putra Bakal Punya Markas Standar Internasional

PALANGKA RAYA – Stadion Tuah Pahoe yang menjadi markas Kalteng…

Jumat, 07 Desember 2018 09:00

Pemerintah Pastikan Semua Formasi Terisi

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan semua…

Jumat, 07 Desember 2018 08:58

INGAT!!!!! Generasi Muda Jangan Golput

KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…

Jumat, 07 Desember 2018 08:57

PENTING NIH!!! Tanamkan Perilaku Antikorupsi Sejak Dini

KUALA KURUN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gunung Mas (Gumas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .