MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 20 Juni 2018 16:37
AMAZING!!!! Mancing Ikan, Dapat Buaya Muara
TAK DISANGKA: Buaya hasil tangkapan Yuliadi, warga Desa Bangkuang Makmur. (FAHRY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT- Berniat ingin memancing ikan di sungai, Yuliadi (36), warga Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, malah mendapatkan seeokor buaya muara yang panjangnya sekitar 1,5 meter, pada Senin (18/6) malam. Hewan predator itu langsung diserahkan ke Mako Ditpolair Polda Kalteng dan kini ditangani BKSDA Kotim.

Informasi yang dihimpun Radar Sampit, Yuliadi saat itu tengah asyik memancing. Dia tiba-tiba melihat seeokor buaya muara yang muncul di atas permukaan air. Awalnya reaksinya biasa saja, karena dia sering melihat kemunculan buaya tersebut.

Akan tetapi, Yuliadi kaget, karena buaya tersebut ternyata menyambar umpannya. Melihat umpan itu terputus, Yuliadi yang penasaran kembali mengambil alat pancing yang kedua untuk memancing buaya tersebut.

Tak berselang lama, pancingan itu berhasil. Buaya muara itu terjerat lantaran tali umpan yang dipasangnya lebih kuat dibanding sebelumnya. Saking paniknya telah menangkap buaya, Yuliadi langsung meminta bantuan ayah mertuanya untuk mengangkat buaya tersebut.

”Awalnya tidak ada niat memancing buaya. Niatnya memang ingin mencari ikan. Namun, ada buaya yang muncul di sekitar sungai. Umpan saya malah disambar buaya,” ujar Yuliadi.

Warga pun langsung heboh dengan tangkapan Yuliadi. Mereka berdatangan menuju lanting yang jaraknya dekat dengan rumah Yuliadi. Beberapa di antaranya ikut membantu mengangkat buaya muara tersebut, kemudian melaporkannya ke kepolisian setempat.

”Saat kami tangkap buaya itu, kami juga harus lebih hati-hati karena takut melukai buaya itu sendiri. (Proses penangkapan) lumayan lama, sekitar kurang lebih 30 menit kami berusaha mengangkat buaya tersebut,” ujarnya.

 

Pemicu Buaya

Direktur Polair Polda Kalteng Kombes Pol Badarudin mengatakan, pihaknya selalu memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pinggir sungai di waktu buaya sering muncul. Dia meminta kepada masyarakat, apabila menemukan atau menangkap buaya, agar tidak melukai atau membunuh hewan tersebut.

”Karena ini hewan atau reptile yang dilindungi, warga yang berhasil menemukan buaya tersebut menyerahkannya kepada kami,” katanya.

Menurutnya, kemunculan buaya ke permukaan sungai tahun ini sering terjadi. Dari penelusuran pihaknya, di sekitar sungai itu ada rawa-rawa atau kanal kecil yang dibangun oleh pihak tertentu. Anak buaya di sekitar rawa itu keluar melalui kanal tersebut dan bergerak menuju Sungai Mentaya.

Selain itu, lanjutnya, buaya sering muncul juga disebabkan warga yang berada dekat Sungai Mentaya, sering membuang sisa daging atau makanan yang disukai hewan buas tersebut.

Karena itu, dia meminta warga sekitar agar tidak terlalu sering membuang sisa makanan atau isi perut ikan dan daging ayam ke sungai. Hal tersebut memicu munculnya buaya.

”Apabila masyarakat sering membuang sisa makanan yang disukai buaya itu, maka buaya tersebut merasa seperti dipelihara masyarakat di sini. Sewaktu-waktu buaya itu sangat lapar dan tidak segan melukai warga,” ujar Badarudin.

 

Pengeringan Dan Pembuatan Kanal Membuat Rusaknya Habitat Buaya

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah mengatakan, buaya muara yang diterima dari Dirpolair Polda Kalteng itu rencananya akan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun. Kemudian dilepasliarkan di Suaka Marga Satwa Lamandau.

”Selama enam tahun belakangan ini, kami (BKSDA) telah menerima delapan ekor buaya yang berhasil ditangkap masyarakat Kotim maupun Seruyan. Alhamdulillah, sampai sekarang ini, delapan ekor tersebut hidup semua. Jenisnya buaya muara hingga buaya danau,” ujarnya.

Muriansyah menuturkan, buaya yang berhasil ditangkap warga merupakan buaya muara jantan. Seringnya buaya muncul di Sungai Mentaya disebabkan adanya kanal yang secara langsung merusak habitat buaya rawa-rawa atau buaya danau tersebut.

Ditambah lagi dengan adanya pengeringan untuk membuat perkebunan atau ladang. Hal itu mengakibatkan buaya tersebut turun ke arah Sungai Mentaya dan berkembang biak di sekitarnya.

”Apalagi di saat air pasang, maka air itu masuk ke kanal-kanal kecil. Buaya yang ada di kanal itu, lari ke arah Sungai Mentaya. Kami masih mempelajari cara mengatasi hal tersebut,” tandasnya. (sir/ign)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:46

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Air

KUALA KAPUAS – Kabut asap akibat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas mulai…

Selasa, 18 September 2018 16:02

Bupati Balas ”Serangan” Wakil Rakyat

SAMPIT – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membalas ”serangan”…

Senin, 17 September 2018 15:25

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Polisi Periksa 30 Saksi

MUARA TEWEH – Dugaan pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Camp C Hajak PT Antang Ganda Utama…

Senin, 17 September 2018 15:19

DENDAM ASMARA!!! Rumah Syahroni Membara

SAMPIT – Al (46) warga Jalan Badawi Hudan, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, ditangkap aparat Polsek…

Sabtu, 15 September 2018 15:32

SUBHANALLAH!!!! Bercita-cita Meninggal dalam Keadaan Sujud

SAMPIT – Rakaat kedua ibadah salat Jumat di Masjid Jami Assalam Jalan Iskandar, Sampit, Jumat…

Sabtu, 15 September 2018 14:55

Kapal Meledak, Korban Terpental ke Sungai dan Akhirnya Tewas

MUARA TEWEH – Masyarakat Kabupaten Barito Utara (Batara) digemparkan dengan sebuah ledakan keras…

Sabtu, 15 September 2018 12:58

SPBU Program BBM Satu Harga Resmi Beroperasi

NANGA BULIK – Masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman terbiasa dengan harga bahan bakar minyak…

Sabtu, 15 September 2018 12:54

ASTAGAAA!!!! Air PDAM Bercampur Racun

NANGA BULIK – Sebagian air yang disalurkan perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Dharma Lamandau…

Jumat, 14 September 2018 17:40

Terjatuh ke Sungai, Kakek Tewas Sambil Memeluk Tiang

SAMPIT – Warga di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga…

Jumat, 14 September 2018 17:35

SADISSSS!!!! Satu Keluarga Dibunuh sebelum Dibakar

MUARA TEWEH – Satu keluarga yang ditemukan tewas terpanggang di camp perusahaan wilayah Desa Hajak,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .